230.000 Orang Sipil Selamatkan Diri dari Pertempuran Idlib
Warga Suriah berkumpul untuk mendapatkan makanan di kamp pengungsi di Bardarash, Dohuk, Irak, 18/10/2019. ANTARA/REUTERS/Ari Jalal/tm.
MerahPutih.com - PBB melaporkan bahwa 235.000 warga sipil telah meninggalkan rumah mereka di Suriah barat laut yang dikuasai pemberontak. Eksodus ini terjadi selama serangan udara dan penembakan yang didukung Rusia, Desember ini.
Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) menyebutkan eksodus berlangsung pada 12-25 Desember. Demikian Reuters seperti dikutip dari Antara.
Baca Juga:
Indeks Kerukunan Beragama di Jakarta Dinilai Masih Buruk, PB SEMMI: Jangan Menjadi Seperti Suriah
Sebagian besar dari pengungsi berasal dari Maarat al-Numan di Provinsi Idlib selatan. Demikian menurut OCHA.
"Dengan adanya peningkatan kekerasan terbaru di Suriah barat laut, warga sipil di wilayah Idlib kembali mengalami konsekuensi pertempuran yang menghancurkan," katanya.
OCHA mengatakan, Maarat al-Numan dan desa di sekitarnya "dilaporkan hampir kosong".
Abu al-Majd Nasser, yang meninggalkan kota Telmanas bersama keluarganya menuju perbatasan mengatakan, Presiden Rusia Vladmir Putin "ingin membunuh setiap warga Suriah yang menentang rezim."
Moskow dan Damaskus membantah klaim bombardir tanpa pandang bulu terhadap warga sipil. Kedua negara menyatakan sedang memerangi kelompok gerilyawan.
Baca Juga:
Tim penyelamat dan saksi mata menyebutkan pertempuran menyebabkan banyak kota lumpuh dan puluhan pusat medis hancur.
Presiden AS Donald Trump telah menyatakan penentangannya terhadap "pembantaian" yang melibatkan warga sipil di Suriah. (*)
Baca Juga:
Ikut Perang Bareng ISIS di Suriah, Empat Orang Terduga Teroris Diciduk Densus 88
Bagikan
Berita Terkait
Menlu Prancis dan Jerman Kunjungi Damaskus, Tegaskan Negaranya Berdiri Bersama Rakyat Suriah
Suriah Cabut Pemberlakuan Aturan Jam Malam di Damaskus
37 WNI yang Dievakuasi di Tengah Konflik Suriah Tiba di Indonesia Sore ini
Panglima TNI Perintahkan KSAD Lanjutkan Program Kerja Jenderal Dudung