MERAHPUTIH.COM — INSIDEN penyerangan terhadap anggota parlemen Australia Helen Heines mengejutkan publik. Dalam sebuah serangan brutal, Heines ditabrak dua kali di dekat kantornya di Wangaratta, Negara Bagian Victoria, pukul 15.35 waktu setempat.
Akibatnya, Heines mengalami kondisi kritis. Ia segera dilarikan ke Rumah Sakit Alfred di Melbourne, tempat Haines kemudian menjalani operasi, Senin (19/10) malam. Polisi bergerak cepat menahan pelaku dan mengajukan dakwaan.
Pelaku sudah Didakwa
Seperti dilansir BBC, Kepolisian Negara Bagian Victoria menetapkan seorang pria berusia 43 tahun sebagai tersangka. Ia didakwa atas tuduhan mengemudi secara membahayakan yang menyebabkan luka berat, dengan sengaja menyebabkan luka berat, serta menyebabkan bahaya bagi pejabat publik Persemakmuran.
Meskipun polisi belum merilis nama pria yang didakwa tersebut, media lokal mengidentifikasinya sebagai Brendan Nugent.
Keluarga Nugent juga telah merilis sebuah pernyataan. Ayah tersangka, Rod Nugent, dan pasangannya, Christine Cunningham, menyatakan mereka telah berteman dengan Haines selama lebih dari 20 tahun. Mereka menggambarkan insiden tersebut sebagai hal yang sangat memilukan dan tak masuk di akal.
Polisi menyatakan mereka akan mengajukan bukti bahwa insiden tersebut merupakan serangan yang ditargetkan. Tersangka akan ditahan semalam sebelum dihadapkan ke Pengadilan Negeri Wangaratta besok.
Baca juga:
Anggota Parlemen Australia Kritis setelah Ditabrak Mobil, PM Albanese Sebut Serangan Disengaja
Kehilangan Satu Kaki
Setelah menjalani operasi, Heines dilaporkan masih dalam kondisi kritis. Sebelumnya, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyampaikan kondisi Haines kritis, tapi stabil.
Media lokal, termasuk Australian Broadcasting Corporation (ABC), melaporkan anggota parlemen tersebut telah kehilangan salah satu kakinya.
Para pemimpin politik mengungkapkan rasa terkejut dan prihatin. PM Albanese menegaskan tidak ada tempat bagi kekerasan dalam demokrasi.
Menteri Dalam Negeri Tony Burke mendukung pernyataan tersebut dengan data yang menunjukkan laporan mengenai perilaku mengancam atau melecehkan terhadap politisi telah meningkat dari 951 menjadi 1.067 dalam setahun terakhir.
Laporan parlemen Australia tahun lalu memperingatkan bahwa ancaman dan serangan fisik telah meningkat "secara signifikan selama dekade terakhir".
Penilaian ancaman oleh Organisasi Intelijen Keamanan Australia tahun lalu memperingatkan bahwa risiko kekerasan bermotif politik ‘sudah berada di level siaga merah’.(dwi)
Baca juga:
Jahat Banget deh, Perempuan Australia Campurkan Racun Siput ke Kari Rekan Kerja