MerahPutih.com - Dokter Spesialis Urologi Nur Rasyid mengatakan kondisi batu ginjal bisa terjadi pada anak kecil bahkan balita. Pemicu munculnya batu ginjal ini karena stunting atau kurang gizi.
”Pada anak-anak bisa terjadi karena kurang gizi,” kata Rasyid saat ditemui di Hotel Aryaduta, Jakarta, Rabu (5/6).
Ia menuturkan kondisi anak balita mengalami batu ginjal juga dipengaruhi kondisi gangguan berkemih atau gangguan saraf.
Berdasarkan pengalamannya di bidang urologi, dahulu ia sering menemukan pasien balita dengan batu ginjal dari daerah Tangerang dan Karawang.
Baca juga:
”Di mana gizi kurang banyak, terus dia dehidrasi, ketemu batu di kandung kencing pada anak-anak,” katanya.
Rasyid mengatakan anak penderita batu ginjal harus diberikan tindakan operasi sesuai usianya. Untuk anak usia 10 tahun ke atas, dapat menerapkan metode Retrograde Intrarenal Surgery (RIRS).
Sedangkan untuk anak di bawah 10 tahun dengan kondisi batu ginjal sangat keras terpaksa harus menggunakan Percutaneous nephrolithotomy (PCNL).
”Pada anak kita gunakan mini PCLN. Mini PCLN itu apa kita bukanya setengah sentimeter, pada dewasa kita bukanya satu sentimeter. Pada anak kita pakai alat yang lebih kecil, dan diameter lukanya 5 milimeter,” katanya.
Baca juga:
Penderita batu ginjal di bawah 10 tahun tidak boleh menggunakan RIRS walau diklaim sebagai metode yang minim luka dan infeksi karena mempertimbangkan kondisi saluran ureternya.
”Anak-anak di bawah itu saluran ureternya masih sempit. Sehingga alat ini tidak bisa naik ke atas. RIRS bisa dilakukan bila saluran ureternya sudah cukup lebar sehingga alatnya naik ke atas,” tutupnya. (ayu)