Merahputih.com - Tekanan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino semakin meningkat. Israel menjadi negara terbaru yang menarik dukungan terhadap rencana Infantino maju untuk periode keempat sebagai orang nomor satu di federasi sepak bola dunia tersebut.
Keputusan itu muncul tidak lama setelah FIFA mengakhiri hubungan kerja dengan Chief Operating Officer (COO) Kevin Lamour, yang sebelumnya mengkritik rencana komersial organisasi.
Baca juga:
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Zuares menyebut sejumlah perkembangan terbaru telah memicu krisis kepercayaan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara UEFA dan FIFA terkait tata kelola sepak bola dunia.
Israel telah menjadi anggota UEFA sejak 1994 dan Zuares juga duduk di Komite Eksekutif UEFA. Karena itu, keputusan tersebut dinilai tidak sepenuhnya mengejutkan, tetapi tetap menjadi pukulan politik bagi Infantino.
Sebelumnya, sejumlah anggota UEFA juga telah menarik dukungan terhadap Infantino, termasuk Inggris, Wales, Skotlandia, dan Republik Irlandia.
Pemecatan Kevin Lamour Jadi Pemicu
Tekanan terhadap Infantino semakin kuat setelah FIFA memberhentikan Kevin Lamour pada 17 Agustus 2026.
Lamour sebelumnya mengkritik rencana FIFA Forward Enterprise (FFE), perusahaan baru yang dirancang untuk mengelola hak komersial dan tiket berbagai kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia.

FIFA (bbc)
Rencana tersebut akhirnya dibatalkan setelah mendapat penolakan luas. Salah satu sumber kontroversi adalah rencana melepas 21 persen kepemilikan FFE kepada investor swasta.
Baca juga:
Desakan Mundur ke Presiden FIFA Gianni Infantino Kian Kuat, Kali Ini Diungkapkan Luis Figo
Pemberhentian Lamour kemudian mendapat sorotan dari Wakil Presiden UEFA Laura McAllister. Ia menilai keputusan tersebut dapat menghambat upaya reformasi di tubuh FIFA.
Pemberhentian Kevin secara serius melemahkan administrasi FIFA sekaligus merusak peluang unik untuk mengubah budaya FIFA dan mengembalikan organisasi pada nilai-nilai olahraga, bukan sekadar komersial dan finansial,
ujar McAllister.
Premier League Kritik Infantino
Kritik terhadap Infantino juga datang dari Chief Executive Officer Premier League Richard Masters.
Masters menyoroti rencana membuka sebagian kepemilikan komersial Piala Dunia kepada investor swasta. Ia menilai langkah tersebut justru menciptakan masalah baru bagi FIFA.
Ini merupakan masalah yang dibuat sendiri oleh FIFA. Organisasi tersebut telah menekan tombol penghancuran diri, dan konsekuensinya kini memengaruhi solusi yang harus ditemukan,
kata Masters kepada BBC.
Masters juga mempertanyakan alasan FIFA mempertimbangkan penjualan sebagian kepemilikan Piala Dunia.
"Saya rasa FIFA seharusnya tidak pernah mempertimbangkan untuk menjual sebagian kepemilikan Piala Dunia. Mereka adalah organisasi nirlaba dan seharusnya menjaga kompetisi tersebut untuk masa depan sepak bola," ujarnya.