Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Hiburan & Gaya Hidup

TikTok Hapus Video Kontroversial Trump

Dwi Astarini - Jumat, 08 Januari 2021

VIDEO pidato Presiden Trump yang menghasut para pendukungnya untuk menggerudug Gedung Capitol, Rabu (6/1), akan dihapus TikTok. Platform video mengatakan rekaman tersebut melanggar kebijakan perusahaan tentang penyebaran informasi salah.

Seperti dilansir The Verge, Kamis (7/1), TikTok akan tetap mengizinkan orang menunggah video 'pidato balasan' yang mengoreksi klaim yang salah atau semacamnya. Selain itu, TikTok juga akan membiarkan video yang mengutuk kekerasan atau unggahan video dari organisasi berita.

BACA JUGA:

Nokia Smartphone Paling Terpercaya?

"Perilaku kebencian dan kekerasan tidak memiliki tempat di TikTok. Konten atau akun yang berupaya menghasut, memuliakan, atau mempromosikan kekerasan melanggar pedoman komunitas kami. Video begitu akan dihapus,” kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

TikTok juga melakukan pemblokiran beberapa tagar terkait dengan kerusuhan tersebut, seperti #stormthecapitol dan #patriotparty. Pemblokiran tagar itu pernah dilakukan TikTok pada beberapa tagar yang menyinggung teori konspirasi terkait dengan pemilu pada November.

tiktok
Pemblokiran tagar dilakukan TikTok.(Foto Unsplash_jan baborak)

Jika mencoba mencari salah satu dari tagar yang diblokir itu, kamu akan melihat sebuah halaman dengan tulisan tentang tagar yang 'mungkin terkait dengan perilaku atau konten yang melanggar pedoman TikTok'.

Dengan tindakan keras itu, TikTok bergabung dengan platform media sosial lainnya dalam membatasi beberapa konten tentang kerusuhan di Amerika Serikat (AS). Facebook berkomitmen menghapus konten-konten yang mengandung unsur atau mendukung penyerbuan Capitol serta mendorong terjadinya kerusuhan tersebut. Perusahaan tersebut melakukan langkah yang lebih jauh dengan melarang akun Trump 'tanpa batasan waktu' pada Kamis pagi.

tiktok
TikTok akan memberikan keterangan bahwa tagar tersebut melanggar peraturan perusahaan.(Foto The Verge)

Sementara itu, Twitter mengatakan mengambil tindakan terhadap cicitan yang melanggar aturannya dan 'secara signifikan, membatasi keterlibatan dengan cuitan yang diberi label di bawah kebijakan integritas sipil kami karena adanya risiko kekerasan.".

Twitter mengunci sementara akun milik Trump pada Rabu malam dan mengancam akan melakukannya secara permanen jika Trump kembali melanggar aturan. Namun, Trump telah kembali ke Twitter pada Kamis malam. Dia menjanjikan transisi kekuasaan yang mulus ke pemerintahan Biden.(kna)

Baca Artikel Asli