Alasan PSI Tolak 'Presidential Threshold'

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 16 Juni 2017
Alasan PSI Tolak 'Presidential Threshold'

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia Grace Natalie. (MP/Rizki Fitrianto)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Ambang batas persentase pencalonan Presiden dan Wakil Presiden (presidential threshold/PT) menjadi momok bagi demokrasi di tanah air. Tak hanya akan membatasi partai yang boleh mencapreskan diri, tapi dengan adanya presidential threshold sebesar 20-25 jelas akan memangkas bibit-bibit baru pemimpin bangsa yang potensial.

Padahal, Jika dilihat dari penampilan dan kinerja, banyak kepala daerah yang mumpuni untuk diorbitkan menjadi pemimpin bangsa. Hanya saja, jika presidential threshold menjadi sebuah aturan, maka kemungkinan besar orang-orang ini gagal muncul.

"Posisi kami jelas tidak setuju dengan adanya PT, kenapa? kalau tidak ada (PT) yang diuntungkan itu masyarakat Indonesia, bukan partai kecil atau menengah," kata Ketua Umum DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Grace Natalie saat dijumpai di Kantornya di Kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Jumat (16/6).

Menurutnya, tidak adanya aturan ambang batas pencapresan akan membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun untuk dapat ikut berkompetisi di pemilu serentak mendatang.

"Kalau itu dibuka seluasnya, jadi setiap partai asal lolos verifikasi bisa mencalonkan satu orang. Jadi, kalau ada 10 partai ada 10 calon," ujarnya.

Dengan demikian, orang-orang yang berprestasi di daerahnya masing-masing punya kesempatan yang sama dengan Ketua Partai atau fungsionarisnya. Semakin banyak calonnya, masyarakat akan semakin selektif memilih yang terbaik.

"Jadi terbuka kesempatan bagi siapa pun, seperti bu Risma, kang Emil, dan kepala daerah lain yang baik kinerjanya. kalau pintu kontestasi terbuka lebar maka calonnya akan berkualitas dan calonnya lebih banyak dan masyarakat bisa pilih yang terbaik dari yang bagus. Jadi, opsi lebih banyak lebih berkualitas," ucapnya.

Selain itu, katanya, dengan tidak adanya aturan PT ini, dipastikan tingkat partisipasi masyarakat untuk memilih pemimpinnya akan lebih tinggi.

"Kemudian kalau calonnya lebih banyak angka pertisipasi meningkat. Jadi, kalau gak begitu pasti gak jauh dari ketua partai atau dari orang lama. Kita tidak akan melihat kepala daerah yang berprestasi maju ke kancah nasional," imbuhnya. (Fdi)

Baca berita terkait ambang batas pencalonan Presiden dan Wakil Presiden lainnya di: Pemerintah Tetap Inginkan Presidential Threshold 20-25 Persen

#Pilpres #PSI #Grace Natalie
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Calon presiden Flavio Bolsonari memperoleh suara 47,23 persen. Kemudian, Lula da Silva memperoleh suara 44,93 persen.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 05 Oktober 2026
Pilpres Brazil 2 Putaran, Petahana Dikalahkan Oposisi
Indonesia
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
“Di PSI itu ada mekanisme partai yang harus dilalui semuanya. Jadi harus melalui mekanisme partai,” ujar Jokowi
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Sinyal Jokowi Gantikan Anaknya Jadi Ketum PSI
Indonesia
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Padahal, mantan Wali Kota Solo ini telah resmi login PSI pada 14 Oktober 2025.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Buka Alasan Pamerkan KTA PSI, Singgung Momentum dalam Politik
Indonesia
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Masuknya Jokowi ke PSI tidak semata-mata perlu dilihat dari sisi administratif sebagai bergabungnya seorang mantan presiden ke sebuah partai politik.
Dwi Astarini - Senin, 28 September 2026
Jokowi Resmi Gabung PSI, Partai Lain Mulai Hitung Ulang Peta Politik 2029
Indonesia
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
setiap warga negara, termasuk mantan presiden, memiliki hak politik yang sama.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Gerindra Ogah Kometari Mendalam Soal Jokowi Pamer KTA PSI
Indonesia
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Jokowi mengatakan bergabungnya ke PSI sudah dari 14 Oktober 2025. Ia membuka hal tersebut lantaran masih banyak pihak yang mempertanyakan posisinya.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Cerita Jokowi Kantongi Nomor Anggota PSI dan Jadi Pengurus Tertinggi
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Wacana-wacana itu masih merupakan perbincangan di antara partai politik dan belum masuk tahapan pembahasan di DPR RI.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 22 September 2026
Puan Pastikan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Pilpres Masih Wacana
Indonesia
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Deddy meminta pembahasan mengenai mekanisme tersebut dilakukan setelah dokumen resmi revisi UU Pemilu tersedia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
PDIP Tunggu Naskah Akademik Capres-Cawapres Harus Diusung 2 Fraksi DPR
Indonesia
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Staf PJLP Pemprov DKI Jakarta mengeluhkan upah yang diterima masih menggunakan perhitungan UMP 2025, meski tahun 2026 sudah berjalan.
Wisnu Cipto - Sabtu, 05 September 2026
PJLP DKI Menjerit Upah Masih Pakai UMP 2025, PSI Tuntut Tanggung Jawab Pemprov
Bagikan