Alarm Tidur Seperti Apa yang Paling Tepat?

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Jumat, 28 Mei 2021
Alarm Tidur Seperti Apa yang Paling Tepat?

Gunakan bunyi alarm yang bikin tenang saat bangun tidur. (Foto: Unsplash/Amanda Jones)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KEBANYAKAN orang menyetel alarm untuk membantu mereka beraktivitas, seperti pergi ke kantor, sekolah, atau berolahraga. Tapi sayangya, sebagian orang masih sulit bangun ketika alarm mereka bunyi. Lalu, bagaimana alarm yang sebenarnya ampuh?

Mengutip laman Hellosehat, suasana kamar tidur menjadi hal yang penting untuk kamu perhatikan jika ingin tidur nyenyak. Sleep Foundation merekomendasikan suasana kamar dengan pencahayaan yang gelap dan hening alias jauh dari kebisingan. Suasana seperti ini bisa membuat hati dan pikiran jadi lebih tenang sehingga lebih mudah tertidur.

Sebaliknya, jika suasana kamarmu berisik, sudah pasti tidur menjadi tidak nyaman. Munculnya bunyi-bunyian inilah yang dijadikan sebagian besar orang untuk membantu mereka bangun tidur sesuai rencana, contohnya bunyi alarm.

Baca juga:

Leher Menghitam, Alarm untuk Cek Kondisi Kesehatan

Alarm Tidur Seperti Apa yang Paling Tepat?
Coba tidur lebih awal. (Foto: Unsplash/Gregory Pappas)

Herzing University juga menyarankan hal ini jika ingin bangun pagi. Namun dengan catatan, kamu tidak meletakkan alarm di tempat yang mudah dijangkau. Alasannya, karena hal ini bisa mempermudahmu untuk menekan tombol snooze dan menunda jam bangun tidur.

Meski menyetel alarm cukup ampuh, pilihan bunyi atau musik pada alarm ternyata perlu diperhatikan. Sebuah studi oleh RMIT University menunjukkan bahwa pilihan bunyi alarm berpengaruh pada kondisi setelah kamu bangun dari tidur.

Alarm dengan musik yang tentang dapat meningkatkan kewaspadaan. Itu artinya, kamu akan lebih cepat beradaptasi dengan kondisi sekitar setelah bangun dan bergegas untuk bangkit dari kasur.

Baca juga:

Bahaya, Kurang Tidur Bikin Selalu Negative Thinking

Sementara alam dengan musik yang keras, cenderung membuat kamu bangun dengan kondisi kaget. Bangun dengan kondisi seperti ini bisa membuat suasana hati jadi buruk. Kamu mungkin akan lebih mudah marah atau rentan mengalami sakit kepala.

Guna mengetahui mekanismenya, peneliti mengamati dua bunyi alarm bangun tidur, yakni bip bip dan lagu Close To Me dari The Cure pada otak. Hasilnya, bunyi bip bip yang keras mengganggu dan membingungkan aktivitas otak saat bangun tidur. Sementara bunyi bermelodi membantu otak dan tubuh bertransisi dari kondisi tidur ke bangun dengan cara yang efektif.

Selain menyetel alarm, kamu sebaiknya tidur lebih awal, hindari ngemil tengah malam, dan lakukan kebiasaan yang bikin tidurmu lebih nyenyak. (and)

Baca juga:

Coba Malam Ini, 3 Posisi Tidur Ini Sangat Menyehatkan

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan