Parenting

4 Alasan Kenapa Perlu Membiarkan Anak 'Nakal' Pada Masanya

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Jumat, 09 Agustus 2019
4 Alasan Kenapa Perlu Membiarkan Anak 'Nakal' Pada Masanya

Alasan Kenapa Kamu Harus Biarkan Anak Nakal Pada Masanya (Foto: Pixabay/Geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

UMUMNYA kebanyakan anak akan aktif dan nakal saat masih kecil. Ketika beranjak dewasa biasanya kenakalan-kenakalan tersebut biasanya terbawa. Orangtua bisa dibuat marah karena kelakuan nakal anak-anaknya. Tetapi, ternyata kamu harus membiarkan anak 'nakal' pada masanya, selama kenakalan tersebut tidak berdampak buruk bagi masa depannya.

Melansir dari laman kateorson, sebaiknya anak dibiarkan saja melakukan apa yang mereka mau meskipun bisa dikategorikan sebagai perlilaku nakal. Tetapi kamu tetap harus memantau agar nakalnya tetap dalam batas wajar. Karena dengan begitu mereka belajar untuk mengambil resiko dan bertanggung jawab. Penasaran apa saja alasan kenapa kamu harus membiarkan anakmu nakal? Yuk intip ulasan berikut ini.

Baca juga:

Anak Muda itu Harus ‘Out of the Box’

1. Proses Mencari Jati Diri

4 Alasan Kenapa Perlu Membiarkan Anak 'Nakal' Pada Masanya
Proses mencari jati diri (Foto: Pixabay/dimitrisvetsikas1969)

Jika kamu terbiasa mengekang dan menuntun jalan hidupnya sesuai dengan aturan, anakmu tidak akan pernah menemukan jati dirinya sendiri. Mereka akan tumbuh sesuai bentuk yang kamu inginkan bukan karakter alami yang ada di dalam dirinya.

Dengan membiarkan anakmu bebas dengan positif dan nakal pada taraf wajar, mereka secara tidak langsung akan menghadapi lika-liku hidup sejak masa muda. Mereka juga dengan sendirinya akan belajar bagaimana mengambil keputusan, menghadapi resiko dan mencari solusi dari sebuah masalah.

2. Cari Pengalaman Hidup

4 Alasan Kenapa Perlu Membiarkan Anak 'Nakal' Pada Masanya
Cari pengalaman hidup (Foto: Pixabay/MatanVizel)

Senantiasa bebaskan anakmu selama apapun yang mereka lakukan masih dalam batas wajar karena dengan begitu pengalaman hidup yang mereka miliki sangat berwarna. Perlu kamu ketahui bahwa pengalaman hidup mampu mendewasakan hidup seseorang.

Baca juga:

Grafiti, Dari Hobi Hingga Menghasilkan Pundi-Pundi Uang

3. Mencari Teman Sekaligus Jaringan Kerja

4 Alasan Kenapa Perlu Membiarkan Anak 'Nakal' Pada Masanya
Mencari teman sekaligus jaringan kerja (Foto: Pixabay/zaenuddinahmad67)

Anak yang nakal cenderung memiliki jiwa sosial yang tinggi. Mereka akan memiliki lingkaran pertemanan yang sangat luas.

Dari sini mereka dengan mudah membangun jaringan kerja. Bekerja dengan sekelompok orang yang memiliki passion yang sama akan meningkatkan potensi dalam diri anak dengan sangat cepat.

4. Dekat Dengan Orangtua

4 Alasan Kenapa Perlu Membiarkan Anak 'Nakal' Pada Masanya
Dekat dengan orangtua (Foto: Pixabay/MabelAmber)

Dengan kamu menjadi orangtua yang open minded dan pengertian, dengan sendirinya anakmu akan selalu jujur padamu. Kamu tidak hanya dianggap sebagai orangtua tetapi juga sahabat yang bisa dijadikan tempat curhat.

Tetapi meskipun kamu membiarkan anakmu nakal dalam batas wajar bukan berarti kamu lepas kontrol ya. Kamu tetap harus memantau dan mengawasinya setiap saat. (mar)

Baca juga:

Kerja Dulu Baru Kuliah? Kenapa Enggak

#Agustus Nakal #Kenakalan Remaja #Parenting #Anak
Bagikan
Ditulis Oleh

Ananda Dimas Prasetya

nowhereman.. cause every second is a lesson for you to learn to be free.

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Polisi Tangkap 60 Orang dalam Perang Sarung, Walkot Solo Soroti Kenakalan Remaja
Semuanya ditangkap atas laporan masyarakat yang masuk ke Call Center Tim Sparta.
Dwi Astarini - Selasa, 24 Februari 2026
Polisi Tangkap 60 Orang dalam Perang Sarung, Walkot Solo Soroti Kenakalan Remaja
Bagikan