Anggota Partai Skotlandia Dipecat karena Sering Beri Komentar Negatif Tentang Palestina
Arsip - Foto udara menunjukkan bangunan dan mobil yang hancur pasca serangan Israel yang berlanjut di Rafah, Gaza, Palestina. ANTARA/Anadolu Agency
MerahPutih.com - Partai politik di Skotlandia telah mengeluarkan seorang anggotanya karena tidak bijak dalam mengomentari operasi militer Israel di Palestina. Sosok bernama John Mason dari Partai Nasional Skotlandia (SNP) itu mengonfirmasi pemecatannya pada Minggu (13/10).
"Saya terus percaya bahwa kita harus mampu menoleransi berbagai pandangan dalam Partai selama kita semua berkomitmen pada kemerdekaan Skotlandia," anggota Parlemen Skotlandia itu memposting di X, mengisyaratkan bahwa ia akan mengajukan banding atas pengusirannya, dikutip dari Aljazeera.
Mason pada hari Senin (14/10), Mason tetap bersikap menantang, dan mengatakan kepada program Good Morning Scotland di Radio BBC bahwa ia akan senang untuk mengulangi komentar yang membuatnya dikeluarkan sebagai anggota SNP.
Mason berkomentar bahwa peperangan di jalur Gaza bukanlah sebuah genosida. “Ada perbedaan antara perang dan genosida dan mengatakan bahwa setiap perang adalah genosida bukanlah cara kita menggunakan kata itu,” katanya.
Baca juga:
Israel Serang Tenda Pengungsi Palestina, 4 Tewas dan 70 Orang Terluka
Pada bulan Agustus, anggota parlemen berusia 67 tahun itu sejak mengunggah komentar di media sosial yang mengatakan bahwa “ika Israel ingin melakukan genosida, mereka akan membunuh 10 kali lebih banyak orang di Gaza.
Mason tampaknya bereaksi terhadap komentar lain yang dilontarkan oleh sesama anggota parlemen SNP, yang mengkritik pembantaian warga sipil Palestina, termasuk anak-anak tak berdosa, sebagai genosida.
SNP adalah partai nasionalis yang mendukung kemerdekaan Skotlandia dari Inggris Raya. Banyak anggotanya yang dianggap kritis terhadap operasi militer Israel di Gaza, yang telah menewaskan sedikitnya 42.289 orang dan melukai 98.684 orang tahun lalu.
Setelah kontroversi atas komentar Mason pada bulan Agustus, SNP melakukan musyawarah internal mengenai perilakunya. Seorang juru bicara SNP mengatakan ia sangat mengkritik perilaku Mason. “Menolak begitu saja kematian lebih dari 40.000 warga Palestina adalah hal yang sama sekali tidak dapat diterima," tutupnya. (ikh)
Bagikan
Berita Terkait
Presiden Trump Larang Warga 8 Negara Masuk AS, Termasuk Laos dan Palestina
Trump Bakal Jabat Ketua Dewan Perdamaian, Kelola Administrasi Gaza
Israel Serbu Kantor PBB untuk Pengungsi Palestina, Staf Internasional Dipaksa Pergi
8 Negara Muslim Termasuk Indonesia Desak Israel Buka Gerbang Rafah 2 Arah
Israel 591 Kali Langgar Gencatan Senjata Sejak 10 Oktober, Tewaskan 357 Warga Palestina
Paus Leo Serukan Pembentukan Negara Palestina sebagai Jalan Damai
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Resmi Tetapkan Pulau Galang Riau untuk Dijadikan ‘Rumah Sementara’ Rakyat Gaza Palestina yang Jadi Korban Perang
'Jacir's Palestine 36' Resmi Jadi Utusan Palestina, Berkompetisi di Film Fitur Internasional di Oscar 2026
Pertemuan Bersejarah Paus Leo XIV-Presiden Abbas, Makna di Balik 10 Tahun Perjanjian Vatikan-Palestina
Pertemuan Bersejarah Paus Leo XIV dan Presiden Palestina, Vatikan Tegaskan Dukung Solusi 2 Negara