Mengapa Neno Warisman Tak Pantas Dapat Gelar Laksamana Muda Cut Nyak Dien?

Andika PratamaAndika Pratama - Selasa, 02 Oktober 2018
Mengapa Neno Warisman Tak Pantas Dapat Gelar Laksamana Muda Cut Nyak Dien?

Neno warisman. (Facebook)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Tokoh muda Aceh Thamren Ananda mengkritik pemberian gelar Laksamana Muda Cut Nyak Dien untuk penggerak #2019GantiPresiden Neno Warisman

"Pemberian gelar untuk pejuang Aceh itu tidak pantas diberikan kepada (tim) kampanye peserta pemilu capres dan cawapres, karena mencederai nilai-nilai sejarah perjuangan masyarakat Aceh," kata Thamren Ananda seperti dikutip dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Selasa (2/10)

Neno Warisman

Menurut Thamren, pemberian gelar Laksamana Muda Cut Nyak Dien kepada Neno Warisman telah mengoyak sejarah masyarakat Aceh. Thamrin memberikan sejumlah penjelasan untuk memperkuat argumentasinya yang mempersoalkan pemberian gelar untuk Neno Warisman.

Pertama, mekanisme pemberian gelar di Aceh kepada seseorang sudah diatur melalui lembaga Wali Nanggroe dan yang berhak memberikan gelar juga Wali Nanggroe. Kedua, untuk memberikan gelar kepada seseorang harus melalui proses yang panjang, terutama meneliti rekam jejak penerimanya.

"Si penerima gelar harus memiliki 'attitude', rekam jejak, serta kontribusi yang nyata terhadap pembangunan masyarakat Aceh," katanya.

Karena itu, Thamren mempertanyakan motivasi di balik pemberian gelar untuk Neno Warisman, karena penerimanya dinilai tidak memenuhi kedua syarat tersebut.

Thamren juga menyarankan panitia pemberi gelar tersebut segera mencabut gelar untuk Neno, sekaligus meminta maaf kepada masyarakat di Bumi Serambi Mekah itu.

Neno Warisman sedang berorasi. Baru-baru ini, ia menjadi bahan perbincangan karena berbicara di depan penumpang pesawat terbang komersial, selayaknya seorang pramugari. Instagram/@akhi_alvien

"Pemberian gelar itu merupakan tindakan ceroboh yang hanya didasari motif memburu kekuasaan," katanya. Sebelumnya, Neno berada di Nanggroe Aceh Darussalam, Minggu (30/9), mengukuhkan komunitas #2019PrabowoSandi di Gedung Haji Yusriah Lampeneurut, Aceh Besar.

Neno Warisman yang hadir di acara tersebut didampingi Ketua DPD Partai Gerindra Aceh TA Khalid dan mantan Panglima GAM Muzakir Manaf selaku Dewan Penasihat Badan Pemenangan Nasional Prabowo-Sandiaga Uno, dan menerima gelar kehormatan Laksamana Muda Cut Nyak Dien dari Raja Meureuhom Daya, Saifullah.

Sebelumnya, pegiat sejarah Aceh Mizuar Mahdi juga mengecam penyematan gelar kehormatan Laksamana Muda Cut Nyak Dien kepada Neno Warisman yang dinilai tidak pantas.

"Laksamana itu adalah kepangkatan dan berurusan dengan kemaritiman, serta Cut Nyak Dien itu adalah pejuang yang berperang melawan Belanda," katanya. (*)

#Neno Warisman #Aceh
Bagikan
Ditulis Oleh

Andika Pratama

Berita Terkait

Berita
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Berdasarkan prakiraan BMKG, hampir seluruh wilayah Aceh berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat memicu bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang, khususnya pada periode 11 hingga 20 April 2026.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem, Aceh Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga 20 April
Indonesia
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Komisi V DPR mendorong percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di Aceh. Langkah tersebut dinilai sangat krusial.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
DPR Dorong Percepat Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Aceh, Pemerintah Diminta Segera Bergerak
Indonesia
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Dua jembatan darurat baru dibangun setelah bencana hidrometeorologi akhir November 2025.
Frengky Aruan - Selasa, 07 April 2026
Banjir Bandang Kembali Terjang Aceh Tengah, Sebabkan 2 Jembatan Darurat Ambruk
Indonesia
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Kayu hanyutan akibat banjir di Aceh, Sumut, dan Sumbar dimanfaatkan untuk hunian sementara hingga sumber PAD. Ini strategi pemerintah pascabencana.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 03 April 2026
Kayu Hanyutan di Aceh hingga Sumbar Dipakai Bangun Huntara Warga
Berita Foto
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Presiden Prabowo Subianto mencium seorang anak saat Halalbihalal usai melaksanakan shalat Idul Fitri 1447 H di Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu (21/3/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 21 Maret 2026
Momen Haru Halalbihalal Idulfitri 1447 H Prabowo Subianto Bersama Warga Aceh Tamiang
Indonesia
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Presiden RI Prabowo Subianto mengatakan proses pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Aceh berjalan sangat cepat.
Frengky Aruan - Sabtu, 21 Maret 2026
Sebut Kondisi di Aceh Sudah Normal, Prabowo: Tak Ada Lagi Warga di Tenda Pengungsian dan Listrik 100 Persen Menyala
Tradisi
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Tradisi Meugang di Aceh menjadi momen memasak dan menyantap daging bersama keluarga menjelang Idul Fitri, Idul Adha, dan Ramadan.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 14 Maret 2026
Tradisi Meugang di Aceh: Momen Memasak Daging Bersama Jelang Lebaran
Indonesia
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, terdampar di Sri Lanka setelah mesin perahu motor ditumpanginya rusak di Samudra Hindia.
Dwi Astarini - Sabtu, 14 Maret 2026
Hilang Sejak 1 Februari, Nelayan Aceh Dilaporkan Terdampar di Sri Lanka
Indonesia
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Polda Aceh meminta warga tak panik dan terpancing di tengah isu stok BBM tinggal 20 hari lagi. Polisi akan menindak tegas pelaku yang menimbun BBM.
Soffi Amira - Jumat, 06 Maret 2026
Isu Stok BBM Tinggal 20 Hari, Polda Aceh Minta Warga tak Panik dan Terpancing
Tradisi
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Meugang merupakan tradisi masyarakat Aceh dengan menyembelih dan memasak daging, umumnya sapi atau kambing, untuk disantap bersama keluarga.
Dwi Astarini - Rabu, 04 Maret 2026
Meugang, Tradisi Berbagi yang Menghangatkan Ramadan di Aceh
Bagikan