MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan baru saja melantik dan merotasi 1.125 pejabat eselon 2, 3, dan 4 di lingkingan Pemprov DKI Jakarta. Mirisya ada beberapa eselon 2 yang didemosi atau penurunan jabatan.
Anies mengungkapkan bahwa pertimbangan medemosi pegawai ditingkat kepala dinas sudah diperhitungkan sejak tahun 2018 lalu. Penurunan jabatan itu, Menurut dia, merupakan penilian atas capaian kinerja para pemimpin.
"Capaian program. Jadi KSD kita, itu lengkap apa yang harus dikerjakan. Di semester pertama 2018 apa semester kedua apa itu ada ukurannya. Itu tercapai atau tidak itu kita ukur," ujar Anies di kawasan Cakung, Jakarta, Selasa (26/2).
Anies mengungkapkan, sebelum diturunkan jabatan para pegawai tersebut melalui proses pemeriksaan untuk di Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh pihak terkait. Jadi tak mungkin bagi pejabat yang didemosi tak diberitahukan sebelum ada pelantikan.
"Bagi mereka yang tidak tercapai ada proses pemeriksaan. Jadi ada BAP dulu, ada proses pemeriksaan dan ditunjukkan datanya. Jadi bukan sesuatu yang mereka tidak tahu," jelasnya.
Disamping itu juga, Anies menuturkan, serapan anggaran juga menjadi salah satu faktor penting bagi mereka yang diberikan tugas sebagai pemimpin.
"Kemudian juga pelaksanaan program serapan," tutupnya.
Adapun beberapa pegawai Pemprov DKI yang didemosi Anies yakni Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta, Teguh Hendarwan yang sebelumnya eselon II menjadi hanya staff.
Tidak hanya Teguh, ada juga eselon 2 yang terjun payung seperti Yani Wahyu yang dulu menjabat Kasatpol PP DKI Jakarta kini mengemban tugas menjadi Asisten Deputi Bidang Budaya.
Kemudian, Mantan Kadis Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta Isnawa Adji. Dirinya didemosi sehingga saat ini menjabat Wakil Wali Kota Jakarta Selatan.
Lalu juga Jupan Royter yang sempat menjabat sebagai Kepala Badan Penanggulangan Bencana dan Daerah (BPBD) DKI Jakarta turun dari eselon IIa menjadi eselon IIb. (Asp)