MerahPutih.com - Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten terpilih menjadi pilot project atau percontohan dalam penerapan program makan siang gratis bagi siswa SD dan SMP di Indonesia, yang terbagi dalam tiga tipologi sekolah.
"Dari Pak Penjabat (Pj) Bupati Tangerang menyiapkan tiga tipe sekolah di sini untuk program makan gratis ini, seperti yang di perkotaan, perdesaan, dan pesisir," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartato di Tangerang, Kamis (29/2).
Baca Juga:
Simulasi Program Makan Gratis di SMPN 2 Curug, Menu Somay hingga Gado-Gado
Menurut Airlangga, ketiga tipologi sekolah itu membuat Kab Tangerang paling tepat jadi lokasi percontohan program makan siang gratis dan nantinya bisa diterapkan untuk daerah lainnya di Indonesia. "Jadi ini representasi untuk daerah lain di Indonesia," imbuhnya dilansir dari Antara.
Dalam kesempatan itu, Airlangga turut hadir mengecek langsung simulasi penerapan program makan siang gratis di SMPN 2 Curug Kab Tangerang, Banten itu. Semua menu yang tersedia dalam uji coba ini terdiri dari nasi ayam, nasi semur telur, siomay, dan gado-gado, yang masing-masing dihargai Rp 15 ribu per porsi.
Baca Juga:
Program Makan Siang Gratis Mulai Disimulasikan, Gibran: Biar Tepat Sasaran
Ketua Umum Golkar itu menjelaskan memberikan makan gratis saat ini memang masih dalam pembahasan pemerintah pada Kebijakan Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2025 di rapat kabinet.
Dari hasil rapat tersebut, kata dia, belum ada keputusan lebih lanjut mengenai skema anggaran program makan siang gratis yang diusulkan pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Sejauh ini, pemerintah baru memutuskan untuk membahas program tersebut dalam KEM-PPKF 2025.
Lebih jauh, Airlangga menambahkan program makan siang gratis bermanfaat bagi para pelaku UMKM, salah satunya menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, sekaligus menekan kasus stunting di Indonesia.
"Satu lagi, saya lihat anak-anak dapat uang jajan Rp10.000 sampai Rp15.000 itu dipakai untuk berangkat sekolah, beli makanan. Maka dengan ada program ini bisa membantu anak-anak. Demikian program ini jadi tepat, gizi dan kalori tepat untuk para pelajar," papar dia. (*)
Baca Juga: