Merahputih.com - Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) menarik dukungannya terhadap pencalonan kembali Gianni Infantino sebagai Presiden FIFA.
Keputusan tersebut menjadi pukulan bagi Infantino yang tengah bersiap mempertahankan posisinya dalam pemilihan pada 2027.
Baca juga:
Presiden FFF Philippe Diallo mengatakan keputusan itu diambil secara bulat oleh komite eksekutif federasi. Menurutnya, kepercayaan terhadap kepemimpinan Infantino telah runtuh.
Kepercayaan yang diberikan kepada presiden FIFA telah hancur,
ujar Diallo dikutip dari Reuters.
“Cara kita membayangkan pengelolaan sepak bola dunia tidak lagi sesuai dengan cara pengelolaannya saat ini.”
Akhir Juni Masih Dukung
Diallo mengatakan Prancis sebenarnya masih memberikan dukungan kepada Infantino pada akhir Juni. Saat itu, Infantino menjadi satu-satunya kandidat yang telah menyatakan diri untuk pemilihan presiden FIFA.
Baca juga:
Drama FIFA vs UEFA Makin Panas, Kampanye Hitam hingga Ancaman terhadap Gianni Infantino
Namun, perkembangan setelahnya mengubah sikap FFF.
Kondisi untuk dukungan kami terhadap pencalonannya tidak lagi terpenuhi,
kata Diallo.
Usulan Investasi FIFA Jadi Pemicu
Infantino menghadapi tekanan yang meningkat setelah rencana kontroversial untuk menjual 20 persen saham dalam sejumlah kompetisi FIFA kepada investor swasta dibatalkan pada Juli.
Usulan tersebut mencakup kompetisi besar seperti Piala Dunia dan mendapat penolakan dari sejumlah konfederasi sepak bola regional.
Baca juga:
Desakan Mundur ke Presiden FIFA Gianni Infantino Kian Kuat, Kali Ini Diungkapkan Luis Figo
Menurut Diallo, rencana penjualan saham tersebut menimbulkan pertanyaan serius mengenai tata kelola FIFA. Ia juga menyoroti kurangnya konsultasi dan informasi yang diberikan kepada federasi sebelum proposal tersebut muncul.
Infantino Kehilangan Dukungan
Prancis bukan satu-satunya federasi yang menarik dukungan untuk Infantino. Sejumlah federasi Eropa, termasuk Inggris dan Italia, juga disebut telah mengambil langkah serupa setelah gagalnya proposal tersebut.
Tekanan terhadap Infantino juga datang dari lingkungan UEFA dan konfederasi lainnya. UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), serta CONCACAF disebut mendorong perubahan di pucuk pimpinan FIFA sekaligus mencari alternatif yang kredibel menjelang pemilihan.