349 Ribu Warga Jakarta Menganggur, PSI Kritik Sistem Pendidikan

Soffi AmiraSoffi Amira - Kamis, 02 April 2026
349 Ribu Warga Jakarta Menganggur, PSI Kritik Sistem Pendidikan

Ilustrasu pekerja.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Justin Adrian Untayana, menyoroti meningkatnya angka pengangguran di Jakarta yang makin mengkhawatirkan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di akhir tahun 2025 saja tingkat pengangguran terbuka (TPT) Jakarta telah meningkat dari 6,05 persen pada Agustus 2025 menjadi 6,31 persen pada November 2025.

Hanya dengan data tersebut saja, pada akhir tahun lalu dapat dilihat pengangguran di ibu kota bertambah sekitar 19 ribu orang, sehingga terdapat 349 ribu warga Jakarta yang kini menganggur.

Belum lagi potensi pertumbuhan ekonomi di depan mata yang dihantui bayang-bayang ketidakpastian harga minyak dan gas (migas) serta resesi ekonomi dunia.

Baca juga:

MBG Bakal Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja, Kepala Daerah Melaporkan Penurunan Pengangguran

Ia menilai, rentannya masyarakat ibu kota terhadap resesi dan pengangguran adalah buah dari buruknya perencanaan pendidikan dan sektor industri andalan DKI yang telah berjalan tanpa arah jelas selama ini.

"Ada 3 era ekonomi. Pertama, era pertanian dan perkebunan, di sini dibutuhkan areal luas. Tetapi, tidak diperlukan pendidikan tinggi. Bahkan, warga yang tidak lulus Sekolah Dasar (SD) pun bisa bertahan dalam era tersebut," jelasnya.

Era kedua adalah era Industri, di mana industri manufaktur membutuhkan tenaga kerja atau buruh. Pada era industri ini, hanya warga berpendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) atau Sekolah Menengah Atas (SMA) saja yang dapat bertahan, sebagai buruh industri.

Kemudian, Justin menjelaskan bahwa Jakarta sudah memasuki era perekonomian ketiga yang membutuhkan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Baca juga:

SPPG Diklaim Bisa Kurangi Pengangguran, Wamenaker Targetkan 1,7 Juta Pekerja

Adapun, SDM tersebut harus bisa menguasai pengetahuan dan pengalaman-pengalaman di berbagai sektor industri yang kompleks.

"Era ketiga adalah era jasa dan teknologi. Di situ tidak dibutuhkan areal luas, tidak dibutuhkan juga pabrik-pabrik yang berpolusi, akan tetapi membutuhkan tenaga-tenaga profesional, seperti dokter, pengacara, ahli IT (Teknologi Informasi), arsitek, akuntan, bankir, analis keuangan, ilmuwan, dan sebagainya yang membutuhkan pendidikan formal yang tinggi," lanjutnya.

Justin menekankan, bahwa Jakarta sesungguhnya sudah ada di era ketiga tersebut, yaitu era jasa dan teknologi. Disebabkan sawah dan perkebunan sudah tidak ada lagi.

Lalu, mayoritas pabrik-pabrik manufaktur sudah lama angkat kaki dari DKI karena tidak efisien lagi untuk memproduksi barang dengan ongkos Upah Minimum Provinsi (UMP) yang merupakan salah satu tertinggi di Indonesia.

Baca juga:

Pengangguran Laki-Laki Masih Lebih Tinggi dari Perempuan, 7,35 Juta Orang Masih Menganggur

"Tapi apa yang terjadi? Akhirnya demografi DKI yang didominasi tamatan SMA ke bawah menjadi sulit untuk terserap dalam lapangan-lapangan pekerjaan eksisting. Maka dari itu tidak heran banyak warga SMA ke bawah sangat bergantung kepada sektor kerja non-formal seperti ojek online, pedagang lapak atau keliling, dan sebagainya," katanya.

Kemudian, ia menyorot susunan angkatan kerja Jakarta yang masih didominasi oleh lulusan SMA, yang mana lulusan-lulusan itu kesulitan untuk berkompetisi mendapatkan pekerjaan-pekerjaan profesional dalam era perekonomian dan industri ketiga ini.

"Berdasarkan Data BPS 2023 lalu, 78,7 persen penduduk usia produktif di Jakarta hanya berpendidikan SMA ke bawah. Kemudian, 21,3 persen lainnya atau sebagian kecil merupakan lulusan S1 ke atas. Dengan kata lain, tidak banyak warga Jakarta yang tamat kuliah S1, sehingga kesulitan mencari pekerjaan-pekerjaan profesional," imbuhnya.

Begitu pun, Justin memperingatkan bahwa faktanya lulusan-lulusan S1 dari setidaknya 30 kampus dengan ranking terbaiklah yang relatif mudah mendapatkan pekerjaan-pekerjaan profesional.

"Sementara itu, jumlah universitas di Indonesia adalah ribuan. Sehingga, tidak heran sangat banyak sarjana S1 sulit mendapatkan pekerjaan, bahkan sampai melamar menjadi Penanganan Sarana dan Prasarana Umum (PPSU) alias petugas kebersihan serbaguna demi mendapatkan penghasilan," sambungnya.

Semestinya, Justin berpendapat bahwa pendidikan terhadap warga Jakarta sejak dulu sudah diperlakukan sebagai investasi jangka panjang, bukan hanya formalitas semata.

"Sekarang faktanya, data Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta menunjukkan hanya terdapat 34,29 persen guru yang lulus uji kompetensi di ibukota pada tahun 2022 lalu. Kalau seperti ini, bagaimana mau mencetak lulusan berkualitas bila gurunya saja mayoritas tidak bersertifikasi?," ucapnya. (Asp)

#Pengangguran #Pendidikan #PSI #Tingkat Pengangguran #SDM Indonesia
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
SIAPkerja, Platform Mudahkan Warga ke Akses Kesempatan Kerja
pemanfaatan SIAPkerja diharapkan dapat membantu peserta melanjutkan proses pengembangan dirinya setelah mengikuti program penunjang seperti Magang Nasional (MagangHub).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
SIAPkerja, Platform Mudahkan Warga ke Akses Kesempatan Kerja
Indonesia
Sekolah Rakyat Kediri Beri Kesempatan bagi Siswa Putus Sekolah
Melalui fasilitas gratis berbasis asrama, program ini mengembalikan motivasi belajar anak-anak dari keluarga prasejahtera menuju masa depan yang lebih baik.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Sekolah Rakyat Kediri Beri Kesempatan bagi Siswa Putus Sekolah
Indonesia
Ini Link Daftar Magang Nasional Tahap II, Ditutup 8 September 2026
Menaker berharap peserta program ini dapat memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperoleh pengalaman kerja, meningkatkan keterampilan, serta memahami lingkungan kerja.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
Ini Link Daftar Magang Nasional Tahap II, Ditutup 8 September 2026
Indonesia
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
JHL Foundation memberikan Beasiswa Kelapa kepada lebih dari 100 mahasiswa UBB untuk mendukung pendidikan dan mendorong regenerasi petani muda di Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
JHL Foundation Dorong Regenerasi Petani Lewat Beasiswa Kelapa untuk Mahasiswa UBB
Indonesia
Pemerintah Mulai Garap Kapasitas SDM Buat Proyek Ekosistem Semikonduktor Indonesia
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha menjadi penting agar peningkatan kapasitas SDM berjalan seiring dengan transformasi industri.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 30 Agustus 2026
Pemerintah Mulai Garap Kapasitas SDM Buat Proyek Ekosistem Semikonduktor Indonesia
Indonesia
Syarat Warna Latar Pasfoto Daftar 6 Sekolah Kedinasan Favorit, Salah Langsung kena Coret!
Ribuan calon peserta dari seluruh Indonesia berlomba memperebutkan kursi di sembilan sekolah kedinasan favorit di bawah kementerian dan lembaga pemerintahan.
Wisnu Cipto - Rabu, 19 Agustus 2026
Syarat Warna Latar Pasfoto Daftar 6 Sekolah Kedinasan Favorit, Salah Langsung kena Coret!
Indonesia
Seleksi 9 Sekolah Kedinasan Resmi Dibuka Hari Ini, Jangan Sampai Telat Daftar!
BKN resmi membuka pendaftaran Seleksi Sekolah Kedinasan 2026 mulai 18 Agustus. Ada 9 sekolah kedinasan kementerian/lembaga.
Wisnu Cipto - Selasa, 18 Agustus 2026
Seleksi 9 Sekolah Kedinasan Resmi Dibuka Hari Ini, Jangan Sampai Telat Daftar!
Lifestyle
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
BPS mencatat 1,03 juta pengangguran terdidik per Mei 2026. Simak 6 jurusan kuliah dengan lulusan paling banyak menganggur dan penyebabnya.
ImanK - Senin, 17 Agustus 2026
6 Jurusan Kuliah dengan Lulusan Paling Banyak Menganggur, Manajemen Teratas
Indonesia
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Seharusnya pemda sudah menertibkan TPS ilegal jauh-jauh hari.
Dwi Astarini - Kamis, 13 Agustus 2026
PSI Ngaku Heran, masih Banyak TPS Ilegal Besar di Jakarta
Indonesia
Kabar Gembira! Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 Diumumkan 20 Agustus 2026 di Skillhub
Peserta yang dinyatakan lolos selanjutnya akan mengikuti orientasi peserta dan memulai pelatihan pada 26 Agustus 2026.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Kabar Gembira! Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Tahap 4 Diumumkan 20 Agustus 2026 di Skillhub
Bagikan