Musik

3 Band Terpilih Ikut Program Jameson Connects Indonesia Sesi 2

Andrew FrancoisAndrew Francois - Kamis, 24 Maret 2022
3 Band Terpilih Ikut Program Jameson Connects Indonesia Sesi 2

Jameson Connects Indonesia Sesi 2. (Foto: Jameson Indonesia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

PROGRAM Jameson Connects Indonesia kembali digelar yang kini bertajuk Sesi 2, dibuat oleh label musik deMajors Independent Music Industry (dIMI).

Label tersebut bekerja sama dengan Pernod Richard untuk mengkurasi lebih dari 400 band. Dari jumlah itu hanya menjadi tiga band saja yang sesuai dengan karakteristik Jameson.

Baca juga:

‘Jameson Connects Indonesia’ Jadi Wadah Baru untuk Musisi Indonesia

Happiest Lokal pada konferensi pers Jameson Connects Indonesia Sesi 2. (Foto: Jameson Indonesia)

Ketiga band yang terpilih adalah Dirty Ass, The Jansen, dan Happiest Lokal. Masing-masing band membawakan lagu yaitu Sembah oleh Dirty Ass, Mereguk Anti Depresan Lagi oleh The Jansen, dan Fatamorasa oleh Happiest Lokal. Menurut David Tarigan dari deMajors bahwa ketiga band tersebut tidak datang dari Jakarta.

"Makanya ini bagus juga karena menjadi bukti bahwa tidak semuanya harus datang dari Jakarta atau tidak hanya dari Jakarta saja yang bisa terpilih," ungkapnya. David juga menjadi kurator terhadap 444 band dan menyeleksi hanya dalam waktu kurang dari tiga bulan saja.

Menurutnya setiap band yang terpilih memiliki kekuatan, karakter, potensi, dan paket musik yang sangat pas bahkan sesuai dengan karakter Jameson.

"Bahkan beberapa itu militan banget alias manggung terus. Punya basis penggemar yang cukup besar. Rilis lagu terus, punya merchandise, misalnya satu itu dari Tangerang, Dirty Ass," katanya.

Sementara Jimi Multazam selaku kurator lainnya, mengapresiasi ketiga band yang diakui memiliki karakter musik keras namun unik.

Baca juga:

Planetbumi Datang Lagi dengan Semangat Indie

Dirty Ass band terpilih Jameson Connects Indonesia Sesi 2 asal Tangerang. (Foto: Jameson Indonesia)

"Kalau Dirty Ass itu gue udah lama tahu. Band ini emang kencang banget di Tangerang sana, tapi di sini enggak ada yang tahu, kan. Sekarang gue lihat Dirty Ass ternyata udah banyak berkembang, ya. Kalau The Jansen dia banyak bikin EP, anak zaman sekarang yang suka ala tahun 70an," ungkap Jimi.

Ketiga band terpilih itu berkesempatan untuk membuat video klip lagu masing-masing yang berkolaborasi dengan sutradara Anggun Priambodo, Yustinus Kristianto, dan Aditya Muhara. Musik video itu merupakan misi Jameson untuk membangkitkan rasa apresiasi terhadap musik seperti zaman dahulu.

"Kalau dulu kan kita bisa suka band itu ketika melihat video musiknya. Kita lihat band itu keren banget dan rasa apresiasi terhadap musik jadi begitu besar. Sementara sekarang kita sudah tidak melihat hal-hal itu lagi," ungkap David.

Sementara itu Brand Manager of Pernord Richard Indonesia, Hendrik Simon, mengatakan James Connects ingin memberikan apresiasi untuk musik lokal Indonesia. Terlebih pada indie scene sehingga seluruh musisi dan band bisa submit musiknya. (waf)

Baca Juga:

Anthem Indie Lokal Era 2000 Remix Pablo Cikaso Diresmikan Demajors

#Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
'Feather Lungs' Laura Gibson menghadirkan nuansa folk yang lembut dan puitis, mengeksplorasi kerentanan, kerinduan, hubungan, serta perubahan hidup.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 25 Agustus 2026
'Feather Lungs' Laura Gibson, Lagu Tenang yang Mengajak Pendengar Menyelami Sisi Paling Rapuh
ShowBiz
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
Lirik 'BISA GAK SIH?' mengajak pendengarnya untuk sesekali berhenti, mengambil napas, dan memberikan kesempatan beristirahat.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'BISA GAK SIH?' Jadi Ruang Quinn Salman untuk Bicara soal Jeda
ShowBiz
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
'Head Over Heels' menjadi salah satu lagu JD McPherson dalam album Let The Good Times Roll yang memadukan rock and roll, rhythm and blues, dan nuansa retro.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
'Head Over Heels' JD McPherson, Lagu yang Menghidupkan Kembali Nuansa Musik Era Klasik
ShowBiz
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
Lagu ini lahir dari pengalaman personal Tomiyang setelah kehilangan sang ibu.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Kasih (IBU) tak Sampai', Cara Pink Tomiyang Merawat Rindu kepada sang Ibu
ShowBiz
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
Barry Can't Swim merilis single terbaru 'Dance Dance Dance!' yang terpengaruh French touch, dengan synth berkilau, keytar, dan vokal berbahasa Prancis.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Keluar dari Atmosfer Klub, Barry Can't Swim Bawa Eksplorasi Baru Lewat 'Dance Dance Dance!'
ShowBiz
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
Petra Sihombing kembali dengan single 'Bangga', lagu yang bercerita tentang rasa kagum dan bangga melihat seseorang yang dikenal lama akhirnya meraih impian.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 Agustus 2026
Petra Sihombing Rilis 'Bangga', Lagu tentang Kagum Melihat Seseorang Meraih Impian
ShowBiz
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
Budi Doremi mengangkat kisah seseorang yang mulai menyadari bahwa perasaan yang ia berikan tidak mendapatkan balasan yang setara.
Dwi Astarini - Senin, 24 Agustus 2026
'Cinta Diri Sendiri', Lagu Terbaru Budi Doremi tentang Cinta yang tak Seimbang
ShowBiz
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
510 kembali dengan 'Heavy Lies The Crown'. Single ini mengangkat tema spiritual dan pergulatan batin.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
510 Buka Babak Baru lewat 'Heavy Lies The Crown', Padukan Musik Agresif dan Pergulatan Spiritual
ShowBiz
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
NiMBY melanjutkan kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' bersama Ombags NTRL. Lagu ini mengajak pendengar berani bangkit dan mengejar mimpi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
NiMBY Lanjutkan Kisah 'Ruang Untuk Pulang' lewat 'Landasan Pacu' Bersama Ombags NTRL
ShowBiz
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Icona Pop kembali dengan album 'Ritual' dan single 'Hurt'. Album electro-pop ini mengangkat persahabatan, motherhood, patah hati, penyembuhan, dan transformasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 23 Agustus 2026
Bukan Sekadar Album Electro-pop, 'Ritual' Jadi Cara Icona Pop Merayakan Luka, Cinta, dan Perubahan
Bagikan