1.000 Orang Mengungsi Akibat Kericuhan di Yahukimo

Andika PratamaAndika Pratama - Senin, 04 Oktober 2021
1.000 Orang Mengungsi Akibat Kericuhan di Yahukimo

Rumah dibakar saat kericuhan di Yahukimo, Papua. Foto: Istimewa

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Polisi memperkirakan ada sekitar seribu orang yang mengungsi karena kericuhan di Yahukimo, Papua, Minggu (3/10). Kericuhan di Yahukimo itu terjadi karena bentrok antar suku yang pecah di Distrik Dekai pada akhir pekan lalu.

Diketahui, dalam insiden itu masyarakat adat yang berasal dari Suku Yali diserang suku Kimyal dan mengakibatkan satu orang meninggal dunia.

Baca Juga

Diduga Terlibat KKB, Kepala Distrik di Yahukimo Papua Diciduk Polisi

"Masyarakat yang mengamankan diri di Polres Yahukimo di perkirakan kurang lebih seribu orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Senin (4/10).

Menurut Kamal, aksi penyerangan itu dilakukan secara terencana dan dipimpin langsung oleh Kepala suku umum Kimyal, Morome Keya Busup. Ia membawa rombongan penyerang menggunakan dua unit mobil minibus.

Selain itu, mereka juga mempersiapkan diri dengan membawa panah dan parang saat melakukan penyerangan hingga menimbulkan kericuhan di Yahukimo.

"Saat ini Korban yang meninggal Dunia menjadi 6 Orang dan masih disemayamkan di RS Yahukimo, di mana satu di antaranya adalah pelaku," ujar Kamal.

Rumah dan fasilitas umum dibakar oleh sekelompok massa di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua, Minggu, 3 Oktober 2021 sekitar pukul 12.30 WIT. (Foto: Istimewa)
Rumah dan fasilitas umum dibakar oleh sekelompok massa di Distrik Dekai, Yahukimo, Papua, Minggu, 3 Oktober 2021 sekitar pukul 12.30 WIT. (Foto: Istimewa)

Insiden ini bermula pada Minggu (3/5) pukul 12.45 WIT ketika massa Suku Kimyal pimpinan Kepala Suku Morome Keya Busup menggunakan dua unit mobil minibus membawa alat tajam seperti busur panah dan parang mendatangi masyarakat Suku Yali.

Kemudian, sekitar pukul 12.50 WIT, personel Polres Yahukimo mendapat informasi dari warga bahwa telah terjadi penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali. Kasat Intelkam AKP I Nengah S Gaspar bersama 20 personel lainnya kemudian langsung menuju lokasi.

Sekitar pukul 13.00 WIT, kelompok massa tersebut berhasil dihalau dan kemudian meninggalkan TKP dengan menggunakan dua unit minibus menuju ke Komplek Suku Yali di perumahan masyarakat komplek Telkomsel.

"Pukul 13.20 Wit, massa kembali melakukan penyerangan terhadap masyarakat Suku Yali yang berada di Hotel Nuri, dilanjutkan dengan pembakaran gedung hotel," tutur Kamal.

Polisi saat ini tengah melakukan penyidikan terhadap perkara tersebut. Usai kericuhan di Yahukimo itu, setidaknya ada sekitar 52 orang dari Sukul Kimyal yang diduga menjadi pelaku penyerangan.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, Polri bersama TNI melakukan pengamanan terkait peristiwa kerusuhan antarsuku, di Yahukimo, Papua. Menurut Ramadhan, korban meninggal dunia hingga saat ini masih berjumlah enam orang.

"Saya sampaikan, korban meninggal enam orang. Mari kita bersama-sama agar kasus tersebut bisa selesai dan segera reda," ungkapnya.

Ramadhan menyampaikan, penyidik Polda Papua juga masih melakukan penyelidikan terkait latar belakang kerusuhan itu.

"Nanti kita lihat, kita belum bisa ngomong karena masih proses penyelidikan di Polda Papua," katanya. (Knu)

Baca Juga

Tiga Kelompok KKB Bergabung, Tebar Teror di Yahukimo

#Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan