MERAHPUTIH.COM – PERTEMUAN Lionel Messi dan Lamine Yamal ternyata bukan pertama kali terjadi di lapangan hijau Stadion MetLife (New York/New Jersey), East Rutherford, Amerika Serikat. Jauh sebelum sama-sama menjadi bintang sepak bola dunia, keduanya sudah dipertemukan dalam sebuah sesi pemotretan kalender amal di ruang ganti Camp Nou pada 2007.
Hampir dua dekade berlalu, momen yang semula dianggap biasa itu kini berubah menjadi salah satu kisah paling ikonik dalam sejarah sepak bola. Messi dan Yamal akan kembali bertemu, kali ini sebagai lawan di partai final Piala Dunia FIFA 2026, saat Argentina menghadapi Spanyol dalam perebutan gelar juara dunia.
Foto yang memperlihatkan Messi muda memandikan bayi Yamal pun kembali viral dan memicu banyak perbincangan. Tak sedikit yang menyebutnya sebagai takdir yang akhirnya menjadi kenyataan.
Baca juga:
Lionel Messi Ungkap Momen saat Mandikan Lamine Yamal, Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026
Messi sendiri mengaku masih sulit percaya melihat bagaimana foto tersebut kini memiliki makna yang begitu besar.
Foto itu benar-benar tidak masuk akal. Melihatnya saat dia masih bayi dan sekarang kami saling berhadapan. Itu benar-benar foto yang gila. Saya hanya mendoakan yang terbaik untuknya. Dia juga bagian dari Barcelona. Kami akan memberikan pertandingan terbaik yang kami bisa, meskipun itu akan sulit. Dan Lamine bukan satu-satunya pemain hebat yang dimiliki Spanyol. Kami akan memberikan segalanya.
Lionel Messi
Berikut ini 4 Fakta Unik di Balik Foto Ikonis Lionel Messi dan Lamine Yamal
1. Berawal dari Program Amal UNICEF
Foto legendaris tersebut bukan dibuat untuk kepentingan promosi sepak bola, melainkan bagian dari kalender amal Barcelona bersama UNICEF.
Saat itu, keluarga Lamine Yamal mengikuti program komunitas UNICEF di kawasan Rocafonda, Mataró. Mereka memenangi undian sehingga bayi Yamal mendapat kesempatan berfoto bersama salah satu pemain Barcelona untuk kalender amal edisi 2008.
Siapa pemain yang akan mendampingi Yamal sebenarnya ditentukan secara acak. Saat itu skuad Barcelona dihuni nama-nama besar seperti Ronaldinho, Xavi Hernandez, Carles Puyol, Thierry Henry, Andres Iniesta, Eric Abidal hingga Victor Valdes. Namun, takdir justru mempertemukan bayi Yamal dengan Messi.
2. Diabadikan Fotografer Joan Monfort
Foto yang kini mendunia itu diambil oleh fotografer Joan Monfort, yang saat itu bekerja sama dengan harian Catalan SPORT dan Yayasan Barcelona.
Monfort mengaku tak pernah menyangka hasil pemotretan sederhana tersebut akan menjadi salah satu foto paling bersejarah dalam dunia sepak bola.
"Ini bukan kebetulan, ini sebuah keajaiban," kata Monfort kepada FIFA.
Baca juga:
Daftar Top Skor Piala Dunia FIFA 2026 Terbaru: Mbappe Teratas, Messi Bidik Hattrick di Final
3. Proses Pemotretan Serbaterburu-buru
Di balik foto ikonis itu ternyata tersimpan cerita yang cukup melelahkan. Mantan staf pemasaran harian SPORT, Oriol Canals, mengungkapkan seluruh proyek kalender amal harus diselesaikan hanya dalam waktu empat hari.
"Saat semua izin akhirnya keluar, kami hanya punya empat hari untuk pemotretan. Kami hampir tidak tidur. Semuanya dikerjakan dengan sangat cepat bersama keluarga dan teman-teman yang membawa anak-anak mereka," kata dia dikutip dari FIFA.
Setelah kalender edisi pertama selesai, penyelenggara kemudian memperluas konsepnya agar lebih inklusif dan merepresentasikan masyarakat Catalan.
4. Messi Gugup saat Menggendong Bayi Yamal
Lamine Yamal lahir pada 13 Juli 2007. Tiga setengah bulan kemudian, tepatnya 31 Oktober 2007, ibunya, Sheila Ebana, membawa Yamal ke ruang ganti tim tamu Camp Nou untuk sesi foto yang berlangsung sekitar 30 menit.
Sheila bisa bertemu dengan bintang Barca berkat kemenangan undian yang diikutinya sebagai partisipan dalam proyek komunitas UNICEF di lingkungan Rocafonda di Mataro.
Kala itu, Messi baru berusia 19 tahun dan ternyata sangat gugup saat harus menggendong bayi.
"Messi kaku seperti sapu. Saya rasa karena dia belum pernah menggendong bayi sebelumnya," ujar Oriol Canals.
Joan Monfort juga masih mengingat jelas ekspresi Messi saat itu.
"Messi masih sangat muda, pemalu, dan introvert. Dia benar-benar terlihat canggung ketika harus menggendong bayi," ujarnya dikutip dari FIFA.
Nyaris dua dekade kemudian, foto tersebut menjelma menjadi simbol perjalanan dua generasi sepak bola. Dari seorang bayi yang dimandikan idolanya, Lamine Yamal tumbuh menjadi bintang muda Spanyol dan kini bersiap menghadapi Lionel Messi di panggung terbesar sepak bola dunia: final Piala Dunia FIFA 2026.(Tka)
Baca juga:
Lionel Messi Ungkap Momen saat Mandikan Lamine Yamal, Kini Bertemu di Final Piala Dunia 2026

