Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup Fun

Uniknya pernikahan Meghan Markle Pangeran Harry, Afro Amerika Masuk ke Kerajaan Inggris

P Suryo R - Minggu, 20 Mei 2018

KERAJAAN Inggris cukup selektif dalam memilih calon pasangan untuk anggota keluarga kerajaan. Sebelum bergabung dalam lingkungan istana, asal usul dan latar belakang keluarga mereka akan ditelusuri terlebih dahulu. Biasanya mereka akan memilih calon pasangan yang juga berasal dari daratan Britania Raya atau memiliki darah biru. Sebagai keluarga kerajaan, Pangeran Harry yang dikenal pemberontak mendobrak tradisi tersebut. Ia menikahi Meghan Markle, seorang aktris asal Amerika. Tak hanya berasal dari negara nonBritania Raya, ia juga merupakan birasial.

Ayahnya, Thomas Markle merupakan pria berkulit putih sementara ibunya, Doria Raglan berkulit gelap. Ia adalah perempuan birasial pertama yang bergabung menjadi anggota Kerajaan Inggris. Pada 2016, ia menulis sebuah esai di Majalah Elle. Secara terang-terangan Markle menceritakan kisah hidupnya yang lahir dan tumbuh dalam keluarga birasial.

Ia mengisahkan bagaimana ayahnya, seorang pengatur tata lampu pada dunia perfilman di Hollywood menikahi ibunya yang seorang penghuni sementara di studio. Markle juga membeberkan bagaimana kehidupan keluarganya saat ia kecil.

royal wedding
Michael Curry dari Chicago. (Foto: Daily News)

“Ibuku berkulit cokelat sementara bayinya berkulit terang. Orang-orang berpikir bahwa ia adalah pengasuhku,” tulisnya. Setelah menjalani kehidupan sebagai seorang birasial selama bertahun-tahun, Markle merayakan kehidupannya sebagai wanita birasial dengan menikahi Pangeran Harry, Sabtu (19/5).

Pada pernikahannya tersebut Markle seolah ingin menghilangkan isu diskriminasi golongan kulit gelap. Ia mengundang pendeta berkulit gelap, Michael Curry dari Chicago untuk hadir dalam upacara tersebut dan memberikan ceramah. Pada kotbahnya, Curry mengangkat tema perbudakan bangsa kulit gelap dan mengutip Martin Luther King Jr.

“Monumental, seorang pendeta berkulit gelap membawa kami di pernikahan kerajaan Inggris. Ini merupakan terobosan yang luar biasa,” ucap seorang pengguna media sosial.

royal wedding
The Kingdom Choir. (Foto: Daily News)

Kejutan lain muncul saat tim paduan suara berkulit gelap bernama The Kingdom Choir muncul di upacara pernikahan Prince Harry dan Meghan Markle. Tim paduan suara yang dipimpin oleh Karen Gibson tersebut menyanyikan lagu Stand By Me. Lagu tersebut merupakan lagu ciptaan penyanyi dan penulis lagu keturunan Afro Amerika bernama Ben E King

Penampilan spesial datang dari pemain selo berusia 19 tahun, Sheku Kanneh-Mason. Ia mencatatkan dirinya dalam sejarah ketika tampil sebagai juara berkulit hitam pertama di BBC’s Young Musician of the Year pada 2016.

Pernikahan keduanya membuat publik terpesona. Mereka menyebut pernikahan keduanya sebagai pernikahan dalam dunia dongeng.

Royal Wedding
Sheku Kanneh-Mason. (Foto: Daily News)

“Ini merupakan pernikahan dengan perpaduan dua budaya yang sangat indah,” ujar Donna Page, pengunjung asal Boston yang datang ke pernikahan tersebut. Pernikahan keduanya juga mendapat pujian dari pengunjung lainnya bernama Michelle Kennedy. Pengunjung Afro Amerika yang rela datang dari Houston tersebut sangat terpesona dengan pernikahan Prince Harry dan Meghan Markle yang mengangkat kebudayaan kaum Afro Amerika.

“Kau akan selalu mengingatnya. Kalian akan selalu mengingat pernikahan Harry dan Markle karena kotbah di upacara pernikahan mereka,” tutur Kennedy yang telah berada di venue pernikahan sejak pukul enam pagi.

Dirinya juga menambahkan bahwa Markle membuat masyarakat Amerika bangga karena berhasil menjadi bagian keluarga Kerajaan Inggris. “Kami tidak memiliki seorang ratu tetapi dia adalah hal yang terdekat yang bisa kami dapatkan,” tukasnya antusias. (avia)

Baca Artikel Asli