Ancaman Barang Gelap di Papua, DPR Dorong Penguatan Kopasgat dan Pengawasan Bandara
Arsip - Pasukan elite Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) TNI AU. (ANTARA/Genta Tenri Mawangi)
Merahputih.com - Anggota Komisi I DPR RI, Junico BP Siahaan, menekankan peran krusial Mako Kopasgat Bandung sebagai elemen penting dalam pasukan elite TNI AU. Ia berpendapat bahwa ketersediaan peralatan mutakhir, mulai dari persenjataan, kendaraan, hingga perlengkapan terjun payung, dapat memberikan daya tempur maksimal dan amunisi khusus, terutama untuk memperkuat pertahanan di kawasan Indonesia Timur.
Nico juga menyoroti permasalahan di Papua, khususnya terkait banyaknya landasan pacu atau bandara perintis yang memerlukan pengawasan ketat.
"Melihat bandara perintis tersebut sejauh ini banyak disusupi banyak barang-barang gelap yang kita tidak ketahui tiba-tiba bisa masuk ke Papua,” ujar Nico dalam keterangannya, Rabu (16/4).
Baca juga:
Nico juga menjelaskan pentingnya menjaga dan menyeimbangkan stabilitas politik di Papua, mengingat wilayah tersebut menjadi perhatian dunia internasional.
Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengambil keuntungan dari kurangnya pengawasan di bandara perintis Papua, yang dapat membuka celah masuknya barang gelap seperti narkoba dan senjata selundupan. Hal ini dikhawatirkan dapat mengubah situasi dan menciptakan ketidakstabilan politik di Papua.
Baca juga:
Mobil Dinas Viral Dipakai Transaksi dengan PSK, Kemenhan: Jangan Buru-Buru Ambil Kesimpulan
Lebih lanjut, politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini menekankan perlunya kehadiran Kopasgat untuk memperkuat pengawasan dan menjaga kedaulatan Indonesia, khususnya di wilayah timur. Ia berharap adanya peningkatan bantuan, baik dari segi jumlah personel, koordinasi dengan TNI AD dan pihak terkait lainnya, serta pemenuhan kebutuhan akomodasi dan persenjataan.
"Termasuk peningkatan kualitas SDM, pemahaman hukum, perkembangan teknologi, dan aspek lainnya," tutup dia.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
Kemenag Samakan Antrean Haji Nasional, DPR Pastikan Daerah yang Kuotanya Turun Akan Kembali Normal
Heboh Kodifikasi Hukum Pemilu, Komisi II DPR Tegaskan Pilkada Lewat DPRD Konstitusional
BNPB Jamin Semua Anggota TNI yang Ikut Penanganan Bencana Sumatra Dapat Uang Lelah dan Makan Rp 165 Ribu per Hari
DPR Kecam Aksi Ormas terhadap Mie Gacoan, Minta Polisi Tindak Tegas Premanisme
Panglima TNI Perintahkan Tangkap Provokator Pengibaran Bendera GAM
TNI Bangun 32 Jembatan Darurat di Sumatera, Pesan 100 Jembatan Bailey dari Luar Negeri
Begini Kerja Cepat TNI Bangun Puluhan Jembatan Wilayah Terdampak Bencana di Sumatra
Panglima TNI Sebut 37.910 Personel Dikerahkan untuk Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana
TNI Tambah 15 Batalyon Percepat Pemulihan Sumatera, Ini Fokus Kerjanya
KPK SP3 Kasus Timah, Legislator: Sudah Prosedural, tetapi Publik Perlu Penjelasan