Anggota DPR Semprot Ketidakbecusan Anies Tangani Banjir Jakarta
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (MP/Asropih)
Merahputih.com - Anggota Komisi V DPR Muhammad Aras mengkritik ketidakbecusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam menangani persoalan pencegahan banjir di Ibu Kota
"Seharusnya, jika mau serius, rentan waktu dari sekitar bulan April hingga Agustus itu sudah cukup untuk mempersiapkan Jakarta tidak banjir saat musim hujan datang," kritik Aras dalam keterangannya, Selasa (25/4).
Baca Juga
Aras mempersoalkan banjir juga menggenangi jalanan vital, beberapa underpass, dan juga jalan tol, yang menunjukkan adanya kesalahan serius dalam sistem drainase Jakarta. Apalagi, kata dia, banjir yang terjadi hari ini disebabkan hujan lokal bukan banjir kiriman.
"Seharusnya, banjir seperti ini sangat bisa diantisipasi dengan sistem pencegahan banjir yang baik," ujar politikus PPP itu mengkritik kinerja Anies.
Lebih jauh, Aras menyarankan Pemprov DKI Jakarta di bawah Anies bersedia bekerja sama dengan Pemerintah Pusat duduk bersama mengatasi persoalan banjir di Ibu Kota.
"Melakukan penelitian, mendatangkan ahli untuk bisa menangani banjir di Ibu Kota dan mencegahnya di kemudian hari," tutup dia. (Knu)
Baca Juga
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Hujan Deras Minggu (18/1) Sebabkan Banjir di Jakarta, ini Daftar Lokasi yang Tergenang
5 RT dan 3 Ruas Jalan di Jakarta masih Terendam Banjir, Minggu (18/1)
Selasa (13/2) Pukul 18.00, 3 RT di Jakarta masih Kebanjiran, Ribuan Orang Mengungsi
Update Banjir Jakarta: 11 RT Masih Terendam, Ribuan Warga Bertahan di Pengungsian
11 RT di Jakarta Masih Terendam Banjir, Total Pengungsi 1.398 Jiwa
Banjir Rawa Buaya, Sudin Salahkan Inisiatif Warga Lubangi Turap Malah Jadi Blunder
Curah Hujan Tinggi, BNPB Turun Tangan Lakukan Modifikasi Cuaca di Jakarta
Banjir Jakarta Utara, BPBD Salurkan Makanan hingga Matras ke Pengungsi
Dinas SDA Ungkap Penyebab Jakarta Utara Terendam Banjir Serentak
Jakarta Dikepung Hujan Ekstrem, Pasukan Biru Siaga untuk 'Perang' Lawan Genangan di 5 Wilayah DKI