MerahPutih.com - Klub promosi Garudayaksa FC, milik Presiden Prabowo Subianto, menolak keras dicap sebagai tim yang hanya berjuang menghindari degradasi di Super League 2026/2027.
Garudayaksa FC, yang bermarkas di Stadion Pakansari, Bogor itu, baru saja meraih gelar juara Championship 2025/2026 musim lalu.
Kini, klub yang didirikan Prabowo setelah mengakuisisi PSKC Cimahi untuk pengembangan Akademi Sepakbola Garudayaksa pada 2005 silam itu akan memulai perjuangan mereka di Super League 2026/2027.
Baca juga:
Patahkan Stigma Garudayaksa FC Klub Calon Degradasi
Kepada media, Pelatih anyar mereka, Milos Joksic, menyatakan timnya datang dengan ambisi besar, bukan sekadar bertahan hidup di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Bahkan, Joksic menegaskan akan membuktikan diri membalikkan stigma publik sepak bola nasional terhadap Garudayaksa FC sebagai tim underdog.
Bukan untuk berjuang menghindari degradasi. Saya mendengar ada yang menyebut kami underdog. Saya suka itu. Tetapi, kami bukan underdog. Itu pasti,
Pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic, dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (5/9).

Milos Joksic, pelatih asal Serbia yang ditunjuk menjadi arsitek Garudayaksa FC. (Instagram/GARUDAYAKSA FC)
Baca juga:
Garudayaksa FC Datangkan Carlo Armiento, Jebolan Liga Australia Siap Menggebrak Super League
Kunci Kepercayaan Diri Skuad Garudayaksa FC
Menurut Joksic, kunci untuk mematahkan cap klub underdog publik dengan membangun mental kepercayaan diri seluruh skuad dan manajemen tim Garudayaksa FC.
Juru taktik asal Serbia itu menegaskan tim Garudayaksa tidak boleh menganggap diri sebagai underdog, seperti anggapan banyak orang.
Saya percaya kepada tim saya,
Pelatih Garudayaksa FC Milos Joksic
Garudayaksa akan menjalani laga perdana musim ini di Stadion Jatidiri, Semarang, menghadapi tuan rumah Java United, Minggu (6/9) esok. (*)