Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Warga Solo Deklarasi Tolak Demo Anarkis

Alwan Ridha Ramdani - Senin, 19 Oktober 2020

MerahPutih.com - Ratusan elemen masyarakat Solo menggelar deklarasi menolak anarkisme, kekerasan dan kerusuhan di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (18/10).

Deklarasi digelar terkait maraknya aksi unjuk rasa penolakan Omnibus Law yang berakhir anarkis di sejumlah daerah.

Deklarasi tersebut dihadiri Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo unsur Forkopimda dan perwakilan elemen dan komponen kemasyarakatan di Kota Solo.

Baca Juga:

Jokowi Perintahkan Cegah Lonjakan COVID-19 Saat Libur Panjang Oktober

Kapolresta Surakara Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengatakan melalui aksi ini mempertegas tindakan anarkis tidak ada tempat di Solo. Warga Solo menginginkan adanya kedamaian dan menolak segala bentuk anarkisme dan kekerasan serta kerusuhan dalam penyampaian pendapat di muka umum.

"Kami melalui deklarasi ini ingin menyamakan visi serta persepsi, agar penyampaian pendapat di muka umum dapat dilakukan dengan azas berimbang antara hak dan kewajiban serta bertanggung jawab dan mengutamakan musyawarah untuk mufakat," ujar Ade.

Ia menegaskan, pihaknya bersama masyarakat Solo tidak ingin kejadian aksi unjuk rasa yang berakhir ricuh terjadi di Solo. Deklarasi ini sekaligus sebagai upaya antiasipasi adanya pihak yang berupaya menyusupi demo di Solo agar berakhir rusuh.

Ratusan elemen masyarakat Solo deklarasi menolak anarkisme, kekerasan dan kerusuhan di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (18/10). (MP/Ismail)
Masyarakat Solo deklarasi menolak anarkisme, kekerasan dan kerusuhan di Balai Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (18/10). (MP/Ismail)

"Penyampaian aspirasi masyarakat itu ada aturannya, selain hak, juga ada kewajiban yang harus dilakukan. Kami melarang menyampaikan aspirasi dengan cara-cara anarkisme, karena anarkisme sudah masuk di ranah pidana," kata dia.

Mantan Kapolres Karanganyar ini berharap, setiap unjuk rasa ada partisipasi aktif dari semua pihak untuk bisa menjamin berjalan aman. Di tengah pandemi ini, semua pihak bisa mengantisipasi pelaksanaan kegiatan yang berpotensi mengakibatkan kerumunan massa, karena rentan terhadap penyebaan virus COVID-19 secara masif.

"Kami ajak masyarakat agar dalam penyampaian pendapat di muka umum ditangah pandemi ini diutamakan dengan cara audiensi maupun daring," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

Mendagri Wanti-wanti Libur Panjang Jangan Sampai Terjadi Lonjakan Corona

Baca Artikel Asli