230.000 Orang Sipil Selamatkan Diri dari Pertempuran Idlib

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 28 Desember 2019
230.000 Orang Sipil Selamatkan Diri dari Pertempuran Idlib

Warga Suriah berkumpul untuk mendapatkan makanan di kamp pengungsi di Bardarash, Dohuk, Irak, 18/10/2019. ANTARA/REUTERS/Ari Jalal/tm.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - PBB melaporkan bahwa 235.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka di Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak. Eksodus ini terjadi selama serangan udara dan penembakan yang didukung Rusia, Desember ini.

Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyebutkan eksodus berlangsung pada 12-25 Desember. Demikian Reuters seperti dikutip dari Antara.

Baca Juga:

Indeks Kerukunan Beragama di Jakarta Dinilai Masih Buruk, PB SEMMI: Jangan Menjadi Seperti Suriah

Sebagian besar dari pengungsi berasal dari Maarat al-Numan di Provinsi Idlib selatan. Demikian menurut OCHA.

"Dengan adanya peningkatan kekerasan terbaru di Suriah barat laut, warga sipil di wilayah Idlib kembali mengalami konsekuensi pertempuran yang menghancurkan," katanya.

OCHA mengatakan, Maarat al-Numan dan desa di sekitarnya "dilaporkan hampir kosong".

Konflik di Suriah. (Foto: Antara Video)
Konflik di Suriah. (Foto: Antara Video)

Abu al-Majd Nasser, yang meninggalkan kota Telmanas bersama keluarganya menuju perbatasan mengatakan, Presiden Rusia Vladmir Putin "ingin membunuh setiap warga Suriah yang menentang rezim."

Moskow dan Damaskus membantah klaim bombardir tanpa pandang bulu terhadap warga sipil. Kedua negara menyatakan sedang memerangi kelompok gerilyawan.

Baca Juga:

Densus 88 Cokok Teroris Ahli Rakit Bom Alumni Perang Suriah

Tim penyelamat dan saksi mata menyebutkan pertempuran menyebabkan banyak kota lumpuh dan puluhan pusat medis hancur.

Presiden AS Donald Trump telah menyatakan penentangannya terhadap "pembantaian" yang melibatkan warga sipil di Suriah. (*)

Baca Juga:

Ikut Perang Bareng ISIS di Suriah, Empat Orang Terduga Teroris Diciduk Densus 88

#Konflik Suriah
Bagikan
Ditulis Oleh

Zulfikar Sy

Tukang sihir

Berita Terkait

Dunia
Menlu Prancis dan Jerman Kunjungi Damaskus, Tegaskan Negaranya Berdiri Bersama Rakyat Suriah
Prancis dan Jerman dukung kemerdekaan Suriah.
Ikhsan Aryo Digdo - Jumat, 03 Januari 2025
Menlu Prancis dan Jerman Kunjungi Damaskus, Tegaskan Negaranya Berdiri Bersama Rakyat Suriah
Dunia
Suriah Cabut Pemberlakuan Aturan Jam Malam di Damaskus
Al-Bashir, mantan pemimpin regional di Suriah barat laut, telah resmi ditunjuk untuk mengepalai pemerintahan transisi hingga Maret 2025.
Wisnu Cipto - Kamis, 12 Desember 2024
Suriah Cabut Pemberlakuan Aturan Jam Malam di Damaskus
Indonesia
37 WNI yang Dievakuasi di Tengah Konflik Suriah Tiba di Indonesia Sore ini
KBRI Damaskus telah menetapkan status siaga 1 di seluruh wilayah Suriah
Angga Yudha Pratama - Kamis, 12 Desember 2024
37 WNI yang Dievakuasi di Tengah Konflik Suriah Tiba di Indonesia Sore ini
Indonesia
Panglima TNI Perintahkan KSAD Lanjutkan Program Kerja Jenderal Dudung
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono meminta Jenderal Agus sebagai KSAD untuk melanjutkan program-program kerja yang telah dicanangkan Jenderal Dudung Abdurachman di periode lalu.
Mula Akmal - Jumat, 27 Oktober 2023
Panglima TNI Perintahkan KSAD Lanjutkan Program Kerja Jenderal Dudung
Bagikan