6 Fase Pandemi COVID-19 yang Dilewati Sebelum Kembali Traveling

Muchammad YaniMuchammad Yani - Senin, 20 April 2020
6 Fase Pandemi COVID-19 yang Dilewati Sebelum Kembali Traveling

Menunggu kembali traveling (Foto: Pixabay/Free-Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PANDEMI virus corona baru atau COVID-19 memang membuat banyak sektor terpuruk. Namun bukan berarti hal ini tak memiliki akhir. Industri pariwisata diyakini akan bangkit ketika badai COVID-19 mereda. Tapi kapan situasi kembali normal dan membuat orang mulai melancong lagi?

Dilansir dari siaran resmi Pegipegi, berikut ini enam fase menuju 'aman' di dunia wisata.

Baca juga:

Afsel Lockdown, Singa Tidur Siang di Tengah Jalan

Fase 1: Mulai Resah (Januari-Februari 2020)

Masyarakat mulai resah (Foto: Pixabay/_freakwave_)
Masyarakat mulai resah (Foto: Pixabay/_freakwave_)

Virus corona baru memang sudah terdengar sejak akhir tahun 2019. Ia muncul pertama kali di Provinsi Wuhan, Tiongkok. Sayangnya saat itu masyarakat Indonesia belum menyadari akan bahaya virus ini hingga awal tahun 2020.

Ketika virus mulai menyebar ke beberapa negara seperti Italia, Brasil, Denmark, Belanda, Malaysia, Aljazair, Amerika, Korea Selatan dan lain-lain, masyarakat mulai resah. Karena cepat atau lambat virus itu pasti datang ke Indonesia.

Fase 2: Panik (Maret 2020)

Mulai panik (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos)
Mulai panik (Foto: Pixabay/Alexas_Fotos)

Di bulan ini, tepatnya pada tanggal 2 Maret, Presiden Joko Widodo mengumumkan ada dua orang yang telah positif terinfeksi COVID-19. Ini adalah kasus pertama yang terdata di Indonesia.

Pengumuman tersebut membuat masyarakat mulai panik. Apalagi semenjak pengumuman, pasien yang positif terinfeksi terus bertambah. Khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Di saat yang sama barang-barang untuk menangkal virus corona seperti masker, hand sanitizer hingga suplemen vitamin C mulai laku keras.

Fase 3: Mulai menerima keadaan (Maret-Mei 2020)

Mulai menerima keadaan (Foto: PIxabay/congerdesign)
Mulai menerima keadaan (Foto: PIxabay/congerdesign)

Seiring berjalannya waktu, virus corona baru semakin menyebar ke segala penjuru Tanah Air, seperti Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTT, NTB, Makassar hingga Papua. Karena hal itu pula pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menghentikan penyebaran COVID-19.

Baca juga:

Foto Senyum untuk Tenangkan Pasien COVID-19

Di fase ini, banyak masyarakat yang menghadapi masa sulit, terlebih dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Pengusaha travel pun menjadi salah satu yang kena dampak paling besar. Banyak masyarakat yang terpaksa mengubah jadwal kepergian.

Namun di balik masa yang sulit ini, masyarakat semakin terketuk hatinya untuk saling membantu. Akan banyak orang peduli terhadap lingkungan sekitar. Donasi-donasi yang diberikan individu ataupun instansi terus mengalir. Orang-orang juga menjadi lebih menghargai kebersihan dan kesehatan.

Fase 4: Mengatur ulang (Juni-Juli 2020)

Mulai mengatur ulang (Foto: Pixabay/congerdesign)
Mulai mengatur ulang (Foto: Pixabay/congerdesign)

Di pertengahan tahun nanti, jika masyarakat terus melakukan upaya pencegahan dan mengikuti aturan pemerintah secara disiplin, bukan hal yang tak mungkin jika keadaan mulai membaik. Setiap individu ataupun organisasi akan memulainya dari awal, tanpa terkecuali di sektor travel.

Meski masih ada yang belum beroperasi sepenuhnya, namun beberapa maskapai akan memulai membuka rute penerbangan meski hanya ke beberapa tujuan saja. Mereka akan lebih mengutamakan destinasi pilihan yang sering dipilih untuk perjalanan bisnis. Kemungkinan di fase ini masyarakat mulai kembali bekerja dan beraktivitas secara normal.

Fase 5: Adaptasi (Agustus-September 2020)

Mulai adaptasi (Foto: Pixabay/zhugher)
Mulai adaptasi (Foto: Pixabay/zhugher)

Masyarakat akan terus beradaptasi pasca pandemi. Di fase ini banyak yang mulai memberanikan diri menjalani rutinitas sedia kala, mulai dari bekerja, bersosialisasi hingga traveling, terutama untuk destinasi wisata di dalam negeri.

Sementara di pihak penyedia jasa transportasi, terutama maskapai penerbangan, akan ada regulasi yang besar dan ketat. Selain pemeriksaan tiket, boarding pass, KTP/paspor dan bagagi, kamu akan diminta untuk melakukan tes suhu, tes COVID-19 hingga membawa surat kesehatan dari dokter.

Fase 6: Pemulihan (Oktober-Maret 2021)

Pemulihan (Foto: Pixabay/cegoh)
Pemulihan (Foto: Pixabay/cegoh)

Akan ada masa pemulihan usai pandemi, dan diprediksi akan terjadi pada bulan Oktober 2020 hingga Maret 2021. Masyaraat sudah mulai merasa aman melakukan aktivitas di luar rumah. Begitupun di sektor wisata.

Meski belum pulih 100 persen, setidaknya hotel atau villa favorit akan mulai kembali beroperasi. Kota-kota yang awalnya memang menjadi tujuan liburan pun akan terus kedatangan para pelancong. (Yni)

Baca juga:

Patungan Untuk Berbagi THR di Tengah Pandemi Corona

#Traveling #Virus Corona
Bagikan
Ditulis Oleh

Muchammad Yani

Lebih baik keliling Indonesia daripada keliling hati kamu

Berita Terkait

Fun
Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati
Kereta Panoramic mencatat lonjakan pelanggan lebih dari 62 persen berkat panorama alam jalur selatan Jawa.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 27 menit lalu
Pelanggan Kereta Panoramic Melonjak 62 Persen, Wisata Berbasis Pengalaman Kian Diminati
Berita Foto
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Co-Founder & Chief Marketing Officer tiket.com, D Gaery Undarsa, dalam konferensi pers Tiket Green di Jakarta, Rabu (22/4/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 22 April 2026
Kolaborasi Hadirkan Tiket Green Perkuat Tren Sustainable Travel di Indonesia
Travel
Robert Downey Jr Berkati Kapal Disney Adventure, Siap Berlayar dalam Keajaiban Pesta Musik dan Storytelling di Laut
Kapal dengan kapasitas 6.700 penumpang itu merupakan kapal terbaru dan terbesar dalam armada Disney Cruise Line.
Dwi Astarini - Kamis, 05 Maret 2026
Robert Downey Jr Berkati Kapal Disney Adventure, Siap Berlayar dalam Keajaiban Pesta Musik dan Storytelling di Laut
Fun
Pesawat Delay Jadi Momok, Intip Tip dan Triknya Bagi Pelaku Bisnis Wisata
Gangguan transportasi massal merupakan momok yang dapat menurunkan kepuasan dan kepercayaan wisatawan.
Wisnu Cipto - Selasa, 10 Februari 2026
Pesawat Delay Jadi Momok, Intip Tip dan Triknya Bagi Pelaku Bisnis Wisata
Travel
Liburan Seru di Luar Negeri, Cobain Airbnb Experiences mulai dari Malaysia hingga Jepang
Dengan Airbnb Experiences, kamu dan keluarga dimudahkan untuk dapat menjelajah dan menjalin kebersamaan lewat perjalanan.
Dwi Astarini - Rabu, 25 Juni 2025
Liburan Seru di Luar Negeri, Cobain Airbnb Experiences mulai dari Malaysia hingga Jepang
Indonesia
WNI Kini Bisa Kunjungi China Tanpa Visa, ini Syarat yang Wajib Dipenuhi
WNI kini bisa mengunjugi China tanpa visa. Namun, ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum berkunjung ke sana.
Soffi Amira - Kamis, 12 Juni 2025
WNI Kini Bisa Kunjungi China Tanpa Visa, ini Syarat yang Wajib Dipenuhi
Kuliner
Airbnb Kenalkan Layanan Terbaru untuk Pengalaman Menginap yang Lebih Seru
Airbnb Services dan Airbnb Experience merupakan dua layanan terkini yang akan memudahkan kamu dalam mendapatkan pengalaman menginap nan luar biasa.
Dwi Astarini - Senin, 19 Mei 2025
Airbnb Kenalkan Layanan Terbaru untuk Pengalaman Menginap yang Lebih Seru
Travel
Tripadvisor Umumkan 10 Pantai Terbaik Dunia 2025, Salah Satunya Ada di Bali
Daftar ini mencakup enam benua dan 50 negara dengan lebih dari 100 pantai terbaik.
Dwi Astarini - Rabu, 26 Februari 2025
Tripadvisor Umumkan 10 Pantai Terbaik Dunia 2025, Salah Satunya Ada di Bali
Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Travel
Airbnb Paparkan Tren Pariwisata Indonesia 2025, Gen Z Senangi Petualangan, Pengalaman Unik, dan Keberlanjutan
Kuala Lumpur dan Bangkok sebagai dua kota internasional yang paling sering dipesan.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Februari 2025
Airbnb Paparkan Tren Pariwisata Indonesia 2025, Gen Z Senangi Petualangan, Pengalaman Unik, dan Keberlanjutan
Bagikan