Headline

Amerika dan Sekutu Tembaki 100 Rudal ke Suriah, Hasilnya di Luar Dugaan

Eddy FloEddy Flo - Sabtu, 14 April 2018
Amerika dan Sekutu Tembaki 100 Rudal ke Suriah, Hasilnya di Luar Dugaan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memberikan pernyataan tentang Suriah di Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat (ANTARA FOTO/REUTERS/Yuri Gripas)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Amerika Serikat bersama sekutu telah melakukan serangan udara ke wilayah Suriah dengan menembakkan lebih dari 100 rudal dengan satu kali tembakan. Serangan rudal tersebut sebagai aksi pembalasan terhadap rezim Presiden Bashar al-Assad yang telah mengggunakan senjata kimia dalam membasmi pemberontak di wilayah utara negara tersebut.

Menteri Pertahanan AS Jim Mattis dan Jenderal Marinir Joseph Dunford di Pentagon, Sabtu (14/3) mengatakan, tiga sarana utama senjata kimia dibidik peluru kendali itu pada pukul 21.00 (08.00 WIB) dari laut dan pesawat, yang memicu pertahanan udara Suriah.

Pentagon tidak dapat memastikan jumlah peluru kendali menghantam sasaran mereka, tetapi mengatakan tidak ada rencana serangan lain.

Mattis dan Dunford mengakui serangan tersebut dirancang untuk menurunkan kemampuan senjata kimia Suriah tanpa membunuh warga atau banyak petempur asing dalam perang saudara banyak pihak di Suriah, terutama dari Rusia.

"Kami secara khusus mengidentifikasi target-target ini untuk mengurangi risiko pasukan Rusia terlibat," kata Dunford kepada wartawan, menambahkan militer AS memberitahu Rusia wilayah udara yang akan digunakan dalam serangan, tetapi tidak "memberi tahu sebelumnya pada mereka".

Sementara Jim Mattis mengakui bahwa AS melancarkan serangan hanya dengan bukti konklusif bahwa gas klorin digunakan dalam serangan 7 April di Suriah.

Rudal AS yang dikirim ke Suriah
Rudal yang disiapkan Pentagon untuk gempur Suriah (Foto: rtnews)

Tuduhan penggunaan klorin oleh Assad sering terjadi dalam konflik Suriah, menimbulkan pertanyaan tentang apakah Washington telah secara efektif menurunkan ambang batas untuk intervensi militer.

"Kami sangat yakin bahwa klorin telah digunakan. Kami tidak mengabaikan gas sarin sekarang," kata Mattis.

Pentagon sebagaimana dilansir Antara dari Reuters mengatakan salah satu targetnya adalah pusat penelitian ilmiah yang terletak di daerah Damaskus yang lebih besar, yang disebut sebagai pusat Suriah untuk penelitian, pengembangan, produksi dan pengujian persenjataan kimia dan biologi.

"Serangan kami sangat tepat dan proporsional," kata Mattis, "Tapi pada saat yang sama, itu adalah serangan yang berat." Pada tahun lalu, 59 misil jelajah "Tomahawk" ditembakkan dari kapal perusak peluru kendali "USS Porter" dan "USS Ross," menyerang pangkalan udara Shayrat Suriah.

Menanggapi serangan 100 rudal dari pihak AS dan sekutunya, Rusia selaku pendukung utama pemerintahan Presiden Bashar al-Assad menyatakan pihaknya berhasil merontokan sejumlah peluru kendali sebelum mengenai sasarannya.

Kementerian Pertahana Rusia di Moskow menyatakan kebanyakan rudal yang diluncurkan sekutu di Suriah berhasil dipatahkan di tengah jalan sebelum mendekati targetnya. “Sistem pertahanan udara Suriah telah melakukan pertempuran anti-udara,” kata kementerian itu sebagaimana dilaporkan Sputniknews.

Menurut Kementerian Pertahanan Rusia, Suriah memukul mundur serangan Barat dengan sistem pertahanan udara yang dibuat di Uni Soviet lebih dari 30 tahun yang lalu.

Penangkal serangan balistik yang disiapkan Suriah
Penangkal balistik Rusia di Suriah (Foto: Sputniknews)

“Alat pertahanan udara Suriah: S-125, sistem pertahanan udara S-200, [juga] unit Buk dan Kvadrat digunakan dalam menangkis serangan rudal.”

Staf Umum Rusia juga mengeluarkan pernyataan dengan mengatakan bahwa total 71 rudal jelajah dari 103 telah diadang oleh Suriah. Dia menambahkan bahwa tidak ada pesawat militer yang rusak akibat serangan itu.

“Tidak ada rudal jelajah yang diluncurkan oleh Amerika dan sekutu-sekutunya memasuki zona tanggung jawab pertahanan udara Rusia, yang meliputi wilayah di Tartus [fasilitas angkatan laut] dan Hmeymim [pangkalan udara yang terletak di provinsi Latakia].”

“Sistem pertahanan udara Rusia di Pangkalan Hmeymim dan Tartus bisa mendeteksi dan mengendalikan semua peluncuran misil dari kendaraan angkatan laut dan udara Amerika dan Inggris,” kata Staf Umum Rusia.

Menurut militer Rusia, serangan rudal besar-besaran pada target infrastruktur militer dan sipil dilakukan oleh kapal perang Amerika bersama-sama dengan pasukan udara Inggris dan Perancis.

Sebanyak 100 lebih rudal udara ke permukaan diluncurkan dengan target Suriah. Kementerian Pertahanan Rusia mencatat bahwa dua kapal perang Amerika melakukan serangan dari Laut Merah, serta penerbangan taktis di atas Laut Mediterania dan pengebom B -1B dari daerah al-Tanf.(*)

#Donald Trump #Serangan Rudal #Konflik Suriah #Presiden Bashar Al-Assad
Bagikan
Ditulis Oleh

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
DPR AS meloloskan resolusi penghentian serangan ke Iran dengan dukungan anggota Partai Republik. P
Wisnu Cipto - Jumat, 05 Juni 2026
Presiden Trump Kena Skakmat, DPR AS Termasuk dari Republik Tolak Serangan ke Iran Dilanjutkan
Dunia
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Total 15 negara pernah diancam Presiden AS Donal Trump, 7 di antaranya benar-benar diserang, termasuk Iran, Irak, Suriah, Yaman, Venezuela, Nigeria, dan Somalia.
Wisnu Cipto - Jumat, 29 Mei 2026
Trump Ancam Serang 15 Negara Selama Jadi Presiden AS, Terbaru Oman. 7 Negara Benar-Benar Diserbu!
Dunia
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Presiden AS Donald Trump memperingatkan Oman agar tidak mencoba menguasai Selat Hormuz.
Wisnu Cipto - Kamis, 28 Mei 2026
Trump Ancam Hancurkan Oman Jika Ikuti Jejak Iran Kuasai Selat Hormuz
Dunia
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Terkait keinginan Iran yang mengajukan penundaan (moratorium) pengayaan uranium selama dua dekade, Donald Trump menuntut kepastian yang mutlak.
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
AS Bidik Perusahaan China Pelanggar Sanksi Iran, Donald Trump Siapkan Aturan Baru Dalam Pekan Ini
Dunia
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Selain isu nuklir, Trump menyoroti ketegangan di Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan global
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 16 Mei 2026
Donald Trump Klaim AS-China Sepakat Bendung Ambisi Nuklir Iran
Dunia
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Pertemuan tingkat tinggi ini turut menghadirkan raksasa teknologi AS seperti Elon Musk (Tesla), Jensen Huang (Nvidia), dan Tim Cook (Apple)
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Kesepakatan Dagang AS-China 2026, Trump Borong Boeing dan Damai dengan Xi Jinping
Dunia
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Dalam kunjungan ini, Trump membawa gerbong pengusaha kelas berat Amerika Serikat untuk memperluas ekspansi bisnis
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Semprot Trump Soal Taiwan, Minta Jangan 'Main Api' Jika Tak Ingin Hubungan AS-China Terbakar
Indonesia
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Selain membahas kedaulatan wilayah, pertemuan tersebut juga menyinggung ketegangan perdagangan dan konflik di Timur Tengah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 14 Mei 2026
Xi Jinping Ingatkan Donald Trump Isu Taiwan Bisa Picu Perang Besar
Dunia
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Trump mengatakan, hal itu untuk menjawab pertanyaan apakah Amerika Serikat seharusnya menjual senjata kepada Taiwan, pulau yang memiliki pemerintahan sendiri tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
China Bakal Singgung Penjualan Senjata AS saat Bertemu Trump di Beijing
Indonesia
Perundingan Damai Gagal, Trump Keluarkan Ancaman Baru
Amerika Serikat akan menghancurkan siapa pun yang mendekati persediaan uranium yang diperkaya milik Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 11 Mei 2026
Perundingan Damai Gagal, Trump Keluarkan Ancaman Baru
Bagikan