Ramadan 2022

Ajarkan Anak Berpuasa Tanpa Memaksa

P Suryo RP Suryo R - Minggu, 17 April 2022
Ajarkan Anak Berpuasa Tanpa Memaksa

Anak boleh berpuasa asalkan didukung oleh asupan nutrisi yang tepat. (Foto: freepik/rawpixels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MULAI mengajarkan anak berpuasa alangkah baik dilakukan sedini mungkin. Pada anak-anak berusia tujuh tahun ke atas sudah boleh melakukan puasa. Dari laman Alodok menyatakan bahwa pada segi medis, anak-anak pada usia tersebut dapat menjalani puasa secara aman, asalkan didukung oleh asupan nutrisi yang tepat.

Berpuasa dapat memberi manfaat kesehatan bagi mereka yang menjalankannya. Dengan catatan, dilakukan dengan benar. Namun jika dilakukan tidak sesuai aturan, puasa bisa memberi efek negatif bagi tubuh seperti maag dan dehidrasi.

Saat berpuasa, biasanya kadar asam lambung dapat berkurang. Namun, memikirkan makanan atau membayangkan aromanya bisa membuat produksi asam lebih banyak pada perut hingga memicu maag. Dehidrasi merupakan kondisi yang biasa terjadi saat berpuasa. Selama berpuasa, tubuh terus-menerus kehilangan air dan garam pada tubuh. Kedua zat ini terpakai saat tubuh bernapas, berkeringat, dan buang air kecil. Sementara, selama berpuasa tubuh tidak mendapat pasokan air dan garam.

Kondisi ini bisa membuat Si Kecil menjadi lesu, bibirnya kering, matanya cekung, pusing, terlihat stres, atau bahkan pingsan. MP merangkum tips mengajari anak untuk berpuasa dan tetap menjaga agar tubuhnya tetap sehat:

Baca Juga:

Tips Pola Makan di Bulan Puasa Untuk Penderita Maag

Tidak berpuasa penuh

puasa
Jangan langsung menyuruh anak untuk berpuasa sehari penuh. (Foto: freepik/tirachardz)

Mengajari anak untuk berpuasa harus dilakukan secara perlahan-lahan. Disarankan untuk mengajarinya menahan haus dan lapar selama beberapa jam terlebih dahulu. Jangan langsung menyuruh anak untuk berpuasa sehari penuh. Sebagai contoh, Si Kecil bisa mulai berpuasa sejak waktu imsak hingga jam 10. Setelah beberapa hari, dia bisa berbuka puasa pada jam 12 siang (puasa setengah hari). Begitu seterusnya hingga dia merasa kuat untuk berpuasa secara penuh sedari imsak hingga Magrib tiba.

Sahur

puasa
Makan sahur merupakan hal penting saat berpuasa, apalagi bagi anak. (Foto: freepik/8photo)

Sahur mungkin menjadi waktu yang paling menguji kesabaranmu. Biasanya Si Kecil bangun saat matahari telah bersinar terang, tapi selama Ramadan dia harus bangun saat langit masih gelap. Meski dia menolak untuk bangun, kamu jangan menyerah. Ingat, makan sahur merupakan hal penting saat berpuasa, apalagi bagi Si Kecil. Agar Si Kecil mudah dibangunkan, pastikan dia tidak tidur larut malam.

Asupan

puasa
Asupan saat sahur berikan menu gizi seimbang untuk anak_freepik-rawpixels

Asupan yang tepat saat sahur sangat penting untuk menunjang tubuhnya selama berpuasa. Makanan yang harus dikonsumsi saat sahur haruslah memiliki gizi yang seimbang serta dapat memberinya tenaga selama menjalani hari. Namun, itu bukan berarti kamu harus memberinya makan dengan porsi yang berlebih.

Makanan yang dianjurkan saat sahur yaitu asupan berkarbohidrat kompleks seperti gandum, kacang-kacangan, sereal gandum, biji-bijian, roti gandum, atau beras merah. Energi dari sumber makanan ini dilepaskan perlahan di dalam tubuh sehingga bertahan lebih lama terjadi jika mengonsumsi asupan jenis ini. Makanan ini juga bisa membuatnya kenyang lebih lama, ketimbang makanan karbohidrat olahan seperti nasi putih atau roti putih.

Makanan kaya serat juga dianjurkan saat sahur, seperti sayur dan buah-buahan. Untuk mencegahnya mengalami maag, hindari mengonsumsi makanan yang yang digoreng, berminyak, atau pedas. Saat sahur disarankan pula untuk menghindari makanan mengandung tinggi gula dan lemak.

Baca Juga:

Penyintas Hipertensi, Hindari Makanan Ini Saat Puasa

Minuman

puasa
Asupan cairan harus terpenuhi dan cukup agar tidak dehidrasi. (Foto: freepik/jcomp)

Mengingat saat puasa tubuh lebih mungkin mengalami dehidrasi, disarankan untuk memberi Si Kecil asupan cairan yang cukup. Hindari memberinya minuman berkafein seperti teh, kopi, atau minuman bersoda. Ketiga jenis minuman ini bisa membuatnya lebih cepat mengalami dehidrasi. Kamu bisa memberinya air yang cukup saat sahur. Karena jika tidak, risiko Si Kecil mengalami dehidrasi akan meningkat. Sangat penting juga untuk mengonsumsi minuman yang mengandung vitamin seperti jus buah.

Minuman isotonik juga bisa dijadikan pilihan untuk mencegah dehidrasi. Minuman isotonik memiliki konsentrasi gula dan garam yang sama dengan cairan tubuh. Tidak hanya air, minuman isotonik juga mengandung elektrolit, sebuah zat mineral bermuatan listrik yang bisa ditemukan pada tubuh. Zat-zat yang disebut sebagai elektrolit antara lain kalsium, bikarbonat, potasium, dan sodium. Minuman ini juga bisa mempertahankan tenaga karena mengandung karbohidrat.

Berbuka puasa

puasa
Siapkan menu kesukaan anak saat berbuka puasa agar ia senang. (Foto: freepik/rawpixels)

Mulailah berbuka dengan mengonsumsi banyak air. Hal ini bisa membantu merehidrasi tubuhmu yang kekurangan cairan saat berpuasa. Cairan tubuh yang hilang juga dapat diganti dengan cepat dengan mengonsumsi minuman isotonik pada waktu berbuka.

Setelahnya, kamu bisa memberikan kurma untuk Si Kecil. Buah yang satu ini bisa dengan cepat memberikan tenaga untuknya. Kemudian kamu bisa mulai memberinya asupan yang lebih berat, namun sehat. Kamu juga bisa menyajikan makanan favoritnya sebagai penyemangatnya.

Si Kecil sudah bisa diajak untuk belajar menahan lapar dan haus. Namun, jangan memaksanya terlalu keras. Jika dia terlihat sudah tidak kuat, izinkan untuk berbuka puasa. Jika anakmu memiliki kondisi penyakit tertentu, MP sarankan untuk mengonsultasikan ke dokter sebelum mengajarinya berpuasa. (DGS)

Baca Juga:

Sempatkan Olahraga Setelah Berbuka Puasa

#Lipsus April Puasa #Anak #Puasa #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan