Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Olahraga Berita

UEFA Isyaratkan Cabut Ancaman Boikot Turnamen FIFA

Yusuf Abdillah - 1 jam, 54 menit lalu

Merahputih.com - UEFA mengisyaratkan bakal mencabut ancaman boikot terhadap sejumlah turnamen resmi FIFA setelah dua tuntutan utama mereka terkait kontroversi investasi swasta pada Piala Dunia disebut telah terpenuhi.

Sebelumnya, UEFA mengambil sikap keras terhadap rencana penjualan hak komersial turnamen kepada investor swasta yang digagas Presiden FIFA Gianni Infantino. Presiden UEFA Aleksander Ceferin bahkan menyebut rencana tersebut sebagai transaksi yang gelap dan tidak transparan.

Baca juga:

Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret

Meski Infantino akhirnya membatalkan rencana investasi tersebut, UEFA sempat mempertahankan ancaman boikot. Mereka meminta jaminan tertulis bahwa skema investasi serupa tidak akan kembali diajukan pada masa mendatang.

Seperti dilansir AFP, selain persoalan jaminan dari FIFA, faktor teknis juga ikut memengaruhi sikap UEFA.

Jika ancaman tersebut benar-benar dicabut, ketegangan antara UEFA dan FIFA terkait kontroversi investasi swasta itu berpotensi mereda.

Namun, persoalan politik bagi Infantino belum sepenuhnya selesai.

Baca juga:

Gianni Infantino Makin Tertekan, Giliran Israel Tarik Dukungan

Posisi Infantino Jelang Pemilihan FIFA

Presiden
Presiden FIFA Gianni Infantino (ANTARA/AFP/SIMON MAINA)

Kontroversi pendanaan swasta tersebut turut mengguncang posisi Infantino menjelang pemilihan Presiden FIFA yang akan digelar di Maroko pada Maret mendatang.

Sejumlah federasi sepak bola Eropa mulai menunjukkan sikap berbeda. Italia menjadi negara terbaru yang dilaporkan menarik dukungannya terhadap upaya Infantino mempertahankan jabatan untuk periode keempat.

Sementara itu, setelah Ceferin memastikan tidak maju dalam pemilihan, Presiden CONCACAF Victor Montagliani disebut menjadi salah satu kandidat paling kuat untuk menantang Infantino.

Batas akhir pendaftaran kandidat dijadwalkan pada 18 November. Dengan demikian, persaingan menuju kursi nomor satu FIFA diperkirakan masih akan berlangsung sengit dalam beberapa bulan ke depan.

Baca juga:

UEFA Ancam Boikot Piala Dunia, Tolak Rencana FIFA Jual Saham Kompetisi ke Investor Swasta

Baca Artikel Asli