ICE 2022

Ambisi Muhammad Aga Raih Podium Tertinggi WBC

P Suryo RP Suryo R - Rabu, 27 Juli 2022
Ambisi Muhammad Aga Raih Podium Tertinggi WBC

Berambisi untuk mengharumkan nama Indonesia di WBC 2023. (merahputih.com/Arie Prijono)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

JUARA IBC 2018 Muhammad Aga, rupanya masih penasaran mencicipi rasanya berada di podium tertinggi WBC (World Barista Championship). Sebuah kompetisi kelas dunia yang mempertemukan barista juara dari tiap negara.

Nyatanya pada IBC 2022 ini, Aga kembali ikut berkompetisi, bahkan masih berambisi penuh untuk menjuarai kompetisi itu, untuk menebus kekalahan dan kesalahannya pada WBC 2018, yang hanya menempatkannya pada posisi enam besar.

Baca Juga:

Peserta Pendatang Baru Siap Jadi Kuda Hitam di IBrC 2022

muhammad aga
Berusaha untuk memenuhi ambisi di WBC. (merahputih.com/Arie Prijono)

"Waktu itu memang kesalahan gue sih, waktu itu gue overtime, jadi itu pengaruh banget ke poin. Makanya tahun ini kalau bisa dikasih kesempatan lagi untuk maju ke WBC, gue mau coba lagi untuk menebus kesalahan itu," ungkap Muhammad Aga saat ditemui Merahputih.com pada gelaran Indonesia Coffee Events 2022 di JIExpo, Kemayoran, Selasa (26/7).

Aga sendiri pada babak penyisihan IBC 2022, Selasa (26/7), mengaku ingin membawa jenis kopi specialty yang menurutnya cukup umum ada di rak toko kopi. Ia tak peduli soal kopi paling eksklusif atau langka, justru ingin membuktikan bahwa kopi yang digunakannya di IBC juga bisa dijual kembali di toko kopi.

"Rata-rata kopi yang disajikan di kompetisi pasti enggak bisa dijual lagi, kan? Itu karena ya nanti harga kopi per gelasnya jadi terlalu mahal, akhirnya enggak laku. Gue mau membuktikan bahwa dengan kopi yang istilahnya cukup umum, bisa juga kok ikut kompetisi," jelasnya.

Baca Juga:

IBC 2022 Hari Pertama Berlangsung Ketat

muhammad aga
Ingin membawa jenis kopi specialty yang menurutnya cukup umum ada di rak toko kopi. (merahputih.com/Arie Prijono)

Namun Aga sedikit menyayangkan sedikitnya waktu yang diberikan oleh panitia untuk mempelajari mesin yang disediakan. Pasalnya dengan waktu yang sedikit itu, peserta jadi kesulitan untuk mengulik mesin kopi tersebut, dan membuat sedikit kesulitan pada saat tampil.

"Sempat, sih, diberikan waktu sekitar 30 menit sebelum kompetisi untuk mempelajari mesinnya itu, tapi kurang cukup buat gue bisa ngulik mesinnya. Jadi ya rasanya sulit aja buat bisa maksimal," tuturnya.

Aga sendiri berharap bisa melanjutkan langkahnya untuk menjuarai IBC, dan kemudian menjejakkan kakinya kembali di gelaran WBC pada 2023 mendatang, mengharumkan nama Indonesia di podium tertinggi kompetisi kopi level internasional itu. (waf)

Baca Juga:

Hari Pertama IBrC 2022, Kemampuan Peserta Hampir Setara

#Indonesia Coffee Events
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Kuliner
Para Pemenang Indonesia Coffee Event akan Wakili Indonesia di Taiwan
Indonesia Coffee Event 2023 digelar selama tiga hari.
Febrian Adi - Jumat, 28 Juli 2023
Para Pemenang Indonesia Coffee Event akan Wakili Indonesia di Taiwan
Kuliner
5 Finalis Siap Bersaing di Final Indonesia Latte Art Championship 2023
Final Indonesia Latte Art Championship 2023 berlangsung di JIExpo, Kemayoran, Jakarta.
Andreas Pranatalta - Kamis, 27 Juli 2023
5 Finalis Siap Bersaing di Final Indonesia Latte Art Championship 2023
Lifestyle
Keseruan Hari Pertama Indonesia Coffee Festival 2023
Putaran pertama babak satu IBC dan IBrC usai digelar.
Andrew Francois - Jumat, 05 Mei 2023
Keseruan Hari Pertama Indonesia Coffee Festival 2023
Fun
18 Peserta akan Berlaga di IBC-ICE Regional Barat
IBC Regional Barat 2023 siap digelar 3-5 Februari.
Andrew Francois - Minggu, 22 Januari 2023
18 Peserta akan Berlaga di IBC-ICE Regional Barat
Bagikan