Airlangga: Konsumsi Rumah Tangga Kembali Meningkat di Triwulan IV 2021

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 22 November 2021
Airlangga: Konsumsi Rumah Tangga Kembali Meningkat di Triwulan IV 2021

Pasar Klewer Solo. (Foto: MP/ Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2021 diproyeksikan akan tumbuh di antara lima persen hingga enam persen. Sementara, pertumbuhan ekonomi di triwulan ketiga tahun 2021 yakni 3,51 persen jika dibandingkan dengan triwulan III-2020 atau 1,55 persen jika dibandingkan dengan triwulan II-2021.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, optimistis pertubuhan di periode akhir tahun ini, karena beberapa indikator baik itu Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur hingga indeks keyakinan konsumen sudah positif.

Baca Juga:

Varian Delta Bikin Konsumsi Masyarakat Anjlok ke 1 Persen

"Sehingga pada keseluruhan tahun 2021 ekonomi bisa tumbuh empat persen dan meningkat menjadi 5,2 persen di tahun 2022," kata Airlangga, Senin (22/11)

Ia memaparkan, jika dilihat dari berbagai komponen pengeluaran produk domestik bruto (PDB), seluruhnya menunjukkan pertumbuhan positif baik ekspor, impor, konsumsi rumah tangga, investasi, dan belanja pemerintah pada triwulan III-2021.

Meski sempat menurun, konsumsi rumah tangga akan kembali meningkat pada triwulan IV-2021, begitu pula dengan konsumsi pemerintah.

"Di triwulan ketiga kedua komponen ini tumbuh positif namun turun karena pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) ketat atau level 4 karena adanya varian Delta di bulan Juli, namun sekarang sudah relatif terkendali," ucap dia.

Dari segi sektoral, Airlangga menuturkan, pertumbuhan mayoritas sektor utama tumbuh positif dan konsisten, terutama sektor informasi dan komunikasi sebesar 5,51 persen, jasa kesehatan 14 persen, pertanian 1,31 persen, serta real estat 3,42 persen.

Pasar Tanah Abang. (Foto: Antara)
Pasar Tanah Abang. (Foto: Antara)

Peningkatan sektor real estat sangat terbantu oleh insentif pajak pertambahan nilai (PPN) ditanggung pemerintah (DTP), yang juga berhasil menggerakan 170 sektor penunjangnya. Demikian pula industri pengolahan yang tumbuh 3,68 persen dibantu oleh insentif pajak penjualan barang mewah (PPnBM) di sektor otomotif yang juga membuat rantai pasokan bergerak.

"Diperkirakan tahun ini penjualan otomotif bisa kembali ke angka 850 ribu dan ekspornya diharapkan bisa meningkat ke angka 300 ribu," ujarnya.

Sebelumnya, Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Didik Madiyono menyatakan optimistis perekonomian nasional di tahun 2022 akan lebih baik dari tahun 2021.

Indikator tersebut dapat dilihat dari penilaian beberapa lembaga internasional seperti IMF, World Bank, OECD, dan ADB, yang memperkirakan ekonomi Indonesia mampu tumbuh di kisaran 4,8 persen sampai dengan 5,9 persen year-on-year (YoY) di tahun 2022.

"Namun demikian, kita tetap harus waspada dan tidak boleh lengah dalam mengantisipasi berbagai faktor ketidakpastian yang masih membayangi pemulihan ekonomi global," katanya. (Asp)

Baca Juga:

Mobilitas Tinggi, Konsumsi Masyarakat Masih Terseok

#Pemulihan Ekonomi #Ekonomi Indonesia #Ekonomi #Airlangga Hartarto
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Dinamika global masih perlu diwaspadai karena sejumlah kekuatan ekonomi utama dunia tengah menghadapi ketidakpastian.
Dwi Astarini - 55 menit lalu
Pemerintah Klaim Kondisi Ekonomi Indonesia masih Kokoh di Tengah Gejolak Global
Indonesia
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Hingga penutupan 16 Oktober, kondisi IHSG di 5.185. Ada penurunannya sekitar 33,29 persen, dari level saat pelantikan 7.772,60.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
2 Tahun Prabowo-Gibran, 6 Kali IHSG Sentuh Titik Kritis
Berita
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Dampak ekonomi global terhadap Indonesia pada 2026 mencakup suku bunga AS, inflasi, ekspor komoditas, investasi, dan tantangan APBN.
ImanK - Kamis, 15 Oktober 2026
Dampak Ekonomi Global terhadap Indonesia pada 2026, Ini Tantangannya
Indonesia
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia memiliki waktu terbatas untuk memanfaatkan besarnya penduduk usia produktif sebelum populasi menua dan rasio ketergantungan meningkat
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 13 Oktober 2026
Alasan Kenapa Indonesia Harus Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen
Indonesia
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Bauran kebijakan pemerintah dinilai turut menopang pertumbuhan ekonomi jangka pendek, namun pada saat yang sama berkontribusi terhadap pelebaran ketidakseimbangan fiskal dan eksternal.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 06 Oktober 2026
Bank Dunia Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia, Tapi Aktivitas Ekonomi Domestik Tunjukan Pelemahan
Indonesia
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Kebijakan itu di antaranya pembukaan rekening untuk warga negara dengan usia 17 tahun ke atas, bantuan pangan, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU).
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Pemerintah Siapkan Bermacam Bantuan, Genjot Ekonomi Kuartal IV-2026
Indonesia
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Pemerintah berencana memperluas PPh 21 Ditanggung Pemerintah untuk pekerja bergaji di bawah Rp 10 juta. Kebijakan ditargetkan mencakup 7,5 juta pekerja.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
PPh 21 Ditanggung Pemerintah Bakal Diperluas, Pekerja Gaji di Bawah Rp 10 Juta Dapat Keringanan
Indonesia
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan melibatkan Komisi XI DPR RI, termasuk untuk mengamandemen undang-undang yang diperlukan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
Simpanan Warga di Koperasi Diusulkan Dijamin LPS
Indonesia
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Mitigasi dilakukan melalui optimalisasi pengelolaan air irigasi, percepatan dan pengaturan pola tanam, pemetaan wilayah rawan, penguatan early warning system, serta koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID).
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
Antisipasi Risiko Inflasi, Pemerintah Mitigasi El Nino dan Cuaca Ekstrem
Indonesia
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) tidak naik hingga akhir 2026.
Yusuf Abdillah - Rabu, 23 September 2026
Hingga Akhir 2026, Pemerintah Pastikan Harga BBM Subsidi Tak Bakal Naik
Bagikan