MerahPutih.com - Data terakhir KAI menyebut sebanyak tujuh penumpang meninggal dunia dalam insiden kecelakaan kereta api (KA) jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
"Jumlah korban yang terjadi pada tadi malam meninggal 7 orang dan luka-luka dirawat 81 orang," kata Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin dalam jumpa pers di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Evakuasi Penuh Kehati-hatian
Menurut Bobby, proses evakuasi berlangsung cukup lama karena dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menjaga keselamatan korban.
“Evakuasi ini cukup lama selama 8 jam dan kita laksanakan hati-hati sekali,” ujarnya, dilansir Antara
Bobby menambahkan seluruh rangkaian kereta Argo Bromo Anggrek yang terdiri atas 12 gerbong telah berhasil dievakuasi dan dipindahkan ke Stasiun Bekasi.
“Evakuasi dari kereta Bromo Anggrek itu telah kami lakukan, jadi semua rangkaian sebanyak 12 gerbong itu telah kami lakukan evakuasi ke Stasiun Bekasi,” tandasnya.
Kronologi Tabrakan Maut
Tabrakan maut ini terjadi Senin (27/4) malam pukul 20.55 WIB, saat KA Argo Bromo Anggrek nomor perjalanan 4 rute Gambir–Surabaya Pasar Turi bertabrakan dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Insiden bermula saat satu unit KRL Commuter Line berhenti mendadak usai tertemper sebuah taksi online di Jalur Perlintasan Langsung (JPL) kawasan Bulak Kapal, Bekasi Timur.
Tak lama berselang, KA Jarak Jauh Argo Bromo Anggrek yang melaju di jalur yang sama menabrak rangkaian KRL tersebut dari arah belakang. (*)