MerahPutih.com - Direktur Inter Milan, Piero Ausilio, mengonfirmasi bahwa mereka telah "menyatakan minat" terhadap Cristian Romero.
Pelatih Tottenham, Roberto De Zerbi menegaskan, bahwa siapa pun yang tidak bahagia, maka harus meninggalkan klub.
Sebelum akhir musim lalu, Romero dikatakan sangat ingin meninggalkan Tottenham. Pihak klub pun semakin dibuat frustrasi oleh pemain Argentina tersebut.
Baca juga:
Galatasaray dan Fenerbahce Berebut Rafael Leao, AC Milan Tegas Tolak Skema Pinjaman
Inter Milan Jadi Kandidat Terkuat Datangkan Cristian Romero
Barcelona juga dilaporkan berminat, tetapi mereka saat ini memiliki prioritas lain. Inter pun menjadi kandidat terkuat untuk merekrutnya.
Tentu saja ada minat, dan kami telah menyampaikan ketertarikan kami kepada pihak pemain maupun klub.
ujar Ausilio
"Hal-hal seperti ini memang memakan waktu lama, namun minat itu jelas ada, jadi kita lihat saja nanti."
Menurut berbagai laporan dari Italia, tawaran awal yang diajukan adalah kesepakatan pinjaman dengan kewajiban pembelian senilai 40 juta euro (Rp 817 miliar).
Skema ini sama seperti dengan yang digunakan Inter saat mendatangkan Manuel Akanji dari Manchester City tahun lalu. Namun, Tottenham menginginkan angka 50 juta euro (Rp 1 triliun) untuk Romero.
Baca juga:
Juventus Mulai Dekati John Stones, Negosiasi Kontrak Kabarnya Sudah Dimulai
Pelatih Tottenham Setuju Lepas Cristian Romero ke Inter Milan
De Zerbi juga ikut memuluskan langkah Inter dengan melontarkan pernyataan yang mendorong pemain Argentina itu untuk meninggalkan klub.
"Saya sudah sangat tegas sejak awal masa tugas saya di Tottenham. Saya katakan, siapa yang tidak ingin bertahan di Tottenham? Siapa pun yang tidak bahagia atau tidak bangga berada di sini, harus pergi," ujar De Zerbi.
Hal tersebut menandai kembalinya Romero ke Serie A, mengingat pemain 28 tahun itu pertama kali tiba di Eropa untuk bergabung dengan Genoa pada 2018.
Ia pindah ke Juventus sebelum tampil gemilang bersama Atalanta, kemudian dijual ke Tottenham dengan nilai 53,8 juta poundsterling (Rp 1,2 triliun) pada 2021. (sof)

