Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Berita

UEFA Ultimatum FIGC Segera Singkirkan Politik dari Sepak Bola, Awal Kiamat Serie A?

Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026

Merahputih.com - Skandal wasit Serie A kini memicu ancaman serius dari UEFA yang berpotensi membatalkan status Italia sebagai tuan rumah Euro 2032 dan mendepak klub-klub Serie A dari kompetisi Eropa.

Federasi sepak bola tertinggi di Eropa menyoroti dugaan sporting fraud serta campur tangan politik dalam tubuh Federasi Sepak Bola Italia (FIGC).

Otoritas UEFA mengirimkan peringatan keras menyusul guncangan skandal yang menyeret nama penunjuk wasit, Gianluca Rocchi.

Melansir laporan Corriere della Sera, UEFA mengharuskan FIGC menjaga independensi organisasi dari intervensi pemerintah. Kehadiran tokoh politik sebagai komisaris FIGC dianggap melanggar regulasi dasar UEFA dan FIFA.

Baca juga:

Skandal Wasit Serie A Menguat, Investigasi Tegaskan tak Ada Pemain dan Klub yang Terlibat

Ancaman ini memberikan dampak sistemik, terutama bagi rencana besar AC Milan. Manajemen Rossoneri menaruh harapan besar pada pembangunan stadion baru agar bisa terpilih menjadi lokasi penyelenggaraan Euro 2032. Jika UEFA mencabut hak tuan rumah Italia, proyek ambisius tersebut terancam kehilangan momentum finansial dan prestise internasional.

Sanksi kedua yang jauh lebih mematikan adalah potensi pelarangan klub-klub Italia berkompetisi di Liga Champions, Liga Europa, dan Liga Konferensi.

Kehilangan pendapatan dari hak siar dan bonus kompetisi Eropa akan menghancurkan struktur keuangan klub-klub besar Italia yang selama ini bergantung pada dana segar dari UEFA..

Saat ini, ketegangan tinggi menyelimuti otoritas sepak bola Italia. Semua pihak berupaya mencari jalan keluar agar terhindar dari sanksi berat. Langkah tegas terhadap pelaku skandal penunjuk wasit menjadi harga mati demi menyelamatkan masa depan sepak bola negeri pizza tersebut.

Baca juga:

Skandal Wasit Guncang Serie A, Gianluca Rocchi Diselidiki atas Dugaan Kecurangan VAR

UEFA menekankan bahwa kedaulatan federasi nasional merupakan syarat mutlak keanggotaan. Campur tangan pemerintah dalam urusan internal FIGC dapat memicu aktivasi pasal sanksi yang berujung pada isolasi sepak bola Italia dari panggung dunia.

Absennya klub Italia di kancah Eropa akan menghentikan aliran dana ratusan juta Euro. Bagi tim seperti AC Milan, pendapatan Liga Champions menjadi mesin utama dalam perburuan pemain bintang untuk membangun skuad kompetitif di masa depan.

Baca Artikel Asli