ALANIS Morissette tidak senang dengan film dokumenter HBO yang akan segera tayang berjudul Jagged. Pada Selasa (14/9), penyanyi berusia 47 tahun itu mengkritik film tersebut dalam sebuah pernyataan.
Pelantun You Oughta Know itu mengatakan, setelah melihat potongan pertama film tersebut, dia tidak setuju dengan 'agenda cabul' dan menuduh bahwa dia 'terbuai dengan rasa aman yang salah'. Demikian diberitakan ET Online.
Dalam siaran pers, HBO menggambarkan Jagged sebagai eksplorasi intim penyanyi dan album populernya pada 1995, Jagged Little Pill. Film dokumenter itu disutradarai Alison Klayman dan dijadwalkan akan dirilis pada musim gugur. ET telah menghubungi HBO untuk memberikan komentar.
BACA JUGA:
Hampir 2 Dekade Bersama Warner Bros., Kali Ini Christopher Nolan Membuat Film Untuk Universal
"Saya setuju untuk berpartisipasi dalam sebuah artikel tentang perayaan ulang tahun ke-25 Jagged Little Pill dan diwawancarai ketika kondisi sangat rentan (ketika mengalami depresi pascapersalinan ketiga, selama lockdown)," kata Morissette dalam pernyataannya.
"Saya terbuai dengan rasa aman yang salah dan agenda cabul mereka menjadi jelas segera setelah saya melihat potongan pertama film tersebut," tekan Morissette.
"Saat itulah saya tahu bahwa visi kami sebenarnya sangat berbeda," lanjut pernyataan itu, "Ini bukan cerita yang saya setuju untuk ceritakan. Saya duduk di sini sekarang mengalami dampak penuh dari memercayai seseorang yang ternyata tidak bisa dipercaya."
Morissette menyatakan tidak akan menghadiri acara apa pun yang mempromosikan film dokumenter itu. "Saya telah memilih untuk tidak menghadiri acara apa pun mengenai film ini karena dua alasan: satu karena saya sedang tur sekarang," katanya.
Dan, alasan kedua adalah, tidak seperti banyak 'cerita' dan biografi yang tidak sah di luar sana selama bertahun-tahun, yang satu ini mencakup implikasi dan fakta yang sama sekali tidak benar.
"Meskipun ada keindahan dan beberapa elemen akurasi dalam cerita saya ini, pada akhirnya saya tidak akan mendukung pandangan reduktif orang lain tentang sebuah cerita yang terlalu bernuansa dalam pemahaman atau penceritaan," Morissette menjelaskan.
The Washington Post melaporkan, dalam film dokumenter tersebut, Morissette membuat tuduhan pemerkosaan, yang menyatakan banyak pria melakukan hubungan seks dengannya ketika dia menjadi bintang pop berusia 15 tahun di Kanada. Dia tidak menyebutkan nama salah satu tersangka pelakunya.
Surat kabar tersebut mencatat bahwa meski usia legal Kanada untuk consent sekarang 16 tahun, kala Morissette masih remaja, usia consent masih 14 tahun. Dalam undang-undang tersebut juga dikatakan, usia itu bisa lebih ketika ada hubungan kepercayaan, otoritas atau ketergantungan.
"Butuh waktu bertahun-tahun dalam terapi untuk mengakui ada segala jenis viktimisasi di pihak saya," katanya dalam film tersebut.
"Saya akan selalu mengatakan saya consent, dan kemudian saya akan diingatkan seperti, 'Hei, kamu berusia 15 tahun, kamu tidak bisa consent pada usia 15 tahun.' Sekarang saya berpikir, 'Oh ya, mereka semua pedofil. Itu semua pemerkosaan menurut undang-undang.' Saya memang memberi tahu beberapa orang tapi tidak didengar," tambah Morissette.(aru)