Agar Koneksi Fesyen Indonesia Perancis Tetap Harmonis
Director of Premiere Classe Paris Trade Show Sylvie Pourrat menjelaskan hubungan fesyen Indonesia-Perancis. (MP/Ronggo)
JENAMA mode asal Indonesia tak lagi canggung tampil di jantung fesyen dunia. Mereka telah menjejaki panggung Pekan Mode Paris 2022. Meski begitu, keterhubungan antara ekosistem feysen di Indonesia dan Perancis tak bisa hanya sekali tampil di runway.
Keterlibatan para desainer Indonesia untuk menembus pasar global, menurut Director of Premiere Classe Paris Trade Show Sylvie Pourrat pada lokakarya bertajuk ”Gambaran Industri Mode Setelah Pandemi dan Potensi Indonesia di Mata Pelaku Internasional”, harus dilakukan dengan konsisten, ulet, dan tekun.
Baca juga:
”Tidak hanya Paris. Paris itu hanya platform. Kuncinya adalah sabar dan enggak bisa sekali coba langsung masuk, atau hanya sekali saja ikut trade show. Jika sudah sekali berhasil ikut, selanjutnya perlu mempersiapkan lagi untuk tembus karena ini jadi tolok ukur dan memperoleh kepercayaan para buyer,” kata Sylvie pada acara dalam rangkaian program PINTU Incubatordi Auditorium Institut Français d’Indonesie (IFI).
PINTU Incubator merupakan kolaborasi JF3, LAKON Indonesia, dan Kedutaan Besar Perancis melalui IFI dengan program inkubasi bagi pelaku mode Indonesia untuk dapat berkembang, bahkan menembus pasar internasional.
Pada gelaran tahun kedua di 2023, terdapat empat jenama ambil bagian ke Paris Trade Show-Premiere Classe pada Maret 2023, antara lain Apa Kabar, Parapohon, Tenun Imam, dan Tenun Lurik Rachmad.
Di tengah kondisi pasar fesyen Eropa sedang lesu, menurut Direktur Penjualan dari Printemps Haussmann Julie Charvy, desainer Indonesia harus memiliki kekhasan sangat kuat karena harus bersaing ketat dengan banyak desainer bahkan jenama tersohor.
”Baju ada banyak. Yang punya cerita dan punya pesan tidak banyak. Jika mau dilirik, harus menawarkan sesuatu yang berbeda. Cari orisinalitas dari produkmu,” kata Direktur Penjualan dari Printemps Haussmann Julie Charvy.
Baca juga:
Selain itu, desainer Indonesia juga harus mengikuti isu global di dunia fesyen. Kesadaran terhadap sustainability fesyen mulai menjangkiti anak muda di seluruh dunia.
”Ini banyak terjadi di luar sana. Untuk itu, ini jadi pembelajaran agar para desainer atau perusahaan yang bergerak di mode memahami benar dan memiliki nilai yang tepat tentang sustainable,” kata Manajer Regional untuk Eropa Barat The Woolmark Company Damien Pommeret.
Indonesia, menurut Founder of Marinho Paris Veronique Marinho, punya potensi besar memancang fesyen keberlanjutan dengan menggali nilai-nilai budaya, seperti wastra Nusantara karena umumnya dibuat secara alami. "Perlu keberanian besar untuk itu dan memodernisasi tanpa harus kehilangan nilai dan akar budaya,” ujar Veronique.
Selain itu, bentuk komunikasi juga amat penting untuk membangun interaksi dengan pasar. Cara komunikasi efektif, khas, dan hangat akan membuat perbedaan mencolok di antara ketatnya persaingan.
”Pasar ini sangat kompetitif. Jangan sekali-kali mengomunikasikan sesuatu dengan tidak kamu lakukan atau tidak ada dalam produkmu. Kamu harus menunjukkan kepada pembeli bahwa dirimu bisa dipercaya,” kata Konsultan dari Mossi Officiel Christelle Languillat. (*)
Baca juga:
Bagikan
Yudi Anugrah Nugroho
Berita Terkait
Thrifting makin Digandrungi, Industri Tekstil dalam Negeri Ketar-Ketir
Tumbler Viral, Lebih daripada Gaya Hidup Sehat tapi Fashion Statement
Panduan Thrifting Jakarta, Rekomendasi Seru dari Blok M Square hingga Pasar Santa
Menenun Cerita Lintas Budaya: Kolaborasi Artistik Raja Rani dan Linying
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Dari Sneakers Langka hingga Vinyl Kolektibel, Cek 3 Zona Paling Hits di USS 2025
USS 2025 Resmi Dibuka: Lebih Megah, Lebih 'Kalcer', dan Penuh Kolaborasi Epik
USS 2025 Kembali Digelar di JICC, Lebih dari 300 Brand Bakal Ikut Berpartisipasi!
Ekspresi Duka Laut dalam Koleksi ‘Larung’ dari Sejauh Mata Memandang di Jakarta Fashion Week 2026
Jakarta Fashion Week 2026: Merayakan Warisan Gaya dan Regenerasi Desainer Tanah Air