Merahputih.com - FIFA menuduh UEFA menjalankan kampanye hitam terhadap organisasi dan Presiden Gianni Infantino. Tuduhan tersebut menjadi babak baru dalam perseteruan FIFA dan UEFA setelah rencana kontroversial Infantino terkait pengelolaan hak komersial.
Tuduhan FIFA tersebut muncul dalam dokumen pengadilan yang diajukan ke Pengadilan Distrik Selatan New York pada 1 September 2026.
Baca juga:
Perseteruan bermula dari proposal FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah entitas yang rencananya akan mengelola hak komersial sejumlah turnamen FIFA, termasuk Piala Dunia.
UEFA sebelumnya mengajukan permohonan ke pengadilan AS untuk mendapatkan kesaksian dan dokumen dari sejumlah entitas yang berbasis di Amerika Serikat.
Informasi tersebut disebut akan digunakan dalam kemungkinan proses pidana terhadap Infantino dan sejumlah pejabat FIFA.
FIFA Balik Menyerang UEFA

Presiden FIFA Gianni Infantino (ANTARA/AFP/SIMON MAINA)
Namun FIFA menilai langkah UEFA bukan sekadar proses hukum. FIFA menyebut pengajuan UEFA sebagai bagian dari kampanye untuk merusak citra organisasi dan kepemimpinan Infantino.
FIFA juga menuding UEFA berusaha menggagalkan proposal FFE sejak awal.
Baca juga:
UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta
Menurut FIFA, UEFA seharusnya menggunakan mekanisme internal FIFA untuk menyampaikan keberatan terhadap proposal tersebut, bukan membawa persoalan ke ranah hukum dan publik.
FIFA juga menilai penolakan UEFA tidak lepas dari kepentingan untuk mempertahankan dominasi sepak bola Eropa.
Tekanan terhadap Infantino Makin Besar
Persoalan ini tidak berhenti setelah proposal FFE dibatalkan. Posisi Infantino justru semakin tertekan menjelang pemilihan Presiden FIFA 2027.
Baca juga:
Gianni Infantino Makin Tertekan, Giliran Israel Tarik Dukungan
Infantino dijadwalkan mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat pada Maret 2027. Namun, sejumlah negara dilaporkan mulai menarik dukungan terhadap pencalonannya setelah kontroversi proposal FFE.
Tekanan juga datang dari tiga konfederasi, yakni UEFA, Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), dan CONCACAF, yang disebut mendorong agar Infantino mengundurkan diri.