5 Fakta Terkait Penangkapan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 17 Januari 2025
5 Fakta Terkait Penangkapan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol

Yoon Suk-yeol menghadapi tuntutan hukum pemakzulan sebagai presiden Korea Selatan. (Foto: Dok. Setneg)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Ada lima fakta terkait jejak Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol menghadapi tuntutan hukum dan pemakzulan dirinya. Pria berusia 64 tahun itu mesti meneguk pil pahit tersebut usai mengeluarkan kebijakan pemberlakuan darurat militer. Dekrit darurat militer itu diumumkannya 3 Desember 2024.

Sebagai presiden, Yoon Suk-yeol dianggap mengeluarkan keputusan yang bermasalah. Dilansir laman CNBC Indonesia, dekrit darurat militer tersebut berisi beberapa larangan. Larangan tersebut di antaranya tidak boleh ada kegiatan politik, baik di tingkat Majelis Nasional atau parlemen Koraa Selatan.

Militer juga melarang upaya menggulingkan pemerintahan, serta memanipulasi opini publik dengan menyebutkan adanya pengaruh Korea Utara yang tengah bergerak di Negeri Gingseng tersebut.

Masyarakat Korea Selatan tidak boleh melakukan aksi mogok kerja hingga demonstrasi juga dilarang. Militer pun bisa memberi sanksi bagi siapa pun yang melanggar dekrit.

Selain itu, Yoon Suk-yeol juga dianggap menyalahgunakan kewenangannya dengan mengirimkan tentara ke Majelis Nasional, untuk menghentikan anggota dewan memberikan suara untuk menolak dekritnya.

Gelombang penolakan pun bergulir berhari-hari, masyarakat Korea Selatan melakukan demontrasi dan menjadi perhatian dunia.

Baca juga:

Pengadilan Perintahkan Penangkapan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol

Ditangkap dengan ratusan personil Polisi dan Petugas Anti Korupsi

Selama bergulirnya kasus darurat militer, Yoon Suk-yeol tinggal di kediamannya di pusat kota dengan pengamanan tinggi oleh Dinas Keamanan Presiden (PSS), paspamres resmi.

Mendesak pemeriksaan Yoon Suk-yeol, ratusan penyidik dari lembaga korupsi Korsel (CIO) beserta polisi menggeruduk kediamannya pada Rabu (15/1), pukul 10.33 waktu Korea Selatan.

Penggerebekan polisi dan CIO bertujuan mengintrogasi penyalanggunaan kewenangan pemberlakuan darurat militer pada medio 3 Desember 2024 lalu.

Terancam hukuman mati penjara seumur hidup

Pimpinan negara mengeluarkan pernyataan darurat militer bukan hal biasa. Hal tersebut mempengaruhi kestabilan negara. Menurur laman Aljazeera, Suk-yeol menghadapi tuduhan pemberontakan.

Jika tuduhan tersebut terbukti, kemungkinan ia akan menghadapi ancaman penjara seumur hidup hingga ancaman mati.

Baca juga:

Setelah Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Dimakzulkan, inilah Kelanjutan Pemerintahan

Presiden pertama Korea Selatan yang dimakzulkan

Proses sidang pemeriksaan Yoon Suk-yeol dikabarkan berlangsung lima kali. Jika hasil pemeriksaan menghasilkan terbukti ia melakukan tuduhan yakni pemberontakan maka ia akan dihukum. Tentu jabatannya sebagai presiden terpaksa dicabut meski periode menjabatnya belum usai.

Presiden pertama yang kena skandal hukum saat masih menjabat

Korea Selatan sebenarnya memiliki catatan panjang dalam menuntut dan memenjarakan mantan pemimpin. Tapi menangkap presiden yang belum resmi dicopot baru kali ini terjadi.

Proses sidang pemakzulan di MK hanya 4 menit

Durasi yang sama juga dihabiskan Mahkamah Konstitusi (MK) Korea Selatan sudah laksanakan sidang perdana pemakzulan Yoon Suk-yeol, Selasa (14/1). Sidang formal pertama pemakzulan Suk-yeol berlangsung singkat lantaran yang bersangkutan tidak hadir. Sidang lanjutannya berlangsung pada Kamis (16/1), pukul 14.00. Dilanjutkan dengan sidang lainnya pada 21, 23 Januari, dan 4 Februari. (Tka)

#Presiden Korea Selatan #Korea Selatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Tika Ayu

Berita Terkait

ShowBiz
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
Film pendek Natal Shin Wooseok’s Urban Fairy Tale: The Christmas Song Part 1 resmi dirilis. Dibintangi Karina aespa, Jang Wonyoung, hingga Byeon Woo Seok.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 25 Desember 2025
Film Pendek Natal Shin Woo Seok Resmi Rilis, Lagu 'The Christmas Song' yang Byeon Woo Seok Jadi Sorotan
ShowBiz
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Video yang dihapus itu berisi permintaan maaf Chef Paik terkait dengan isu pelanggaran label asal produk, iklan menyesatkan, serta tuduhan penyalahgunaan siaran.
Dwi Astarini - Selasa, 25 November 2025
Chef Paik Jong-won Balik ke TV, Diam-Diam Hapus Video Pengumuman Hiatus
Fashion
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
JF3 Fashion Festival mewujudkan visi Recrafted: A New Vision demi mengangkat kreativitas dan keahlian tangan Indonesia ke tingkat global melalui kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.
Dwi Astarini - Selasa, 11 November 2025
JF3 Fashion Festival Bawa Industri Mode Indonesia ke Kancah Global, akan Tampil di Busan Fashion Week 2025
Indonesia
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Menyebut Korea bangsa yang tangguh.
Dwi Astarini - Kamis, 06 November 2025
Prabowo Akui Belajar soal Etos Kerja dari Orang Korea, Natal dan Idul Fitri Tetap Latihan
Indonesia
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Hal ini disampaikan saat meresmikan PT Lotte Chemical Indonesia, pabrik petrokimia terbesar se-Asia Tenggara di Cilegon
Angga Yudha Pratama - Kamis, 06 November 2025
Bukan Oppa K-Pop! Ternyata Inilah Idola Utama Presiden Prabowo Subianto dari Korea Selatan
Indonesia
Prabowo Puji K-Pop Sukses Taklukan Dunia, Presiden Korsel Tertawa Tepuk Tangan
Pujian Prabowo itu disampaikan dengan penuh kehangatan dan disambut tawa serta tepuk tangan meriah dari Presiden Lee dan para pejabat Korsel yang hadir.
Wisnu Cipto - Sabtu, 01 November 2025
Prabowo Puji K-Pop Sukses Taklukan Dunia, Presiden Korsel Tertawa Tepuk Tangan
Indonesia
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Penyelundupan, penipuan, pencucian uang, perdagangan manusia, dan narkotika merupakan bahaya nyata bagi masa depan perekonomian kita.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Oktober 2025
Penyelundupan hingga Narkotika Bikin Prabowo ‘Ngeri’, Dianggap Jadi Bahaya Nyata bagi Masa Depan Perekonomian
Dunia
KTT APEC Bakal Hasilkan Deklarasi Gyeongju Dan Kesepakatan Kecerdasan Artifisial
Pemimpin APEC akan membahas upaya menjadikan kawasan Asia-Pasifik lebih terbuka, dinamis, dan tangguh dalam diskusi itu.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Oktober 2025
KTT APEC Bakal Hasilkan Deklarasi Gyeongju Dan Kesepakatan Kecerdasan Artifisial
Indonesia
Ketegangan Global di Depan Mata, Prabowo Peringatkan semua Pemimpin APEC tak Saling Curiga dan Bangkit dari Ketakutan
Prabowo mengatakan APEC sejak awal didirikan dengan semangat pertumbuhan ekonomi inklusif dan kerja sama multilateral.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Oktober 2025
Ketegangan Global di Depan Mata, Prabowo Peringatkan semua Pemimpin APEC tak Saling Curiga dan Bangkit dari Ketakutan
Indonesia
Tersentuh Sikap Hangat Prabowo, Pekerja Migran di Korea: Beliau Seperti Sosok Ayah bagi Kami
Pekerja migran Indonesia di Korea Selatan mengaku tersentuh dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto yang dinilai hangat dan penuh kepedulian saat kunjungan di sela KTT APEC 2025.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 31 Oktober 2025
Tersentuh Sikap Hangat Prabowo, Pekerja Migran di Korea: Beliau Seperti Sosok Ayah bagi Kami
Bagikan