956 Rumah di Kabupaten Sukabumi Rusak Imbas Gempa Cianjur

Mula AkmalMula Akmal - Kamis, 24 November 2022
956 Rumah di Kabupaten Sukabumi Rusak Imbas Gempa Cianjur

Salah satu rumah warga di Kampung Cipokel, Desa Sukamanis, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mencatat jumlah rumah di Kabupaten Sukabumi, Jabar, yang rusak akibat gempa berpusat di Cianjur, mencapai 956 unit hingga Rabu pukul 19.00 WIB.

"Data kerusakan ini bersifat sementara dan akan terus berkembang karena pendataan masih dilakukan oleh tim di lapangan," kata Sub Koordinator Kedaruratan BPBD Kabupaten Sukabumi Medi Abdul Hakim di Sukabumi, Rabu.

Baca Juga:

BMKG Sebut Gempa Susulan di Cianjur akan Berakhir 4-7 Hari ke Depan

Adapun data perkembangan dampak gempa di Kabupaten Sukabumi hingga pukul 19.00 WIB dari 956 rumah yang rusak sebanyak 620 unit rusak ringan, 241 rusak sedang dan 96 rusak berat.

Selain rumah, terdapat fasilitas lainnya yang juga terdampak seperti bangunan sekolah sebanyak 10 unit, sarana ibadah 18 unit, kantor pemerintahan satu unit dan fasilitas lainnya tiga unit.

Kemudian, untuk jumlah kepala keluarga (KK) yang terdampak sebanyak 879 KK atau 2.002 jiwa. Penyintas gempa yang mengungsi 114 KK atau 333 jiwa. Selanjutnya korban luka sedang tiga orang dan sembilan korban luka ringan.

Baca Juga:

Save the Children Tanggap Bencana Gempa Bumi di Cianjur

Menurut Medi, data kerusakan tersebut tersebar di 22 kecamatan. Untuk kecamatan yang paling tinggi jumlah rumah rusak yakni Kecamatan Nagrak dengan total 220 unit, Kecamatan Sukalarang 179 unit, Kecamatan Sukaraja 158 unit dan Kecamatan Kadudampit 154 unit.

"Untuk penyintas yang terluka sudah mendapat pengobatan dari petugas medis dan kondisinya sudah berangsur pulih, sementara warga yang mengungsi kami sudah menyediakan pengungsian," tambahnya.

Ia mengatakan data kerusakan akan terus diperbaharui. Pihaknya secara berkala dan mengimbau kepada warga untuk tetap waspada terjadinya gempa susulan karena hingga saat ini gempa susulan masih terus terjadi. (*)

Baca Juga:

37 Persen Korban Meninggal Gempa Cianjur Anak -Anak

#Gempa #Cianjur #Sukabumi #Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)
Bagikan
Ditulis Oleh

Mula Akmal

Jurnalis dan profesional komunikasi dengan pengalaman memimpin redaksi, menggarap strategi konten, dan menjembatani informasi publik lintas sektor. Saat ini menjabat sebagai Managing Editor di Merah Putih Media, dengan rekam jejak kontribusi di The Straits Times, Indozone, dan Koran Sindo, serta pengalaman strategis di Yayasan Konservasi Alam Nusantara dan DPRD DKI Jakarta. Bagi saya, setiap berita adalah peluang untuk menghadirkan akurasi, relevansi, dan dampak nyata bagi pembaca.

Berita Terkait

Indonesia
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur
Banjir tidak hanya merendam rumah warga, tetapi juga fasilitas umum dan lembaga pendidikan keagamaan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Januari 2026
Banjir Bandang Landa Probolinggo Jawa Timur
Indonesia
Pendaki Asal Karanganyar Dilaporkan Hilang di Gunung Lawu, Jalur Ditutup Sementara
Pendaki asal Karanganyar dilaporkan hilang di Gunung Lawu, Minggu (18/1). Jalur Bukit Mongkrang pun ditutup sementara.
Soffi Amira - Senin, 19 Januari 2026
Pendaki Asal Karanganyar Dilaporkan Hilang di Gunung Lawu, Jalur Ditutup Sementara
Indonesia
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
BMKG informasikan gempa ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan kelengkapan data.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Januari 2026
Gempa Magnitudo 4,3 Terjadi di Anyer Banten
Indonesia
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Sesuai data BPBD Karawang, hingga kini banjir telah melanda 14 desa yang tersebar di tujuh kecamatan sekitar Karawang. Sebanyak 27.925 jiwa atau sebanyak 12.903 keluarga terdampak bencana banjir tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 15 Januari 2026
Ribuan Rumah di 14 Desa Karawang Teredam Banjir, 27 Ribu Warga Terdampak
Berita
Warga Bekasi Terutama di Wilayah Rawan Banjir Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Informasi BMKG, intensitas hujan tertinggi terjadi sejak akhir Desember hingga Januari.
Frengky Aruan - Kamis, 15 Januari 2026
Warga Bekasi Terutama di Wilayah Rawan Banjir Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan
Indonesia
Jakarta Dikepung Hujan Ekstrem, Pasukan Biru Siaga untuk 'Perang' Lawan Genangan di 5 Wilayah DKI
Serangkaian upaya mitigasi ini diharapkan efektif mengatasi genangan akibat cuaca ekstrem di kawasan-kawasan yang terdampak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Januari 2026
Jakarta Dikepung Hujan Ekstrem, Pasukan Biru Siaga untuk 'Perang' Lawan Genangan di 5 Wilayah DKI
Indonesia
Cilandak Timur Terendam, BPBD Siaga Tempur Evakuasi Ratusan Jiwa di Jalan NIS
Luapan Kali Krukut akibat hujan deras di area hulu menjadi penyebab utama meluapnya air ke pemukiman
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Cilandak Timur Terendam, BPBD Siaga Tempur Evakuasi Ratusan Jiwa di Jalan NIS
Indonesia
Kenyang Belum Seberapa, Plafon Sudah Menyapa: Siswa SD Ketiban Langit-Langit Saat Santap MBG
Kerusakan mencakup area lantai empat gedung sekolah, yang meliputi empat ruang kelas dan satu lorong
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Kenyang Belum Seberapa, Plafon Sudah Menyapa: Siswa SD Ketiban Langit-Langit Saat Santap MBG
Indonesia
Update Banjir Jakarta Hari Ini: Pasar Minggu Dikepung Air 95 Sentimeter, 4 Ruas Jalan di Jakut Terendam
BPBD juga mengidentifikasi empat ruas jalan yang terhambat genangan
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Update Banjir Jakarta Hari Ini: Pasar Minggu Dikepung Air 95 Sentimeter, 4 Ruas Jalan di Jakut Terendam
Indonesia
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Pusat gempa sendiri berada di laut dengan kedalaman 17 kilometer
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Januari 2026
Listrik di Talaud Kembali Menyala Usai Digoyang Gempa Dahsyat Magnitudo 7,1
Bagikan