Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

TikTok Perketat Tinjauan Konten untuk Perangi Informasi Salah

Dwi Astarini - Jumat, 05 Februari 2021

PLATFORM TikTok akan mulai menandai berbagai konten yang belum diverifikasi sebelum pengguna membagikannya. Penandaan itu merupakan upaya terbaru TikTok untuk memerangi penyebaran informasi yang salah di platform mereka.

Dikutip blog resmi TikTok, Rabu (3/2), Product Manager Trust & Safety TikTok Gina Hernandez mengatakan pihaknya juga memiliki tanggung jawab untuk membantu mencegah penyebaran konten yang tidak autentik, menyesatkan, atau salah.

BACA JUGA:

Apple Batasi Kata Kunci 'Asia' di Browser, Ada Apa?

Seperti dilansir ANTARA, Kamis (4/2), TikTok bekerja sama dengan situs pemeriksa fakta PolitiFact untuk mengidentifikasi informasi yang salah. Selain itu, Tiktok juga bekerja sama dengan situs pemeriksa fakta Lead Stories dan SciVerify.

titok
TikTok bekerja sama dengan situs cek fakta.(Foto Unsplash_solen feyissa)

Dalam proses verifikasi informasi, jika TikTok dan situs cek fakta dapat memastikan konten tersebut tidak benar, TikTok akan segera menghapus video tersebut dari platform mereka. Namun, ada kalanya sebuah konten tidak dapat dikonfirmasi kebenarannya, terutama dalam siaran langsung (live).

"Hari ini, kami mengambil langkah lebih jauh untuk memberi tahu penonton saat kami mengidentifikasi video dengan konten yang tidak berdasar dalam upaya mengurangi pembagian," kata Hernandez.

Fitur verifikasi baru ini akan memunculkan notifikasi pada layar pembuat video saat konten yang dibuat tersebut ditinjau, namun tidak dapat diverifikasi. Label peringatan konten tidak dapat diverifikasi juga akan ditambahkan ke video dalam tersebut saat akan diunggah.

tiktok
Pemberitahuan yang diberikan aplikasi tersebut kepada pengguna (Foto:Antara_TikTok)

Saat pembuat video memilih untuk tetap membagikan video, sebuah peringatan akan muncul sebagai langkah tambahan, agar pengguna untuk berhenti sejenak dan mempertimbangkan kembali apakah benar-benar ingin mengunggah video tersebut karena mengandung informasi yang salah, dan untuk mencegah penyebaran konten yang misinformasi.

"Faktanya, ketika kami menguji pendekatan ini, kami melihat penonton video menurunkan tingkat berbagi video sebesar 24%, sedangkan ‘like’ pada konten yang tidak berdasar juga menurun sebesar 7%," ujar Hernandez.

Fitur verifikasi konten ini sendiri, telah diluncurkan di Amerika Serikat dan Kanada. Selanjutnya dalam waktu dekat fitur ini juga akan dirilis secara menyeluruh di seluruh dunia.(Kna)

Baca Artikel Asli