Yenny Wahid: Sosialisasikan Konsep Jihad Maslahah
Sabtu, 14 Oktober 2017 -
MerahPutih.com - Saat ini makna jihad seringkali disalahartikan. Dahulu, jihad selalu diidentikkan dengan mengorbankan nyawa untuk kepentingan agama.
“Ketika jihad diartikan sangat sempit hanya untuk memerangi atau berperang melawan orang kafir, maka kemudian ini bisa membawa potensi perpecahan di tengah-tengah masyarakat,” ujar Direktur Wahid Foundation, Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid atau yang biasa disapa Yenny Wahid, dalam keterangannya yang diterima Merahputih.com, Sabtu (14/10).
Konteks jihad sekarang berbeda. Karena perjuangan itu tidak bisa hanya dengan perjuangan fisik tapi perjuangan melalui diplomasi. Menurutnya cara itu lebih berhasil dibandingkan dengan aksi bom bunuh diri yang hanya menyengsarakan masyarakat.
“Sebagian besar korban bom bunuh diri adalah muslim. Ini saja sudah menunjukkan bahwa kita menyakiti umat Islam sendiri kalau kita terjebak dalam perilaku jihad fisabilliah yang keliru tadi,” ujar putri ke-2 dari Presiden RI ke-4, Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini.
Pertama, sosialisasi konsep jihad yang ditasirkan untuk melawan hawa nafsu itu sendiri harus lebih gencar. Kedua, definisi jihad itu sendiri, seperti berbuat kebaikan bagi bangsa dan negara juga harus disebarluaskan.
“Inilah jihad yang membawa maslahah. Kalau jihad yang dengan konsep kital itu adalah jihad yang membawa kerusakan, massadah,” kata perempuan kelahiran Jombang, 29 Oktober 1974 ini. Maslahah diartikan memelihara tujuan syara' dan meraih manfaat/menghindarkan kemudharatan.
Yenny mengimbau agar masyarakat melakukan jihad yang membawa kebaikan, membawa maslahah bagi masyarakat lainnya. Bukan jihad yang membawa petaka, kematian, kerusakan bagi orang lain, terutama bagi masyarakat muslim. (*)