Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Indonesiaku Travel

Yogyakarta Punya Toilet Bawah Tanah Mewah, Ini Penampakannya

Muchammad Yani - Kamis, 01 Februari 2018

TOILET bawah tanah di kawasan Malioboro Yogyakarta resmi dibuka untuk umum pada Kamis 1 Februari 2018. Para pengunjung kini bisa menggunakan toilet mewah ini secara cuma- cuma alias gratis.

Toilet bawah tanah mewah ini terletak di kawasan titik nol km Malioboro, tepatnya di Depan Kantor Bank Indonesia. Ia dibangun dikedalaman 5-6 Meter dibawah tanah.

Masuk ke dalam toilet, pengunjung seperti memasuki toilet di dalam hotel bintang lima atau mall elite di ibu kota. Lantai kamar mandi saja terbuat dari marmer, bukan keramik. Pendingin ruangan disediakan di dalam toilet sehingga suasana terasa dingin.

penampakan toilet bawah tanah Yogyakarta
Penampakan toilet bawah tanah Yogyakarta (MP/Teresa Ika)

Pemda turut menyiapkan lift khusus kaum difabel supaya mereka mudah naik dan turun ke dalam toilet. Ada empat ruangan di dalam toilet. Pertama kamar mandi wanita yang memiliki 12 bilik kloset jongkok dan duduk serta empat wastafel cuci tangan. Kedua, ruangan pria dengan 6 bilik kloset dan empat wastafel cuci tangan.

Terakhir adalah ruangan kaum difabel serta ibu menyusui. Ruang difabel memiliki 1 kloset duduk, dan sebuah wastafel pencuci tangan. Sementara di ruang laktasi disediakan sofa dan meja dandan untuk para ibu menyusui.

Pembangunan Toilet ini menelan dana Rp5,8 miliar yang berasal dari Dana Keistimewaan. Toilet mewah mulai dibangun di pertengahan 2017 dan selesai dibangun pada awal 2018.

Penampakan toilet bawah tanah
Penampakan toilet bawah tanah mewah di Malioboro. (MP/Teresa Ika)

Plt Kepala Dinas Pup ESDM DIY Muhammad Mansyur menegaskan pihaknya akan menindak tegas oknum-oknum yang ketahuan meminta bayaran kepada pengunjung.

"Pengunjung kalau dimintai bayaran jangan mau. Di sana ada satpam, dan penjaganya. Masyarakat bisa lapor ke mereka," tegas Mansyur di Kepatihan Yogyakarta, Kamis (1/2).

Seluruh biaya operational toilet akan ditanggung Pemda DIY selama setahun ke depan. Namun pengelolaannya diserahkan pada pihak ke tiga. Pemda DIY menyiapkan dana Rp600 juta dari Dana Keistimewaan untuk biaya operational toilet.

Berita ini merupakan laporan Teresa Ika, kontributor Merahputih.com, untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.

Baca Artikel Asli