MerahPutih.com - Kecelakaan tunggal melibatkan sebuah truk trailer bernomor polisi H 8626 OH terjadi di Jembatan Kenteng, Jalan Solo-Semarang, Rabu (19/8) sekitar pukul 09.30 WIB.
Sopir truk Rakhya Vijay Vijaya (31), warga Jalan Lamper Tengah Gang 8 RT 06/07 Kelurahan Lamper Tengah, Semarang Selatan, meninggal dunia usai terjepit usai dievakuasi yang membutuhkan waktu 2,5 jam.
Baca juga:
Kecelakaan Kapal Laut Beruntun, DPR Dorong Modernisasi Keselamatan Kapal
Penyebab Kecelakaan Truk di Boyolali
Kanit Gakkum Satlantas Polres Boyolali, Iptu Bambang Nova mengatakan, truk tersebut diduga mengalami kecelakaan setelah sopir mengalami microsleep dan masuk jurang.
Dugaan tersebut muncul karena tidak ditemukan tanda pengereman di sekitar lokasi awal kerusakan guardrail atau pembatas jalan.
Indikasi microsleep. Diperkirakan seperti itu karena di seputaran awal mula kerusakan guardrail tidak ada tanda pengereman sama sekali.
ujar Bambang, Rabu (19/8)
Bambang menegaskan, polisi belum bisa memastikan kecelakaan tersebut murni disebabkan microsleep.
Menurutnya, dugaan itu diperkuat keterangan sejumlah saksi yang melihat truk sudah dalam kondisi oleng sejak awal.
Baca juga:
Orang Utan Solo Safari Lepas ke Permukiman Warga, Sempat Masuk Warung dan Jatuhkan Motor
"Karena pengereman pun tidak ada sama sekali, dan tipe kendaraannya lumayan besar, yaitu trailer," katanya.
Sementara dari keterangan saksi, truk disebut terus bergerak atau oleng ke arah kanan sebelum akhirnya keluar dari badan jalan dan terjun ke jurang.
"Dari awal ada saksi yang menyampaikan, kendaraan sudah terlalu goyang ke kanan terus masuk jurang," ucap dia.
Kronologi Kecelakaan Truk di Jalan Solo-Semarang
Kronologisnya, kata dia, kecelakaan terjadi saat truk melaju dari arah Semarang menuju Solo. Lokasi kejadian merupakan jalur turunan sekaligus tikungan sebelum Jembatan Kenteng.
Kabin truk berada di bawah dan terjepit bagian trailer. Sopir yang berada di dalam kabin pun turut terjepit. Evakuasi Terkendala beratnya muatan kapas dan kepala truk menukik ke bawah.
tambah Bambang
Ia mengatakan, kondisi jurang sedalam sekitar 10-15 meter juga menyulitkan petugas. Selain medan yang terjal, petugas juga harus menghadapi tumpukan muatan kapas yang berada di atas trailer.
"Evakuasi amat sulit karena adanya tumpukan kapas. Satu kotak kapas itu beratnya seberat 3 kuintal," kata dia.
Baca juga:
Ia mengatakan setelah evaluasi berlangsung selama 2,5 jam sopir bisa dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia.
“Sopir meninggal dunia karena terjepit setelah evaluasi berlangsung selama 2,5 jam,” tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)