Film

Alanis Morissette Kritik Dokumenter 'Jagged'

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 15 September 2021
Alanis Morissette Kritik Dokumenter 'Jagged'

Alanis Morissette tolak film 'Jagged'. (nbcnews.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ALANIS Morissette tidak senang dengan film dokumenter HBO yang akan segera tayang berjudul Jagged. Pada Selasa (14/9), penyanyi berusia 47 tahun itu mengkritik film tersebut dalam sebuah pernyataan.

Pelantun You Oughta Know itu mengatakan, setelah melihat potongan pertama film tersebut, dia tidak setuju dengan 'agenda cabul' dan menuduh bahwa dia 'terbuai dengan rasa aman yang salah'. Demikian diberitakan ET Online.

Dalam siaran pers, HBO menggambarkan Jagged sebagai eksplorasi intim penyanyi dan album populernya pada 1995, Jagged Little Pill. Film dokumenter itu disutradarai Alison Klayman dan dijadwalkan akan dirilis pada musim gugur. ET telah menghubungi HBO untuk memberikan komentar.

BACA JUGA:

Hampir 2 Dekade Bersama Warner Bros., Kali Ini Christopher Nolan Membuat Film Untuk Universal

"Saya setuju untuk berpartisipasi dalam sebuah artikel tentang perayaan ulang tahun ke-25 Jagged Little Pill dan diwawancarai ketika kondisi sangat rentan (ketika mengalami depresi pascapersalinan ketiga, selama lockdown)," kata Morissette dalam pernyataannya.

alanis morissette
World Tour Alanis Morissette menjadi salah satu alasan dia memilih tidak ikut promosi. (seattletimes.com)

"Saya terbuai dengan rasa aman yang salah dan agenda cabul mereka menjadi jelas segera setelah saya melihat potongan pertama film tersebut," tekan Morissette.

"Saat itulah saya tahu bahwa visi kami sebenarnya sangat berbeda," lanjut pernyataan itu, "Ini bukan cerita yang saya setuju untuk ceritakan. Saya duduk di sini sekarang mengalami dampak penuh dari memercayai seseorang yang ternyata tidak bisa dipercaya."

Morissette menyatakan tidak akan menghadiri acara apa pun yang mempromosikan film dokumenter itu. "Saya telah memilih untuk tidak menghadiri acara apa pun mengenai film ini karena dua alasan: satu karena saya sedang tur sekarang," katanya.

Dan, alasan kedua adalah, tidak seperti banyak 'cerita' dan biografi yang tidak sah di luar sana selama bertahun-tahun, yang satu ini mencakup implikasi dan fakta yang sama sekali tidak benar.

"Meskipun ada keindahan dan beberapa elemen akurasi dalam cerita saya ini, pada akhirnya saya tidak akan mendukung pandangan reduktif orang lain tentang sebuah cerita yang terlalu bernuansa dalam pemahaman atau penceritaan," Morissette menjelaskan.

The Washington Post melaporkan, dalam film dokumenter tersebut, Morissette membuat tuduhan pemerkosaan, yang menyatakan banyak pria melakukan hubungan seks dengannya ketika dia menjadi bintang pop berusia 15 tahun di Kanada. Dia tidak menyebutkan nama salah satu tersangka pelakunya.

alanis morisstte
Dari potongan pertama film dokumenter itu, Morissette berpendapat ada "agenda cabul". (vanityfair.com)

Surat kabar tersebut mencatat bahwa meski usia legal Kanada untuk consent sekarang 16 tahun, kala Morissette masih remaja, usia consent masih 14 tahun. Dalam undang-undang tersebut juga dikatakan, usia itu bisa lebih ketika ada hubungan kepercayaan, otoritas atau ketergantungan.

"Butuh waktu bertahun-tahun dalam terapi untuk mengakui ada segala jenis viktimisasi di pihak saya," katanya dalam film tersebut.

"Saya akan selalu mengatakan saya consent, dan kemudian saya akan diingatkan seperti, 'Hei, kamu berusia 15 tahun, kamu tidak bisa consent pada usia 15 tahun.' Sekarang saya berpikir, 'Oh ya, mereka semua pedofil. Itu semua pemerkosaan menurut undang-undang.' Saya memang memberi tahu beberapa orang tapi tidak didengar," tambah Morissette.(aru)

#Film #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
MADMAX Buka Jalan menuju EP Perdana lewat Single 'Not With U'
Melalui Not With U, MADMAX menyoroti situasi ketika seseorang menerima perhatian yang tidak diinginkan serta hubungan yang hanya berjalan dari satu pihak.
Dwi Astarini - 1 jam, 38 menit lalu
MADMAX Buka Jalan menuju EP Perdana lewat Single 'Not With U'
ShowBiz
Rekomendasi Film Horor Indonesia Juli 2026, Siap Hadirkan Kengerian hingga Teror di Bioskop
Simak daftar 5 film horor Indonesia yang tayang di bioskop sepanjang Juli 2026. Mulai dari 402 Rumah Sakit Angker Korea hingga Sajen Satu Suro.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 20 menit lalu
Rekomendasi Film Horor Indonesia Juli 2026, Siap Hadirkan Kengerian hingga Teror di Bioskop
ShowBiz
The Jesus and Mary Chain Sambangi Indonesia untuk Pertama Kali, Tampil di Bali dan Jakarta November 2026
Setelah lebih dari empat dekade berkarier, The Jesus and Mary Chain akhirnya menyapa penggemar Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 38 menit lalu
The Jesus and Mary Chain Sambangi Indonesia untuk Pertama Kali, Tampil di Bali dan Jakarta November 2026
ShowBiz
SORE Ze Band Hadirkan Nuansa Reflektif Lewat Single 'Surya Jelang Menepi'
SORE Ze Band merilis single 'Surya Jelang Menepi'. Hadirkan nuansa reflektif dan puitis tentang kenangan, perpisahan, serta keikhlasan dalam melepaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
SORE Ze Band Hadirkan Nuansa Reflektif Lewat Single 'Surya Jelang Menepi'
ShowBiz
Kunto Aji Hadirkan Single 'bERANI', Angkat Makna Keberanian Lewat Kisah Sederhana tentang Cinta
Kunto Aji merilis single terbaru 'bERANI' pada 25 Juni 2026. Mengangkat makna keberanian dalam menjaga orang-orang yang dicintai.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
Kunto Aji Hadirkan Single 'bERANI', Angkat Makna Keberanian Lewat Kisah Sederhana tentang Cinta
ShowBiz
AXEAN Festival 2026 Kembali Digelar di Bali, Hadirkan Musisi Asia Tenggara hingga Prancis
AXEAN Festival 2026 kembali hadir di Bali dengan lineup perdana yang menampilkan musisi Indonesia, Asia Tenggara, hingga Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
AXEAN Festival 2026 Kembali Digelar di Bali, Hadirkan Musisi Asia Tenggara hingga Prancis
ShowBiz
The Changcuters Rilis Album Baru 'WOW MA', Kembali ke Jalur Indie Setelah 5 Tahun
The Changcuters resmi merilis album studio kedelapan bertajuk WOW MA. Album ini menjadi penanda kembalinya mereka ke jalur independen setelah lima tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 26 Juni 2026
The Changcuters Rilis Album Baru 'WOW MA', Kembali ke Jalur Indie Setelah 5 Tahun
ShowBiz
19 Tahun setelah Filmnya Rilis, Soundtrack '3 Hari untuk Selamanya' Hadir dalam Format Vinyl
Film ini tidak hanya meninggalkan jejak penting bagi industri film nasional, tetapi juga menjadi bagian bersejarah dalam perjalanan musik grup Float.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
19 Tahun setelah Filmnya Rilis, Soundtrack '3 Hari untuk Selamanya' Hadir dalam Format Vinyl
ShowBiz
Lagu 'Sunday' Jadi Bagian Penting Album Debut The Cranberries, Simak Liriknya
Lagu 'Sunday' dari The Cranberries dirilis pada 1993 dan menjadi bagian dari album debut Everybody Else Is Doing It, So Why Can't We?.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Lagu 'Sunday' Jadi Bagian Penting Album Debut The Cranberries, Simak Liriknya
ShowBiz
Bernadya Rilis Album Kedua 'Semoga Hanya di Mimpi', Angkat Tema Ketakutan di Tengah Kebahagiaan
Bernadya resmi merilis album kedua 'Semoga Hanya di Mimpi'. Mengangkat tema kecemasan hingga ketakutan yang muncul saat hidup sedang berjalan baik.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Juni 2026
Bernadya Rilis Album Kedua 'Semoga Hanya di Mimpi', Angkat Tema Ketakutan di Tengah Kebahagiaan
Bagikan