Tiga Rumah di Yogyakarta Rusak Berat akibat Longsor

Kamis, 23 November 2017 - Noer Ardiansjah

MerahPutih.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mencatat, akibat bencana longsor yang terjadi di beberapa wilayah di Yogyakarta mengakibatkan tiga rumah rusak berat.

Manager Pusat Pusdalops BPBD DIY Danang Samsurizal menjelaskan, sebagian besar longsor terjadi di Kabupaten Kulon Progo, yakni di sekitar perbukitan Menoreh.

"Laporan Longsor dari Oktober-November ada 10 kejadian. Kebanyakan di Kulon Progo di Kecamatan Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo," kata Danang melalui sambungan telepon di Yogyakarta, Kamis (23/11).

Kabupaten Kulon Progo tercatat sebagai kabupaten yang paling rawan longsor. Pasalnya, kondisi wilayah tersebut sebagian besar di daerah perbukitan dengan lereng yang memiliki kemiringan hingga 40 derajat.

Selain di Kulon Progo, longsor juga terjadi di Sleman dan Bantul. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Hanya saja tiga rumah mengalami rusak berat akibat tertimbun tanah. Dua rumah terletak di Pundong, Bantul dan satu rumah di Kokap, Kulon Progo.

"Total kerusakan akibat longsor di 10 tiitk sekitar Rp 300 juta. Tapi bisa bertambah lagi karena yang rusak bukan hanya rumah saja," katanya.

Pihaknya telah berkoordinasi dengan pemerintah Kulon Progo untuk bersiaga dan mengantisipasi kejadian tanah longsor.

Sementara itu, Kepala BPBD Kulon Progo Gusdi membenarkan telah terjadi tanah longsor di beberapa titik di Perbukitan Menoreh. Sejak Oktober-November 2017, setidaknya telah terjadi longsor di 12 titik di seluruh Kulon Progo.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk waspada dan segera mengungsi jika melihat akan tanda-tanda tanah longsor. Jika terjadi hujan lebat lebih dari dua jam dan muncul rekahan tanah atau rembesan air keruh, wilayah tersebut akan terjadi longsor.

"Kami juga sudah memantau 97 alat early warning system (EWS) yang tersebar di seluruh Kulon Progo. Semuanya berfungsi dengan baik," katanya.

BMKG DIY memperkirakan, puncak musim hujan di DIY akan terjadi pada Januari-Februari 2018. (Teresa Ika)

Bagikan

Baca Original Artikel
Bagikan