Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Tiga Faktor Jadi Penghambat Indonesia Belum Capai Standar Vaksinasi WHO

Zulfikar Sy - Selasa, 14 Juni 2022

MerahPutih.com - Vaksinasi COVID-19 nasional hingga kini belum mencapai standar dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk status endemi. Standar endemi dari WHO adalah cakupan vaksinasi COVID-19 sebanyak 70 persen dari seluruh populasi penduduk.

Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Siti Nadia Tarmidzi menyebut, ada tiga faktor yang membuat Indonesia belum mencapai standar vaksinasi COVID-19 dari WHO untuk status endemi.

"Sampai saat ini ya kalau kita lihat kurang lebih baru 168 juta masyarakat yang mendapatkan secara lengkap. Jadi kalau kita bandingkan, ini kurang lebih adalah 62 persen dari total populasi," ujar Nadia dalam gelar wicara "Tangkal Virus Yang Bermutasi dengan Vaksin Booster," diikuti secara daring di Jakarta, Senin (13/6).

Baca Juga:

Kota Solo PPKM Level 1, Pemkot Gencarkan Vaksinasi

Nadia cukup meyakini bahwa capaian vaksinasi 70 persen ini bisa dikejar pada akhir Juni 2022.

Menurutnya, beberapa faktor yang memengaruhi mengapa dosis kedua belum tercapai. Pertama adalah karena banyak penduduk yang belum bisa mendapatkan suntikan dosis kedua lantaran telah positif COVID-19. Walaupun gejalanya ringan, namun masih membutuhkan waktu untuk mendapatkan penyuntikan.

Kedua adalah karena situasi yang terus membaik, kemudian merasa tidak perlu untuk mendapatkan perlindungan dengan melengkapi sampai dengan dosis kedua.

"Artinya edukasi ya harus terus kita ingatkan bahwa situasi pandemi COVID-19 ini belum selesai," ujar Nadia, dikutip Antara.

Baca Juga:

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin Merupakan Praktik Depopulasi Rakyat

Ketiga adalah adanya beberapa penduduk yang masih terhambat dengan permasalahan geografis. Artinya memang membutuhkan waktu untuk petugas kesehatan mencapai daerah daerah tersebut untuk melengkapi dosis kedua bagi masyarakat.

"Jumlah secara provinsi yang belum mendapat atau belum mencapai 70 persen itu hanya antara 6-7 provinsi lagi. Tapi kalau kita berbicara kabupaten, kota memang masih cukup banyak tersebar ya. Bahkan di provinsi yang sudah secara total mencapai angka 70 persen, ternyata masih ada juga kabupaten kotanya yang belum mencapai 70 persen," ujar Nadia.

Oleh karena itu, pemerintah perlu melakukan percepatan dengan membuka sentra vaksinasi lebih banyak, kembali mengajak para tokoh masyarakat menyosialisasikan pentingnya upaya vaksinasi, serta menjelaskan bahwa pandemi belum selesai.

"Terakhir adalah penting memerangi hoaks, karena menyebabkan masyarakat menjadi ragu-ragu untuk menerima vaksin dosis kedua," katanya. (*)

Baca Juga:

Jakarta Fair 2022 Sediakan Vaksin Booster, Simak Syarat-syaratnya

Baca Artikel Asli