MerahPutih.com - Pemerintah memperkirakan pada 2030 akan ada 85 juta pekerjaan dengan keterampilan digital yang tidak mampu terisi. Lanskap kebutuhan talenta global, pada 2024 dibutuhkan sebanyak 140 juta pekerja digital yang cakap.
Pada 2025, sebanyak 65 persen pekerjaan mengharuskan para pekerja untuk memiliki keterampilan di bidang Artificial Intelligence (AI).
Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mengingatkan generasi muda untuk selalu bersiap memiliki keterampilan digital bagi pengembangan bangsa di masa depan.
Keterampilan digital dinilai dibutuhkan mengingat kompetensi digital makin masif dalam beberapa waktu terakhir terutama sejak kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) berkembang pesat.
Baca juga:
Ia menyampaikan, setidaknya ada tiga profesi yang akan semakin dibutuhkan dalam lima tahun ke depan yakni spesialis AI dan machine learning, rekayasa robotik, dan arsitek database.
Maka dari itu, generasi muda Indonesia yang saat ini sudah melek digital harus terus meningkatkan keterampilannya agar mampu meraih peluang di masa depan untuk memberikan kontribusi bagi pengembangan bangsa.
Saat ini dibutuhkan tiga kompetensi utama di bidang digital yang perlu dimiliki oleh generasi muda untuk bisa berkembang.
Pertama strategi digital untuk merespons tren pasar, kedua inovator digital yang mendorong inovasi berbasis data.
Baca juga:
"Dan terakhir penggerak digital yang mampu memulai kolaborasi strategis dengan ketangkasan dan keterampilan kuat," katanya. (*)