MerahPutih.com - Sebanyak 9 kereta api Daop 6 Yogyakarta alami gangguan akibat kebakaran di rumah warga bantaran kereta api Kampung Manahan RT 03 /RW 06 Kelurahan Manahan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah ludes terbakar, Jumat (17/5) malam.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta Krisbiyantoro, mengatakan, sembilan KA yang perjalanannya terlambat, yakni KA 103 (Singasari), KA 7101 (KRL), KA 684 (CL YK-PL), KA 117A (Wijaya Kusuma), KA 85A (Mutiara Selatan), KA 121 (Malabar), KA 59 (Bima), KA 134 (Kertanegara), dan Ka 7015A (Manahan Tambahan).
Ia menjelaskan, pihaknya menerima adanya laporan tersebut pukul 20.55 WIB dari masinis kereta api KA 103A (Singasari). Kebakaran terjadi di km 109+5 petak jalan Solo Balapan - Purwosari sebelah kanan jalur hilir.
"Api terlalu besar dan masinis menyatakan tidak aman maka KA 103A (Singasari) berhenti luar biasa Blb di km 109+2,” ujar Krisbiyantoro, Sabtu (18/5).
Baca juga:
Libur Panjang Akhir Pekan, Penumpang Kereta Api Jarak Jauh Melonjak Dua Kali Lipat
Pada saat kejadian kebakaran pada pukul 21.00 WIB jalur hulu dan hilir ditutup sementara karena terhalang Api dan Proses Pemadaman dari dinas Damkar Solo. Api didekat jalur kereta baru bisa dipadamkan pukul 21.30 WIB dan jalur kereta aman untuk dilewati.
Lurah Manahan, Syaefudin, mengatakan ada 8 rumah yang terbakar, total warga terdampaknya ada 25 jiwa dari 9 KK. Semua tinggal dilokasi pengungsian yang disediakan Pemkot Solo.
Kebakaran terjadi karena korsleting listrik dan kompor gas meledak salah satu rumah bernama Parti, sebelum merembet ke rumah warga lainnya. Api kemudian cepat membesar dan menyambar rumah lainya karena lokasi kejadian padat penduduk semi permanen yang mudah terbakar.
"Warga yang kehilangan rumah ditampung sementara di kantor kelurahan dan di rumah warga yang lebih aman," katanya. (Ismail/Yogyakarta)