Merahputih.com - Xavi Simons, Tottenham Hotspur, Manchester United, dan rumor transfer Premier League kini menjadi sorotan utama setelah The Lilywhites terjerembab ke zona degradasi pekan ke-34 musim 2025/2026.
Penampilan buruk klub asal London Utara memicu spekulasi eksodus besar-besaran pemain bintang, termasuk sang gelandang kreatif asal Belanda.
Baca juga:
'De Zerbi-ball' Bakal Ubah Permainan Tottenham Hotspur, Siap Main Api di Area Penalti Sendiri?
Ancaman Degradasi dan Eksodus Pemain
Hingga memasuki pekan kritis, Tottenham Hotspur masih tertahan di peringkat ke-18 klasemen sementara. Kegagalan meraih poin maksimal dalam empat laga tersisa akan memaksa tim asuhan Ange Postecoglou turun kasta ke Divisi Championship.
Kondisi ini memicu laporan dari media Spanyol, Fichajes, yang menyebutkan bahwa Xavi Simons tidak memiliki niat untuk bermain di level kompetisi yang lebih rendah.
Simons bertekad menjaga kariernya di level elite Eropa guna mengamankan posisi di tim nasional. Penurunan performa tim secara kolektif kabarnya membuat sang pemain mulai mempertimbangkan opsi hengkang pada bursa transfer musim panas mendatang.
Manchester United Siap Tampung Simons
Kabar ketertarikan Manchester United muncul sebagai solusi bagi masa depan Simons. Setan Merah saat ini sedang menjalankan proyek restrukturisasi skuad dengan fokus pada talenta muda berbakat.
Karakteristik permainan Simons yang kreatif dan eksplosif dinilai sangat cocok dengan skema permainan Erik ten Hag.
Baca juga:
Tottenham Hotspur Menolak Degradasi, Pemain Saling Dukung dan Akan Berjuang Sampai Akhir
Pengamat transfer menyebutkan bahwa nilai pasar Simons akan merosot tajam hingga angka 45 juta Euro atau sekitar Rp 900 Miliar jika Spurs resmi terdegradasi. Harga yang relatif terjangkau ini membuat Manchester United semakin optimis untuk memboyongnya ke Old Trafford.
Pemain 23 tahun tersebut kabarnya tetap memprioritaskan karier di Premier League demi merasakan atmosfer kompetisi terbaik dunia. Manchester United menawarkan proyek jangka panjang yang ambisius, di mana Simons bisa memegang peran sentral dalam lini serang setan merah.