MerahPutih.com - Persaingan sengit sepak bola wanita tanah air resmi memasuki babak baru saat enam kontestan asal Jabodetabek siap bertarung habis-habisan dalam gelaran Indonesia Women’s League 2026 mulai Minggu, 18 Oktober 2026, di Stadion Madya Gelora Bung Karno, Jakarta.
Guna menjangkau basis pendukung yang luas di wilayah ibu kota dan sekitarnya, seluruh laga musim perdana ini dipusatkan di empat arena megah, yakni Stadion Madya, Stadion Patriot Candrabhaga, Stadion Pakansari, dan Indomilk Arena.
Ketegangan dijamin langsung memuncak sejak hari pertama lantaran enam tim peserta dipastikan tampil beruntun pada hari yang sama di setiap pekannya.
Baca juga:
Soal Desakan Gelar Liga Sepak Bola Putri, Erick Thohir: Sabar, Saya Tidak Mau Memaksakan Diri
Pertempuran Hari Pertama 6 Kontestan Minggu 18 Oktober
Sesuai jadwal resmi rilis I.League, Garudayaksa FC bakal bentrok melawan Persita Tangerang sebagai laga pembuka yang digelar pagi hari pukul 07.30 WIB.
Atmosfer pertandingan berlanjut panas pada sore hari saat Persikad Depok meladeni perlawanan sengit Dewa United Banten FC tepat pukul 15.00 WIB.
Puncak perang gengsi pekan pertama bakal ditutup lewat big match panas antara Persija Jakarta menghadapi FC Bekasi City pada malam hari pukul 19.30 WIB.
Perubahan Jam Tayang dan Target Selesai Sebelum Ramadan
Sistem tiga slot waktu khusus ini hanya dipasang pada pekan perdana, sebelum akhirnya diseragamkan menjadi pukul 07.30 WIB, 15.30 WIB, dan 18.30 WIB untuk pekan kedua hingga pekan ke-14.
Fase reguler dijadwalkan puncaknya pada pekan ke-15 pada 17 Januari 2026, meski lokasi dan kepastian waktu kick-off masih menanti pengumuman susulan.
Pertandingan-pertandingan di musim ini diperkirakan akan berakhir pada Januari atau sebelum puasa Ramadan pada tahun depan yang dimulai awal Februari 2027,
CEO Liga Putri Indonesia, Teddy Tjahjono.
Baca juga:
Diaspora Diajak Ramaikan Liga Putri, PSSI Juga Persilakan Klub Rekrut 2 Pemain Asing
Format Maraton Triple Round-Robin Menuju Semifinal
Berbeda dari format kompetisi biasa, musim perdana ini langsung menerapkan sistem triple round-robin yang mewajibkan tiap tim melakoni minimal 15 pertandingan.
Hanya empat klub teratas di papan klasemen akhir yang berhak melaju ke babak semifinal demi memperebutkan tiket menuju partai final yang bersejarah.