Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tingkat Inflasi DKI Jakarta Cenderung Turun dan Terkendali

Angga Yudha Pratama - Kamis, 01 Oktober 2020

Merahputih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan tingkat inflasi di DKI Jakarta berada di posisi 31 dari 90 kota yang disurvei. Tingkat inflasi DKI Jakarta cenderung menurun serta menunjukkan angka terkendali.

"Dari 90 kota yang disurvei, DKI Jakarta berada pada urutan ke-31. Dari yang disurvei ada 34 kota mengalami inflasi dan 56 kota mengalami deflasi," ujar Kepala BPS DKI Jakarta Buyung Airlangga di Jakarta, Kamis (1/10).

Baca Juga

PBNU Yakin Indonesia Keluar dari Jerat Ekonomi Dampak COVID-19

Sementara, Inflasi tertinggi terjadi di Gunung Sitoli (Sumatera Utara) sebesar 1,00 persen dan inflasi terendah di Pekanbaru (Riau) dan Pontianak (Kalimantan Barat) sebesar 0,01 persen.

Akan tetapi selama tahun 2020, inflasi sejak Maret 2020 cenderung terus-menerus menurun dan menunjukkan angka terkendali, sangat rendah dan perkiraannya 1,76 persen pada September untuk "year on year" (yoy).

"Sementara pada 'month to month' (mom) ada kenaikan dibandingkan Agustus. Agustus terjadi deflasi -0,01 persen dan sekarang inflasi sebesar 0,02 persen," katanya.

Inflasi
Ilustrasi. Foto: NET

Dari tiga frame untuk melihat besaran inflasi di ibu kota, yaitu perbandingan secara bulan ke bulan, secara kumulatif dan tahunan, pada tahun 2020 inflasi Jakarta relatif berada di bawah inflasi pada dua tahun terakhir (2019 dan 2018).

"Terutama pada bulan April, inflasi pada tahun 2020 terus-menerus turun di bawah inflasi pada tahun 2018 dan 2019. Jadi kita lihat inflasi 2020 itu relatif di bawah inflasi dua tahun terakhir," katanya.

Dari empat kota yang mengelilingi Jakarta, yaitu Depok, Bogor, Bekasi dan Tangerang, masing-masing mengalami inflasi dan deflasi.

Untuk Depok mengalami Inflasi sebesar 0,02 persen, Bogor 0,11 persen. Sedang dua kota lainnya yang mengalami deflasi, Tangerang -0,07 persen dan Bekasi -0,03 persen.

Baca Juga

New Normal, Debitur Mulai Percaya Diri Bayar Utang

Sementara, sebagaimana dikutip Antara, penyumbang inflasi di Jakarta berasal dari tiga komoditas, yakni kenaikan iuran perguruan tinggi, naiknya harga emas dan perhiasan serta kelangkaan bawang putih di pasaran.

"Pertama adalah iuran untuk perguruan tinggi yang naik sebesar 0,11 persen, kemudian perhiasan dan emas naik 0,03 persen dan bawang putih 0,01 persen. Itulah tiga komoditi yang menyumbang inflasi tertinggi," katanya. (*)

Baca Artikel Asli