Ammir Gita, Sujiwo Tejo, hingga Sita Nursanti Kolaborasi dalam SEMAR, Proyek Musik Penuh Jiwa

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 20 Juni 2025
Ammir Gita, Sujiwo Tejo, hingga Sita Nursanti Kolaborasi dalam SEMAR, Proyek Musik Penuh Jiwa

Ammir Gita rilis single terbaru. (Foto: dok/Ammir Gita)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Dalam kisah mitologi Jawa, Semar dikenal sebagai sosok punakawan yang berperan sebagai pelindung, pembimbing, sekaligus penyeimbang. Ia adalah figur yang menjauhi ambisi kekuasaan, tidak haus akan pengikut, serta tidak tunduk pada kepalsuan.

Di tengah era modern yang dipenuhi oleh ledakan informasi, krisis moral, dan pencitraan yang kerap kosong makna, kehadiran sosok seperti Semar menjadi sesuatu yang dirindukan—sebagai figur yang mewakili suara hati, berbicara jujur, mengkritik dengan bijak tanpa menyebar kebencian, dan selalu hadir dengan ketulusan.

Dalam konteks tarik-ulur antara kemajuan zaman dan warisan budaya, komposer Ammir Gita bersama Suku Cahaya Ensemble menghadirkan karya bertajuk SEMAR, yang merupakan eksplorasi artistik lintas batas dan panggilan spiritual.

Lewat karya ini, Semar dihadirkan kembali sebagai representasi suara nurani—yang dapat muncul dalam berbagai bentuk: di jalanan, di media sosial, maupun dalam keheningan batin setiap individu.

Baca juga:

KUNTARI Siap Gempur 30 Panggung di Eropa

Avhath Satukan Lanskap Suara Bersama KUNTARI Lewat Album 'Ephemeral Passage'

View this post on Instagram

A post shared by Ammir Gita (@ammirgita)

“Kita sedang kehilangan banyak hal. Tapi yang paling berbahaya adalah kehilangan arah. Dan Semar hadir untuk menunjukkan jalan kembali,” ujar Ammir.

Komposisi musik SEMAR memadukan unsur-unsur world music, ambient, jazz rock, serta kidung sakral, membentuk sebuah pengalaman musikal yang bersifat spiritual dan mengajak pendengarnya untuk merenung secara mendalam.

Baca juga:

Senyawa Sambung Tur dan Ubah Nama Menjadi 'Nirantara'

Proyek ini turut menghadirkan sejumlah kolaborator istimewa: Sujiwo Tejo sebagai dalang sekaligus narator yang menyampaikan makna penuh filosofi; Sita Nursanti, yang tampil sebagai sinden dengan pujian-pujian untuk Dewi Sri; Sandhidea C.N, penari yang menghidupkan sosok Semar lewat gerakan-gerakan penuh makna sakral; serta Wisnu Ikhsantama yang bertanggung jawab dalam proses mixing dan mastering karya ini.

Sementara itu, Suku Cahaya Ensemble juga diperkuat oleh: Mas Downey Angkiry, maestro kendang dan instrumen Nusantara; Yudhis Mahendra, gitaris dengan distorsi meditatif; serta Achi Hardjakusumah, pemain biola pemenang AMI Awards yang merajut harmoni dalam nada klasik. (far)

#Musik #Musik Indonesia #Musisi Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Piche Kota Rilis 'Sedikit Lebih Lama', Ada Kolaborasi di Balik Proses Kreatifnya
Piche Kota merilis single terbaru 'Sedikit Lebih Lama' pada 18 September 2026. Lagu ditulis bersama Happy Andromeda dan Krisna Trias.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Piche Kota Rilis 'Sedikit Lebih Lama', Ada Kolaborasi di Balik Proses Kreatifnya
ShowBiz
Beabadoobee Rilis Album 'Pylon', Hadirkan Eksplorasi Musik dan Emosi yang Lebih Luas
Beabadoobee merilis album terbaru 'Pylon' yang mengeksplorasi rock, kesepian, kemarahan, cinta, perubahan, hingga ketidakpastian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Beabadoobee Rilis Album 'Pylon', Hadirkan Eksplorasi Musik dan Emosi yang Lebih Luas
ShowBiz
Jackson Wang Kembali lewat Single 'Thank You', Ada Cerita Panjang di Balik Lagunya
Jackson Wang kembali lewat single 'Thank You'. Lagu ini menjadi rilisan pertama setelah karya solo pada 2025 sekaligus debutnya bersama Roc Nation.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Jackson Wang Kembali lewat Single 'Thank You', Ada Cerita Panjang di Balik Lagunya
ShowBiz
MTV VMA 2026, Taylor Swift Pecahkan Rekor, Madonna enggak Mau Kalah Borong Penghargaan
Secara total, Taylor Swift punya 33 piala MTV VMA, mengalahkan Beyonce.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
 MTV VMA 2026, Taylor Swift Pecahkan Rekor, Madonna enggak Mau Kalah Borong Penghargaan
ShowBiz
Boikot Grammy, BTS Berjaya di MTV VMA 2026 Menang Song of the Year
Para anggota mempersembahkan kemenangan Song of the Year ini kepada semua orang yang telah menyukai musik mereka.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
 Boikot Grammy, BTS Berjaya di MTV VMA 2026  Menang Song of the Year
ShowBiz
Lahir dari Kebiasaan Video Call, Akbar Chalay dan Mingse Hadirkan Single 'Kok Masih Rindu?'
Akbar Chalay dan Mingse kembali dengan single 'Kok Masih Rindu?'. Lagu hipdut ini terinspirasi dari kebiasaan mereka video call dengan pasangan.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Lahir dari Kebiasaan Video Call, Akbar Chalay dan Mingse Hadirkan Single 'Kok Masih Rindu?'
ShowBiz
Makna 'Let’s Get Married' Miley Cyrus, Tentang Cinta yang Siap Dibawa ke Pelaminan
Lagu ini membawa atmosfer romantis yang kuat dengan lirik yang berbicara tentang cinta, keyakinan, serta komitmen.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Makna 'Let’s Get Married' Miley Cyrus, Tentang Cinta yang Siap Dibawa ke Pelaminan
ShowBiz
Dibuat pada 1970-an, Musik Guruh Gipsy Justru Menemukan Kehidupan Kedua Hampir 50 Tahun Kemudian
Menelusuri perjalanan Guruh Gipsy, dari eksperimen musik pada 1970-an hingga tampil langsung di Synchronize Fest 2025 bersama tiga personel asli.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Dibuat pada 1970-an, Musik Guruh Gipsy Justru Menemukan Kehidupan Kedua Hampir 50 Tahun Kemudian
ShowBiz
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
Menelusuri perjalanan musik Guruh Soekarnoputra, dari menciptakan lagu sejak usia 15 tahun, Gipsy, hingga eksplorasi musik dan tradisi Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Guruh Soekarnoputra dan Perjalanan Panjang Mencari Wajah Modern Musik Indonesia
ShowBiz
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
Ia datang membawa kembali kemewahan, gaya centil, jargon-jargon khas, dan tentu saja tingkah panggung yang sulit ditebak.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Syahrini Deklarasikan Partai Inces Indonesia di Pestapora 2026
Bagikan