Karier

Alasan Pulang Kerja Sebelum Jam 5 Sore Bagus Untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Iftinavia PradinantiaIftinavia Pradinantia - Senin, 10 Februari 2020
Alasan Pulang Kerja Sebelum Jam 5 Sore Bagus Untuk Kesehatan Mental dan Fisik

Pulang kerja ontime lebih bahagia (Foto: Pexels/burst)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PEKERJA milenial lebih senang bekerja keras hingga larut malam dibandingkan pulang kerja lebih awal. Alasannya pun bermacam-macam. Mulai dari menghindari lalu lintas yang macet hingga ingin menyelesaikan lebih banyak pekerjaan di awal waktu.

Menurut penelitian yang dilakukan John Pencavel, bekerja dengan jam kerja ekstra sama sekali tidak bermanfaat. Tak hanya berpengaruh pada pekerjaan yang dilakukan, hal tersebut juga dapat merusak kehidupan sosial, kesehatan mental, hingga kebugaran fisik. Ternyata meninggalkan pekerjaan tepat waktu lebih sehat dan lebih bahagia.

Baca Juga:

Apa Kerennya Profesi Seorang Barista? 5 Alasan Ini Bisa Menjawab

Ketika kualitas lebih baik daripada kuantitas, inilah mengapa pulang kerja pada jam 5 sore lebih sehat.

1. Tidak produktif

Kerja
Bekerja produktif dan tidak produktif (Foto: Pexels/energepic.com)

Penelitian Pencavel menunjukkan bahwa pada titik tertentu, bekerja di waktu ekstra memiliki hasil yang kurang memuaskan. Semakin bertambah waktu kerjamu semakin kurang produktif hasil yang dicapai. Itulah sebabnya banyak tempat kerja yang mengukur produktivitas dari hasil yang dicapai daripada jam yang dilalui. Mereka tidak peduli jika kamu bekerja lebih sedikit selama hasil pekerjaan mencapai target.

2. Tubuh Tetap Sehat

Kerja ontime
Tubuh tetap sehat dan bugar (Foto: Pexels/Bruce Mars)

Jam kerja tambahan meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, kelelahan, tingkat energi yang lemah dan kesehatan yang memburuk. Sebuah studi yang dilakukan di tiga benua menemukan bahwa orang yang bekerja lebih dari 55 jam seminggu memiliki risiko stroke yang lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang bekerja di bawah 40 jam seminggu. Karyawan yang bekerja terlalu keras juga memiliki risiko 13% lebih tinggi terkena penyakit jantung koroner.

3. Penggunaan Waktu Lebih Efisien

Kerja
Jam kerja efisien dan efektif (Foto: Unsplash/Aron Visuals)

Jika kamu terbiasa dengan pola pikir bahwa kamu harus menyelesaikan pekerjaan sebelum pukul 5 sore, kamu akan menyadari bahwa sebenarnya tidak ada banyak waktu. Waktumu pun lebih efisien. Tidak ada gangguan yang tidak penting seperti ngopi terlalu lama, ngobrol bersama rekan kerja, dan lain-lain. Keterampulan mengatur waktumu pun lebih baik.

Baca Juga:

Freelancer, Simak Nih Cara Mengatur Keuangan Biar Cepat Kaya

4. Batasan privasi

Kerja tepat waktu
Beri batasan pada pekerjaan (Foto; Pexels/EVG photos)

Menetapkan batasan dan membiarkan rekan kerjamu tahu bahwa kamu akan meninggalkan kantor pada pukul 5 sore baik untuk suasana di kantor. Bahkan jika temanmu lebih memilih untuk tetap lembur, caramu telah menciptakan lingkungan kerja yang kondusif. Sangat penting untuk memahami kapan pekerjaan harus berakhir dan kehidupan pribadimu sendiri di mulai.

5. Waktu untuk keluarga

Kerja ontime
Lebih banyak waktu untuk keluarga (Foto Pexels/J carter)

Ketika kamu meninggalkan meja tepat wktu, kamu akan merasakan betapa menyenangkannya memiliki satu atau dua jam ekstra setiap harinya hanya untuk dirimu sendiri. Kumpul bersama teman dan keluarga, olahraga, membawa peliharaan ke taman. Kamu akan memiliki banyak waktu untuk hobimu. Tak harus melibatkan orang lain, menghabiskan waktu sendiri pun penting untuk kesehatan mental dan kesehatan fisik jangka panjang. (avia)

Baca Juga:

Ingin Sukses di Tempat Kerja? Latih 'Soft Skill'

#Rekan Kerja #Stres Kerja #Dunia Kerja #Pekerjaan #Semangat Kerja
Bagikan
Ditulis Oleh

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul

Berita Terkait

Indonesia
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
PHK 2026 kini sudah menembus 23.470 orang. Komisi IX DPR pun mendesak hak pekerja segera dipenuhi.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
PHK 2026 Meningkat, DPR Desak Pemenuhan Hak Pekerja dan Pengawasan Ketat
Indonesia
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
PHK Krakatau Osaka Steel menjadi alarm. DPR mendesak pemerintah untuk menyelamatkan industri baja nasional.
Soffi Amira - Jumat, 08 Mei 2026
PHK Krakatau Osaka Steel Jadi Alarm, DPR Desak Pemerintah Selamatkan Industri Baja Nasional
Indonesia
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Jumlah pengangguran di Jakarta kini mencapai 333 ribu orang. Lulusan SMA/SMK paling terdampak.
Soffi Amira - Rabu, 06 Mei 2026
Pengangguran di Jakarta Tembus 333 Ribu Orang, Lulusan SMA Paling Terdampak
Indonesia
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Jakarta Fair Kemayoran 2026 membuka lowongan kerja part time. Ada 20 posisi yang dibuka untuk event tersebut.
Soffi Amira - Senin, 04 Mei 2026
Jakarta Fair Kemayoran 2026 Buka Lowongan Kerja Part Time, Simak Syarat dan Cara Daftarnya!
Indonesia
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Program MBG telah memperkuat ekonomi rakyat. Kini, MBG sudah menyerap sebanyak 1,18 juta tenaga kerja di Indonesia.
Soffi Amira - Kamis, 16 April 2026
Program MBG Perkuat Ekonomi Rakyat, Sudah Serap 1,18 Juta Tenaga Kerja
Indonesia
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Penentuan hari pelaksanaan WFH tidak diatur secara baku oleh pemerintah karena kebijakan tersebut bersifat imbauan sehingga fleksibilitas menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 April 2026
Perusahaan Bebas Tentukan Hari WFH Pekerja Swasta
Indonesia
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Adapun ketentuan dalam SE WFH tersebut meliputi upah atau gaji dan hak lainnya tetap dibayarkan sesuai ketentuan
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Menaker Minta Perusahaan Swasta Terapkan WFH Seminggu Sekali, Upah Tetap Dibayar Penuh
Indonesia
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Kelompok yang sebelumnya yakin untuk pensiun jadi memilih untuk tidak pensiun karena melihat perkembangan situasi yang ada saat ini.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 17 Februari 2026
Tekanan dan Pengeluaran Keuangan Meningkat, Mayoritas Pekerja Tunda Pensiun
Indonesia
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Rp 8.400 Per Bulan Bagi Pekerja Informal Diperpanjang
Menaker Yassierli pun telah menerima aspirasi dari sejumlah perwakilan pekerja platform, yang berkaitan dengan keadilan dan transparansi dalam ekosistem kerja platform.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 12 Februari 2026
Iuran Jaminan Kecelakaan Kerja dan Kematian Rp 8.400 Per Bulan Bagi Pekerja Informal Diperpanjang
Indonesia
Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan di Solo Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter
Seorang pekerja bangunan di Solo terjatuh dari ketinggian tujuh meter, setelah tersengat listrik. Kini, korban sudah mendapat penanganan medis.
Soffi Amira - Selasa, 10 Februari 2026
Tersengat Listrik, Pekerja Bangunan di Solo Terjatuh dari Ketinggian 7 Meter
Bagikan