MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melaliu Dinas Sumber Daya Air (SDA) membangun saluran penghubung (Phb) dan crossing saluran air di kawasan Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Dengan adanya pengerjaan itu warga diminta mencari jalur alternatif, menghindari Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pembangunan Phb dibangun sepanjang 878 meter dan crossing saluran air sepanjang 30 meter.
Baca Juga
Kedubes Prancis Kembali Didemo, Polisi Bakal Lakukan Pengalihan Jalan Thamrin
Pemerintah DKi juga sudah melakukan rekayasa lalu lintas di jalan tersebut, mulai 2 Oktober 2021 dan akan diberlakukan hingga 15 Desember nanti.
Penerapan rekayasa lalu lintas ini ditandai dengan pemasangan barier atau beton pembatas jalan. Selain beton MCB, di lokasi proyek juga dipasang puluhan rambu lalu lintas dan pagar seng untuk pengaman sepanjang satu kilometer lengkap dengan lampu warna kuning memanjang di atas pagar seng.
"Masyarakat atau pengendara memaklumi dan memahami adanya rekayasa lalu lintas. Karena proyek ini juga untuk kepentingan masyarakat, penanggulangan banjir genangan di pemukiman warga," papar Wakil Walikota Jakarta Timur, Hendra, Minggu (3/10).
Kanit Lantas Duren Sawit, AKP Sunaryo menambahkan, terkait adanya rekayasa lalu lintas ini, pihaknya sudah menyiapkan jalur alternatif.
Khususnya kendaraan dari arah Jatinegara menuju Bekasi. Yakni kendaraan berat dialihkan menuju Jl Pahlawan Revolusi, Jl Dermaga, Jl Raden Inten dan seterusnya. Pihaknya menyiapkan 21 personelnya untuk pengaturan lalu lintas dan mengarahkan pengendara agar tidak terjadi kemacetan lalu lintas.
"Kami imbau pada pengendara untuk sebaiknya mencari jalur alternatif lain jika lalu lintas padat. Namun kita juga siapkan petugas di lapangan dan kendaraan nanti diarahkan masuk ke koridor Transjakarta," papar AKP Sunaryo.
Namun, kata dia, untuk lalu lintas dari arah Bekasi menuju Jakarta normal, tidak ada pengalihan.
Kasudin Perhubungan Jakarta Timur, Dody Setiawan menambahkan, pihaknya setiap hari akan mengerahkan 60 personelnya. Mereka dibagi tiga shift saat bertugas dan bergabung dengan jajaran Satwil Lantas serta Satpol PP di 10 titik pengawasan di Jl I Gusti Ngurah Rai dan sekitarnya.
Kendaraan dengan bobot di atas 5.500 ton dialihkan ke jalur lain. Namun untuk kendaraan pribadi dan angkutan umum masih bisa melintas di Jl I Gusti Ngurah Rai melalui koridor Transjakarta.
"Dalam seminggu pertama kita akan evaluasi rekayasa lalu lintas di Jl I Gusti Ngurah Rai ini. Mungkin terjadi kepadatan lalu lintas dan mudah-mudahan minggu berikutnya lancar. Kita juga berharap pengendara memaklumi adanya proyek untuk penanggulangan banjir ini," pungkas Dody. (Asp)
Baca Juga
BEM SI Siap Geruduk Gedung KPK, Pengalihan Arus Lalin Situasional